UMP  Purwokerto Gelar Webinar Bagi Kalangan SMA Sederajat

Webinar dengan tajuk Public Class For Undergraduate, yang mengusung tema “Move On dari Putih Abu-Abu, untuk Menjadi Individu yang Semakin Maju”. (Foto: UMP)

Purwokerto, Banyumas – Webinar dengan tajuk Public Class For Undergraduate, yang mengusung tema “Move On dari Putih Abu-Abu, untuk Menjadi Individu yang Semakin Maju. Diadakan di masa pandemi ini oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yang diberi nama Event Seri # 1. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tiga platform sekaligus, yaitu live zoom, youtube channel live streaming, dan live Instagram di lobby FEB UMP.

Naelati Tubastuvi selaku Dekan FEB UMP menjelaskan bahwa para peserta dapat mengikuti acara dengan baik, sehingga akan mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana dunia perkuliahan serta apa saja yang harus dipersiapkan selain itu, Tubastuvi juga menyampaikan tentang berbagai layanan serta fasilitas yang dimiliki UMP, serta prestasi yang telah diraih, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Herman Felan, pembicara pertama, alumni program studi Akuntansi, yang sekarang bekerja di RS Hermina, salah satu rumah sakit terbesar di kota Purwokerto. Herman juga mempunyai bisnis yang dirintis bersama rekan-rekannya semenjak kuliah.

Herman juga merupakan salah satu alumni yang pernah menjadi mahasiswa berprestasi semasa kuliah, dan menjadi mahasiswa yang aktif di berbagai kegiatan internasional maupun kegiatan lain yang ada di dalam negeri.

Materi yang disampaikan Herman mengkisahkan tentang tips bagaimana menjadi mahasiswa yang dapat membagi waktu dengan baik, sehingga baik secara akademik dan non-akademik akan dapat tercapai dengan optimal. Dan yang utama adalah menjadi mahasiswa yang memiliki keunggulan, dapat mengikuti perkembangan modernisasi, dan menjadi insan yang islami.

Ika Nurul Hayati, atau akrab disapa Caca selaku pembicara kedua yang merupakan mahasiswi aktif dengan berbagai prestasi yang diperoleh selama kuliah. Caca adalah runner up di pemilihan duta Genre Kabupaten Banyumas. Kiprahnya di berbagai kegiatan, membuat Caca semakin termotivasi untuk meningkatkan prestasinya, baik secara akademis di kampus, maupun di ranah sosial kemasyarakatan.

Acara ini diikuti oleh 253 peserta yang berasal dari berbagai SMA, SMK, dan MA di wilayah salah satunya dai Jakarta, Bekasi, Pati, Wonosobo, Kebumen, Purwokerto, dan lainnya. Rasa keingintahuan para peserta tentang bagaimana rasanya kuliah nanti serta tips move on dari masa SMA sangatlah besar, sehingga banyak pertanyaan yang masuk.

Pemanfaatan E-Learning bagi Para Pendidik di Era Digital

Di era digital atau revolusi Industri 4.0 ini, kemajuan teknologi menjadi hal yang tidak dapat diselesaikan dalam kehidupan manusia.

Era digital pada revolusi industry 4.0 yang saat ini sedang dialami mensyaratkan kita untuk menghadapinya, dengan berbagai teknologi berbasis digital yang semakin canggih pun harus kita kuasai atau setidaknya mengikuti arusnya, E-learning merupakan salah satu yang dapat kita gunakan dalam dunia pembelajaran dikelas (Yustanti dan Novita, 2019).

Guru harus belajar lebih baik dalam pembelajaran, perlu mendayagunakan sumber belajar seoptimal mungkin, hal ini membahas penting, karena keefektifan pembelajaran yang diikutsertakan pula oleh kemauan dan kemampuan mendayagunakan media pembelajaran, seperti web (google kelas).

Sebagai pendidik pun dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi pembelajaran dikelas, karena tugas atau tanggung jawab seorang pendidik tak terlepas juga dalam menghasilkan anak-anak yang mempunyai kompetensi di dalamnya salah satunya dalam penguasaan teknologi berbasis digital agar dirasa mampu dalam mengahadapi perkembangan dunia yang semakin pesat.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang pesat tersebut menghasilkan internet dengan pembelajaran yang berbasis web. Pembelajaran tersebut merupakan salah satu jenis penerapan dari konsep elearning.

Pembelajaran berbasis web yang paling sederhana adalah Website (Google Classroom) yang dapat dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran, diskusi, tugas, dan lain-lain yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran.

Pada era ini peserta didik dituntut untuk memiliki keahlian tertentu, selain itu juga pendidik juga dituntut memiliki beberapa kompetensi yang harus ia miliki agar program e-learning yang dijalankannya dapatberjalan dengan baik.

Tenaga kerja dalam semua bidang pada era Revolusi Industri 4.0 dituntut memiliki keterampilan digital, seperti dalam bidang pembangunan, ekonomi dan dalam bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan contohnya, seorang pendidik harus paham menguasai digital. Berbagai macam teknologi sudah seharusnya diterapkan dalam pengajaran dikelas.

Seorang pendidik perlu merencanakan teknik pembelajaran yang inovatif, kreatif dengan menggunakan pembelajaran berbasis teknologi atau Computer Assisted Instruction (Kristiawan, 2014).

Seorang pendidik atau guru harus mampu belajar yang ada agar belajar, kreatif dan menyenangkan.