Terminal Bulupitu Purwokerto Kembali Dibuka

Terminal Purwokerto Bulupitu kembali dibuka. Sejumlah bus antarkota antarprovinsi ( AKAP) jurusan Purwokerto-Jakarta mulai beroperasi sejak beberapa hari terakhir, Jumat (12/6). (Foto: TrendPurwokerto)

Purwokerto, Banyumas – Terminal Purwokerto Bulupitu kembali dibuka. Sejumlah bus antarkota antarprovinsi ( AKAP) jurusan Purwokerto-Jakarta mulai beroperasi sejak beberapa hari terakhir.

“Bus yang kembali beroperasi baru sekitar 20 persen. Untuk penumpang tujuan Jakarta mulai ada peningkatan, tapi belum banyak. Bus yang beroperasi Sinar Jaya, DMI, Dewi Sri dan Damri,” kata Bayu Setiawan Dwi Putranto,  Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Bulupitu Purwokerto, Jumat (12/6).

Bayu juga menjelaskan, penumpang bus tujuan Jakarta terbilang masih sangat minim. Setiap bus yang diberangkatkan dari Terminal Bulupitu rata-rata hanya mengangkut tiga hingga lima orang penumpang. Paling banyak hanya 11 orang penumpang.

Jumlah penumpang tersebut masih jauh di bawah batas maksimal sebanyak 70 persen kapasitas tempat duduk seperti dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 41 Tahun 2020.

Jumlah keberangkatan bus AKAP secara keseluruhan dengan berbagai tujuan, Rabu (10/6) tercatat sebanyak 48 armada dengan jumlah penumpang 298 orang, sedangkan jumlah kedatangan bus AKAP sebanyak 54 armada dengan penumpang sebanyak 243 orang.

Jumlah keberangkatan bus AKAP pada Kamis (11/6),  sebanyak 63 armada dengan jumlah penumpang 281 orang. Untuk jumlah kedatangan bus AKAP sebanyak 150 armada dengan penumpang sebanyak 247 orang.

Pentingnya Transportasi Umum untuk Kepentingan Publik

Sistem transportasi umum berkelanjutan memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan hidup dari komunitas yang dilayani.

Keberadaan sistem transportasi adalah untuk memenuhi kebutuhan keterkaitan ekonomi dan sosial serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan mobilitas (Schafer, A., 1998).

Manfaat dari peningkatan mobilitas dalam transportasi untuk kepentingan publik adalah untuk mengurangi dampak negatif terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Tujuan jangka pendek transportasi berkelanjutan adalah menekankan peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar dan pengontrolan terhadap emisi kendaraan, sedangkan tujuan jangka panjang transportasi berkelanjutan menekankan pada pengalihan penggunaan energi yang berasal dari fosil ke energi alternatif seperti energi terbarukan atau sumber daya terbarukan.

Suatu kota terbentuk dipengaruhi oleh sistem transportasi yang ada di kota tersebut. Pemukiman atau perumahan dibangun dekat dengan akses fasilitas transportasi, baik jalan maupun jalan rel (Mumford, 2009).

Kapasitas jalan dapat bertambah jika ada manfaat positif untuk masyarakat. Dengan pengaturan tata guna lahan yang baik, kota akan tertata dan jelas dimana daerah pemukiman, dimana daerah industri, dimana daerah perdagangan, dan fungsi-fungsi lahan lainnya.

Transportasi berkelanjutan mempunyai hubungan yang erat dengan pilar ekonomi dan sosial. Daerah atau kota yang mempunyai infrastruktur jalan yang baik akan mendukung peningkatan kualitas hidup warganya.

Kualitas hidup ini mencakup terwujudnya kenyamanan, keselamatan, keamanan lingkungan tempat hidup, kesejahteraan masyarakat, aktifitas ekonomi, dan akses yang mudah dari warga terhadap fasilitas transportasi yang terjangkau (Sutandi, 2015).

Add Comment