Soedirman Student Summit 2021, Aswa Adarma

Soedirman Student Summit 2021, ‘Aswa Adarma’. BEM UNSOED

Universitas Jenderal Soedirman hampir setiap tahunnya menerima lebih dari lima ribu mahasiswa baru yang berasal dari berbagai latar belakang budaya di Indonesia.

Sebagai pijakan awal kehadiran mahasiswa di lingkungan kampus, BEM Universitas Jenderal Soedirman (BEM Unsoed) kembali mengadakan upacara penerimaan dan kaderisasi mahasiswa baru melalui acara Soedirman Student Summit (S3) 2021, dengan mengusung tema ‘Kepemudaan Indonesia’.

“Tema ini diambil karena kami percaya bahwa meskipun di tengah kondisi pandemi yang memaksa para mahasiswa baru untuk adaptif pada sistem daring, namun mereka harus tetap memberdayakan kemampuan dan potensinya agar dapat menjadi pemuda-pemudi Indonesia yang bermanfaat untuk bangsa dan negara,” ujar Athallah Bima selaku Project Officer S3 2021.

Soedirman Student Summit (S3) 2021 juga mengambil judul yang cukup menarik, yaitu ‘Aswa Adarma’. Menurut penjelasan Bima, ‘aswa’ diambil dari Bahasa Sanskerta yang berarti kuda, sedangkan ‘adarma’ memiliki arti mengabdi.

Melalui acara ini, mahasiswa baru diharapkan dapat mengamalkan sifat kuda yang tangguh, kuat, dan cepat dalam mengembangkan kemampuannya, serta tetap mengabdi secara bakti kepada negara Indonesia meskipun sedang berada di tengah pandemi. Arti dari judul ini juga dapat terlihat dari logo S3 2021 yang mengusung kuda sebagai perlambangan utamanya.

Sebagai acara yang hanya diselenggarakan satu tahun sekali, tentunya pelaksanaan S3 2021 sangat dinantikan oleh seluruh mahasiswa baru. Akan tetapi, adanya pandemi dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kali ini menuntut panitia untuk beradaptasi dengan situasi yang ada dan terpaksa untuk melaksanakan acara ini secara virtual melalui berbagai platform daring.

Namun, Project Officer S3 2021 menjelaskan bahwa panitia dan segenap pihak yang terlibat akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan serta menjalankan acara ini dengan baik.

Dilakukannya kegiatan Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) secara daring kemudian kembali mengingatkan kita oleh kasus kekerasan verbal kepada mahasiswa baru yang marak terjadi setahun belakangan ini.

Miranda Firdaus, mahasiswa yang menjabat sebagai Menteri Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) di BEM Unsoed memberikan tanggapannya mengenai fenomena tersebut. Menurutnya, perilaku bullying yang dilakukan oleh panitia tidak memiliki esensi apapun pada peningkatan karakter dan mentalitas mahasiswa, malahan justru akan berdampak pada gangguan kesehatan mental yang berkepanjangan.

Miranda, yang juga bertanggung jawab dalam penyelenggaraan acara S3 2021 kemudian memastikan bahwa acara ini terbebas dari aksi bullying dikarenakan mahasiswa yang saat ini menjadi panitia telah melalui proses penyeleksian yang cukup ketat, terutama pada divisi pendamping kelompok yang memiliki peran penting untuk mengayomi para mahasiswa baru.

“Karena mahasiswa baru paling sering berinteraksi dengan masing-masing pendamping kelompok, maka sejak awal pemilihan panitia, para calon pendamping memang telah diseleksi secara ketat. Mereka yang terpilih berarti sudah lolos kualifikasi sesuai standar kriteria yang telah ditetapkan,” ujar Miranda.

“Selain itu, para pendamping juga sudah melakukan proses bimbingan untuk berinteraksi dengan para mahasiswa baru melalui ‘sekolah pendamping’ sehingga dapat dipastikan tidak akan terjadi kasus bullying terutama secara verbal di acara S3 2021 yang akan diadakan secara daring nanti,” imbuhnya.

Tahun ini, acara S3 dibagi menjadi beberapa rangkaian acara yang mana sebagiannya sudah berjalan sejak pertengahan bulan Juli lalu. Acara ini dimulai dengan memperkenalkan mahasiswa baru kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat universitas serta perkenalan fakultas.

Setelah itu, para mahasiswa baru juga diberi arahan dan bimbingan oleh masing-masing pendamping kelompok untuk pembentukan karakter yang ditempuh melalui pertemuan kelompok diskusi, serta diperkenalkannya mahasiswa baru kepada dunia perkuliahan khususnya di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman.

Puncak acara S3 2021 selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 9-10 Agustus mendatang dengan rangkaian acara meliputi Expo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Expo Paguyuban, dan Expo Fakultas. Rangkaian acara tersebut juga merupakan wujud dari tekad panitia untuk mengikutsertakan seluruh elemen mahasiswa agar dapat ikut memeriahkan dan berpartisipasi pada S3 2021.

“Acara ini sejatinya bukan milik saya, bukan milik panitia atau milik BEM Universitas Jenderal Soedirman, melainkan milik seluruh mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman termasuk Fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa, Paguyuban, dan Organisasi Ekstra Kampus,” tutur Bima selaku Project Officer S3 2021.

Layaknya pelaksanaan ketika luring, S3 kali ini juga menyuguhkan berbagai macam mata acara yang menarik, baik dalam pengembangan akademik maupun nonakademik.

Pada bidang akademik, acara puncak nanti akan dimeriahkan oleh talkshow yang informatif dengan mengundang pembicara-pembicara yang mumpuni pada bidangnya. Talkshow ini tentunya akan membahas mengenai nilai-nilai yang terkandung pada tema acara yaitu Kepemudaan Indonesia.

Pada bidang nonakademik, S3 2021 juga mengadakan acara Soedirman Got Talent, yaitu ajang bagi para mahasiswa baru untuk dapat memperlihatkan berbagai macam bakat dan kemampuannya seperti menyanyi, menari, bela diri, menggambar, dan lainnya.

Nantinya, para mahasiswa dan masyarakat umum juga dapat mengakses acara ini secara langsung pada halaman resmi YouTube BEM Universitas Jenderal Soedirman.

Di akhir perbincangan, Bima selaku Project Officer S3 2021 juga berpesan kepada seluruh Generasi Soedirman 2021 (panggilan mahasiswa baru Unsoed) untuk tetap semangat dalam mengikuti rangkaian S3 secara menyeluruh, mengingat acara ini merupakan kaderisasi dan pengenalan awal untuk memasuki lingkungan kampus di Universitas Jenderal Soedirman.

Add Comment