Bundaran Gada Rujak Polo Ditargetkan Selesai 2 Oktober

Bundaran Gada Rujak Polo dalam tahap pembangunan yang ditargetkan hingga 2 Oktober mendatang. Bundaran terebut terletak di bundaran Underpass Jenderal Soedirman. Bundaran tersebut direncanakan akan menjadi landmark baru bagi Kota Purwokerto,  Selasa (8/6). (Foto: Pemkab Banyumas)

Purwokerto, Banyumas – Bundaran Gada Rujak Polo dalam tahap pembangunan yang ditargetkan hingga 2 Oktober mendatang. Bundaran terebut terletak di bundaran Underpass Jenderal Soedirman. Bundaran tersebut direncanakan akan menjadi landmark baru bagi Kota Purwokerto,  Selasa (8/6).

“Proyek berjalan sesuai kontrak yakni harus sudah selasai pada tanggal 2 Oktober 2020, kalau mulai pengerjaannya itu sendiri mulai efektif setelah lebaran kemarin,” jelas Taryono selaku Kasi Pembangunan Jalan DPU Banyumas.

Anggaran pembangunan tersebut sebesar Rp 1,8 Miliar, dimana dalam pembangunan tersebut tidak ada perubahan anggaran.

“Dalam penggarapan pelaksanaan pembangunan bundaran Underpass Jenderal Soedirman tidak ada kendala, paling kalau hujan tidak bisa kerja, tapi tidak terlalu banyak berpengaruh,” tambah Taryono.

Peningkatan Infrastruktur Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan suatu daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu pembangunan membutuhkan pendekatan yang tepat, guna menghasilkan pertumbuhan yang disertai pemerataan.

Infrastruktur berperan penting dalam peningkatan investasi dan memperluas jangkauan partisipasi masyarakat, serta pemerataan hasil pembangunan.

Kajian teori ekonomi pembangunan menjelaskan bahwa untuk menciptakan dan meningkatkan kegiatan ekonomi diperlukan sarana infrastruktur yang memadai. Infrastruktur juga merupakan segala sesuatu penunjang utama terselenggaranya suatu proses pembangunan suatu daerah.

Dengan meningkatnya kebutuhan dalam pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi telah mengantar pemerintah Indonesia untuk menyediakan kerangka kerja yang lebih baik untuk menarik investasi dan partisipasi swasta di skala yang terukur dalam proyek infrastruktur.

Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Dari alokasi pembiayaan publik dan swasta, infrastruktur dipandang sebagai lokomotif pembangunan nasional dan daerah.

Infrastruktur juga berpengaruh penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia, antara lain dalam peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses kepada lapangan kerja, serta peningkatan kemakmuran yang nyata. Infrastruktur juga memiliki pengaruh penting dalam peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses kepada lapangan kerja.

Keberadaan infrastruktur juga sangat diperlukan agar proses pembangunan sumber daya manusia di suatu daerah dapat berjalan dengan baik. Proses pembangunan yang disertai dengan perkembangan teknologi yang cepat mengharuskan adanya pendekatan yang benar-benar tepat dalam program pengembangan SDM (Atmaja dan Mahalli).

Add Comment