Keluarga Bermutu untuk Kepemimpinan Mumpuni ala Imam Tobroni

KELUARGA KUNCINYA – Kepala Kankemenag Kabupaten Cilacap, Imam Tobroni. KANKEMENAG CILACAP

SIDANEGARA, Cilacap Tengah | Pemimpin dan kepemimpinan mumpuni sungguh dirindukan banyak orang. Perikehidupan yang adil dan makmur bisa didapatkan, bila pertama-tama, muncul pemimpin yang memang mampu untuk mengawal dan mewujudkannya. Pemimpin mumpuni tentu saja tidak tiba-tiba hadir. Meski tumbuh besar di kalangan keluarga pemimpin, seorang calon pemimpin tetap saja membutuhkan keluarga yang bermutu untuk menempanya menjadi pemimpin mumpuni.

Adalah Imam Tobroni. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap yang concern pada pembangunan keluarga bermutu. Menurutnya, daerah yang maju dipimpin pemimpin mumpuni, sementara pemimpin mumpuni berasal dari keluarga bermutu.

Keluarga bermutu bermula dari pernikahan yang baik, berdasarkan ajaran agama. Imam berpandangan, menikah adalah babak baru dalam kehidupan, sehingga penting sebelum menikah mempersiapkan diri dengan ilmu tentang membangun keluarga. Ilmu ini tidak didapat ketika bersekolah atau kuliah, tetapi penting sebagai bekal mewujudkan keluarga bermutu.

“Untuk mewujudkan keluarga bemutu, ada tiga hal penting yang harus dipersiapkan sebelum pernikahan, yaitu niat yang lurus, kesiapan ilmu, dan kesiapan fisik. Kunci dalam membangun keluarga yang bahagia itu dengan berusaha, berdoa, bersyukur, sabar, dan membangun komunikasi yang baik antara suami dan istri,” ujarnya kepada Banyumas Daily beberapa waktu lalu di kantornya.

Rumah tangga, sambungnya, harus kokoh menghadapi ujian. Karena, tidak ada kehidupan berumah tangga yang mulus dari awal sampai akhir tanpa terjadinya konflik. Perbedaan pendapat dan masalah pasti akan ditemui selama berumah tangga. Suami dan istri harus saling pengertian dan menghormati satu dengan yang lain.

“Untuk itu, ada tiga hal yang harus senantiasa diingat ketika membangun keluarga, yaitu dengan niatan ibadah, menikah untuk sepanjang hayat, dan membangun keluarga sakinah mawadah wa rahmah. Karena hidup tak sekadar cinta, dan pasti, ketika berumah tangga akan banyak hal cobaan yang datang maka kita hendaknya mengingat tiga hal tersebut,” tutur Imam memberi pesan.

Kepemimpinan

Apa hubungannya keluarga bermutu dengan kepemimpinan? Keluarga sebagai organisasi terkecil memiliki kepala keluarga sebagai pemimpin yang bertanggung jawab memberikan arahan dan pengaruh kepada setiap anggota keluarga.

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya,” Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 4789.

Kepemimpinan dalam keluarga tidak lain dari embrio kepemimpinan pada spektrum yang lebih luas. Kepemimpinan dalam keluarga juga berarti mendidik anak menjadi seorang pemimpin. Apabila kepemimpinan tersebut berkualitas, sudah pasti kepemimpinan anak-anak yang terlahir dari keluarga itu pun bermutu. Hal sebaliknya bakal terjadi, bila kepemimpinan dalam keluarga tidak berkualitas. Anak-anak yang lahir pun kurang bahkan tidak bermutu.

“Jadi jelas, dari keluarga bermutulah, pemimpinan berkualitas itu akan lahir,” simpul Imam Tobroni penuh keyakinan.

Pada masa sekarang, dengan dinamika hidup yang semakin kompleks, kualitas keluarga semakin dibutuhkan. Teknologi yang semakin menggurita dan masuk ke semua sendi kehidupan mengubah cara pikir, sikap, dan perilaku anak-anak. Artinya, hanya keluarga bermutu yang dapat tetap mendidik anak-anaknya agar tetap unggul dan mumpuni.

“Mari sungguh-sungguh mendidik anak-anak kita. Dengan begitu, kita akan punya para pemimpin berkualitas dan mumpuni,” pungkas Imam.