UNSOED Ajak Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto melalui Pusat Mitigasi Bencana (Pusmit) mengingatkan dan mengajak warga di wilayah setempat selalu menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. (Foto: Unsoed)

Banyumas – Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto melalui Pusat Mitigasi Bencana (Pusmit) mengingatkan dan mengajak warga di wilayah setempat selalu menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

Arif Imam Hidayat selaku Anggota Departemen Kebencanaan Sosial dan Kesehatan Pusmit Universitas Jenderal Soedirman mengajak masyarakat harus terus menerapkan protokol kesehatan dengan bijaksana terutama dalam menjalani tatanan normal baru.

“Dalam menjalani aktivitas sehari-hari pada fase normal baru masyarakat harus tetap menggunakan masker, rajin cuci tangan, menjaga jarak fisik, menjaga etika batuk dan bersin serta tidak berkerumun dan tetap membatasi aktivitas jika tidak terlalu penting,” ujar Arif.

Beraktivitas pada normal baru bukan berarti sudah kembali ke fase normal seperti sebelum pandemi, normal baru berarti dapat kembali beraktivitas dengan diimbangi protokol kesehatan yang ketat dan dalam menjalani aktivitas perlu tetap mempertimbangkan risiko dan manfaat dengan baik dan bijaksana.

“Masyarakat perlu menyesuaikan diri dengan baik dalam penerapan normal baru agar tetap dapat berkarya sehingga roda ekonomi kembali bergulir, dengan demikian masyarakat dapat kembali beraktivitas namun juga harus tetap aman dari paparan virus dengan cara mengikuti anjuran terkait protokol kesehatan yang menjadi kunci,” tambahnya.

Silaturahim virtual masih menjadi pilihan terbaik di tengah penerapan normal baru. Sementara itu dia juga mengingatkan bahwa menjaga jarak fisik juga perlu dilakukan ketika berada di tempat ibadah. Kesadaran masyarakat akan perlunya menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama fase normal baru perlu terus ditumbuhkan.

Pentingnya Memelihara Kebersihan dan Keamanan Lingkungan Secara Partisipatif

Kesadaran Individu dan Seluruh Warga begitu penting dalam menjalankan perubahan pada masalah kebersihan dan keamanan lingkungan, baik terhadap lingkungan alam maupun lingkungan sosial.

Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya.

Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain.

Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara melap jendela dan perabot rumah tangga, menyapu dan mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan makan (misalnya dengan abu gosok), membersihkan kamar mandi dan jamban, serta membuang sampah.

Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan halaman dan selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari sampah.

Sistim Keamanan Lingkungan (Siskamling) menurut Tantowi (2008:70) adalah salah satu cara menciptakan suasana atau kondisi suatu lingkungan menjadi aman, seperti aman dari kejahatan, pencurian, penipuan, aman dalam beragama dan beraktivitas sehari-hari. Siskamling adalah dibentuk oleh kesadaran masyarakat untuk keamanan dan ketertiban lingkungannya.

Oleh karena itu Modernisasi dengan Sistim Cluster dengan melibatkan partisipasi seluruh warga secara gotong royong ini dapat membawa kearah kualitas kehidupan yang lebih baik, teratur dan tertata.

Para warga setuju denganadanya sistim ini dan juga adanya cara-cara yang dilakukan dalam memberikan alternatif untuk lebih dapat menyadarkan masyarakat, tentang perlunya terus meningkatkan nilai Kebersihan dan Keamanan Lingkungan secara partisipatif (Iskandar, 2018).

Add Comment