PT KAI Daop 5 Purwokerto Kembali Beroperasi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto Jawa Tengah setelah satu bulan lebih vakum akhirnya memberangkatkan  KA Serayu Pagi jurusan Purwokerto-Pasar Senen, Jumat, (12/6). (Foto: InaKoran)

Purwokerto, Banyumas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto Jawa Tengah setelah satu bulan lebih vakum akhirnya memberangkatkan  KA Serayu Pagi jurusan Purwokerto-Pasar Senen, Jumat, (12/6).

Kereta berangkat tanpa penumpang. Hal tersebut terjadi karena  belum pernah ada  sosialisasi, Operasional KA Serayu yang mendadak mengakibatkan tida ada oenumpang yang menggunakan kereta.

Supriyanto selaku Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto mengatakan bahwa pihaknya diinstruksikan untuk memberangkatkan KA Lokal Reguler KA Serayu padi kamis malam, paginya sekitar pukul 6.30 langsung operasional, sehingga KA tersebut masih belum ada atau atau nol penumpang.

“Operasional  KA Serayu Pagi mulai 12 Juni.  Nantinya semua KA jarak jauh dan KA lokal reguler juga mulai operasional, akan dilakukan secara bertahap,” tambah Supriyanto.

KAI hanya menjual tiket 70% pada tahap awal dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tujuannya untuk menjaga jarak antar penumpang selama dalam perjalanan. Selain itu, penumpang KA jarak jauh harus melengkapi persyaratan sesuai Surat edaran gugus tugas covid-19 no.7 tahun 2020.

KAI sudah menyusun prosedur yang menyesuaikan dengan aturan yang ditetapkan Pemerintah. Guna tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dan hal tersebut juga memenuhi standard yang ada, sehingga operasi bisa dikatakan aman dan terkendali.

“Kami dari PT KAI menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol yang sudah ditetapkan, agar penyebaran covid-19 dapat dicegah”, kata  Supriyanto.

Pelayanan Optimal PT KAI Dorong Kepuasan Pelanggan

PT KAI sebagai perusahaan yang menyediakan pelayanan bagi kemanfaatan umum, memberikan pelayanan jasa angkutan dalam rangka memperlancar arus perpindahan orang atau barang secara massal, dan menjadi perusahaan monopoli kereta api.

Diharapkan PT KAI dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat seperti pelayanan penjualan tiket sesuai waktunya, pemberangkatan kereta api sesuai jadwal, keamanan dan keselamatan penumpang dan lain sebagainya.

Untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan tentunya PT KAI memiliki strategi yang disusun berdasarkan situasi dan kondisi yang ada.

Agar strategi perusahaan atau organisasi disusun secara efektif, maka diperlukan adanya dapat informasi tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang berkaitan dengan kondisi dan situasi perusahaan atau organisasi tersebut.

Parasuraman et.al (1985) mengatakan ada dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas jasa, yaitu expective service (pelayanan yang diharapkan) dan perceived service (pelayanan yang diterima).

Oleh karena itu, PT KAI sebagai salah satu unit pelayanan publik memiliki kewajiban memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan bagi masyarakat. Hal ini didasarkan pada setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan dari aparat pemerintah secara baik.

Hak ini berlaku kepada siapa saja, baik ia anggota organisasi yang berkewajiban melayani atau orang luar yang harus dilayani. Jadi hak atas pelayanan ini sifatnya sudah universal berlaku terhadap siapa saja yang berkepentingan atas hak tersebut (Yanuaria, 2014).

Add Comment