Sembako Cantel Ajibarang Bentuk Jiwa Sosial di Tengah Pandemi

Warga RW 08 Desa Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang Banyumas mempunyai cara unik untuk berbagi keberkahan bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap tetangga, dimasa pandemi covid-19. (Foto: Pemkab Banyumas)

Banyumas – Warga RW 08 Desa Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang Banyumas mempunyai cara unik untuk berbagi keberkahan bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap tetangga, dimasa pandemi covid-19.

Caranya adalah dengan berbagi bahan makanan kebutuhan sehatri-hari, yakni bagi warga yang mampu mereka mencantelkan kresek yang berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, sayuran, tempe, tahu, telur dan lainya. Sementara bagi warga yang membutuhkan dipersilahkan untuk mengambil seperlunya secara gratis. Kegiatan sosial tersebut berlangsung di depan masjid tepatnya di jalan raya Jakarta-Purwokerto.

Dengan sembako cantel yang dipajang ini merupakan ajakan kepada warga yang mampu untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Sembako cantel diperuntukan tidak hanya untuk warga setempat, tetapi juga warga umum yang melintas serta pengguna jalan boleh mengambil dengan cara gratis. Kegiatan tersebut di inisiasi oleh oleh PKK dan warga di 5 Rukun Tetangga (RT) di satu Rukun Warga (RW) 08 Desa Ajibarang Kulon.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan warga RW 08 dan terus berupaya secara bergotong royong dalam kegiatan sosial ini. Kegiatan sosial sembako cantel ini berjalan sudah beberapa hari dan memang ide kreatif para ibu ibu PKK di RW 08. Sembako yang di berikan tersebut merupakan sembako dari pemberian warga yang dibeli di warung warung sekitar lingkungan Rw 08,” ujar Ahmad solihin selaku Kepala Desa Ajibarang Kulon.

Ahmad juga menyampaikan bahwa atas nama pemerintah desa sangat mendukung dan sangat  mengapresiasi kegiatan warganya, dan jumlah yang dicantelkan semula hanya sekitar 100 namun sekarang mencapai 500.

Ketua Tim Penggerak PKK Ny Erna Husein juga sangat mengapresiasi adanya jaga tangga dengan sembako cantel.

“Dengan gotong royong ini memastikan bahwa tetangganya tidak ada yang kekurangan, karena bisa mengambil disini, sehingga dapurnya bisa tetap ngebul untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,” katanya.

Peran Karang Taruna dalam Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Pemuda pada dasarnya merupakan suatu generasi yang pada pundaknya mengemban sesuatu yang diharapkan untuk dapat terwujud dalam kehidupan masyarakat dan kehidupan berbangsa bernegara.

Pemuda juga diharapkan dapat berperan sebagai generasi penerus, yakni generasi yang akan melanjutkan perjuangan dari generasi sebelumnya.

Menurut Alma (2010:201) menyatakan kepedulian sosial merupakan makhluk sosial yang saling ketergantungan dengan manusia lain untuk membantu orang lain atau sesama manusia agar tercapai atau terciptanya keseimbangan relatif dalam kehidupan.

Peran Karang Taruna dalam memberikan motivasi terkait kepedulian sosial dilakukan oleh setiap anggota Karang Taruna selalu memberikan motivasi kepada pemuda, khususnya teman-temannya dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal supaya mau ikut berkontribusi melakukan kegiatan-kegiatan sosial.

Bentuk kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh karang taruna dalam menumbuhkan kepedulian sosial diantaranya dilakukan dengan cara melakukan bakti sosial seperti kerja bakti membersihkan saluran sanitasi, membersihkan fasilitas umum dari rumput, memasang lampu penerangan jalan di tiap blok, kegiatan semprot nyamuk DBD, kegiatan donasi bantuan kepada fakir miskin anak yatim, kegiatan donasi musibah bencana, kegiatan taman hidroponik.

Faktor pendukung yang berasal dari internal diantaranya seperti keinginan dari para anggota untuk mau melaksanakan rencana kegiatan karang taruna, adanya rencana kegiatan yang sudah ditetapkan oleh karang taruna, fasilitas kerja dan sekretariat karang taruna kita sudah miliki, rencana kegiatan karang taruna dan sebagainya.

Sedangkan faktor pendukung di luar dari karang taruna atau yang berasal dari masyarakat diantaranya seperti warga masyarakat mendukung pelaksanaan kegiatan yang dilakukan karang taruna, termasuk kegiatan sosial (Oktaviani dkk, 2019).

Add Comment