HUT Polri ke 74 Bagikan Sembako

Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas membagikan sejumlah bantuan sembako diperuntukan bagi masyarakat yang terdampak pamdemik Covid-19 yang berlokasi di Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Polri ke-74, Selasa (9/6). (Foto: Pemkab Banyumas)

Purwokerto, Banyumas – Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas membagikan sejumlah bantuan sembako diperuntukan bagi masyarakat yang terdampak pamdemik Covid-19 yang berlokasi di Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Polri ke-74.

Pol Didi Hardi S selaku Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Purokerto yang mewakili Polda Jawa Tengah mengungkapkan bahwa, untuk perayaan HUT Polri tahun ini dilakukan secara sederhanya, menimbang masih mewabahnya Covid-19 di Indonesia, Selasa (9/6).

Didi juga menyampaikan bahwa jika ada anggaran yang kelebihan maka akan didistribusikan melalui kegiatan pemberian tali asih kepada warga yang terdampak Covid khususnya. Saat ini bersama-sama di seluruh Polda Jawa Tengah beserta Polres Jajaran memberikan bantuan tali asih kepada masyarakat.

“Selain itu, target mereka juga menjangkau tempat-tempat terpencil untuk diberikan bantuan tersebut. Kemudian Polda juga mengarahkan kepada setiap Polres untuk memberikan bantuan sembako. Hampir rata-rata tiap Polresnya itu memberikan bantuan sembako sebanyak 10 ton, dibagikan secara merata di banyak tempat,” ujar Didi.

Polresta Banyumas juga diwaktu yang sama memberikan bantuan di tiga titik yakni di Desa Kebumen, Desa Rempoah keduanya Kecamatan Baturraden dan Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang dipimpin Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka.

“Kemudin masing-masing Polsek di 27 titik, itu pelaksanakan secara serentak. Untuk 10 ton beras yang rencananya kita sumbangkan, tidak dibagikan sehari saja. Kalau hari ini brarti total ada 30 KK untuk masing-masing Polsek, Polresta Banyumas sendiri ada 100 KK, kemduain untuk Polda Jawa Tengah ada 75 KK yang kita berikan,” kata dia.

Peran Polisi Bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara

Polisi adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, demikianlah yang dikatakan dalam UUD 1945 pasal 30 ayat (4). Sebagai abdi masyarakat, tugas polisi dalam melindungi tahanan adalah salah satu bentuk upaya perlindungan terhadap masyarakat.

Dalam menjalankan tanggungjawabnya ini, seorang polisi dituntun oleh ondang-undang sehingga apa yang dilakukan merupakan perpanjangan tangan negara dalam melindungi warga masyarakat.

Seringkali tindakan polisi dalam melindungi masyarakat ini tidak dihargai oleh masyarakat dan oleh karena itu polisi juga membutuhkan perlindungan hukum atas perlakuan masyarakat. Misalnya ketika dicaci dan dimaki oleh pendemo saat melakukan pengamanan demonstrasi, dan lain sebagainya.

Di lain pihak, polisi juga dalam upaya penegakkan hukum dan perlindungan masyarakat sering melakukan tindakan anarkis dan arogan terhadap masyarakat.

oleh karena itu barometer bertindak adalah kesadaran etis-moral yang diperoleh dalam pendidikan sebagai perwujudan upaya pembentukan good governance yang baik dalam lingkungan kepolisian.

Polisi adalah alat negara untuk menciptakan kedamaian, perlindungan dan penegakan hukum. Sebagai abdi negara, maka segala tindakan polisi diarahkan untuk menjawab kebutuhan negara dalam melindungi, mengayomi, melayani dan menegakan hukum dalam kehidupan bernegara.

Bentuk pertanggungjawaban polisi terhadap negara adalah dengan menjalankan tanggungjawab berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 (Wahani, 2014).

 

Add Comment