Peresmian Kampung Siaga Pencegahan Covid 19

Peresmian Kampung Siaga Pencegahan Covid 19 di kelurahan Pasirkidul RT 04/05 Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, provinsi Jawa Tengah bersama Wakil Bupati ( Wabub ) Kabupaten Banyumas, Drs. Sadewo Tri Lastiono, Senin (8/6). (Foto: Pemkab Banyumas)

Banyumas – Peresmian Kampung Siaga Pencegahan Covid 19 di kelurahan Pasirkidul RT 04/05 Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, provinsi Jawa Tengah bersama Wakil Bupati ( Wabub ) Kabupaten Banyumas, Drs. Sadewo Tri Lastiono, Senin (8/6).

Kepala Polisi Resort Kota (Kapolresta) Kombes Wisnu Caraka, S.IK, Anggota DPRD Banyumas Rellya Venny Oktalina, Camat Purwokerto Barat Edi Paryono, Kapolsek Purwokerto Barat AKP Hariyanto, Babinkantibmas, Sudharmono, S.Sos,  Babinsa Pasir kidul Fadjar Poetra, Lurah Pasir Kidul Supardi, Ketua RW.IV Nur Kholis, S.Pd, Ketua RT 04 / RW IV Toto Widhi Hartono, dan warga masyarakat kelurahan Pasir kidul ikut serta hadir dalam peresmian.

“Banyumas menjadi percontohan dalam kegiatan Posko  Pencegahan Covid 19 dan berharap Banyumas yang  pertama  juga menjadi Daerah Bebas Covid 19 se-Jawa Tengah,” ujar Wakil Bupati Banyumas, Drs. Sadewo Tri Lastiono dalam pidato sambutannya.

Tujuan pendirian Posko Kampung Siaga Pencegahan Covid 19 di beberapa titik di kabupaten Banyumas adalah untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan siaga dalam usaha pencegahan covid 19. Jangan sampai lengah dalam  berperilaku hidup di masa New Normal. Sehingga tidak ada lagi bahaya Pandemi Corona susulan berdasarkan pemaparan dari Kapolresta Banyumas, Kombes Wisnu Caraka, S.IK.

“Semoga virus corona bisa cepat hilang dari bumi Banyumas khususnya dan bumi Indonesia umumnya,” tambahnya.

Rellya Venny Oktalina selaku anggota DPRD Banyumas juga menyampaikan tetima kasih dan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada  Polresta Banyumas dan warga RW IV Kelurahan Pasir kidul yang telah mendirikan Posko Kampung Siaga Pencegahan Covid 19.

“Hal ini sangat penting dan sangat bermanfaat bagi warga. Agar warga masyarakat membiasakan diri hidup bersih dan hidup sehat. Dimasa New Normal ini, diharapkan masyarakat semakin rajin cuci tangan, tidak berkerumun, tetap menjaga jarak, dan  selalu memakai masker, baik di rumah maupun saat sedang bepergiPartisipasi masyarakat adalah satu komponen yang sangat penting dalam melaksanakan pembangunan di kampung, karena dengan pelibatan partisipasi masyarakat yang murni akan berdampak pada kemanfaatan hasil pembangunan terhadap masyarakat kampung tersebut. an, ” jelasnya.

Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis sembako bantuan alat dan handsanitaizer, pengukur suhu, dan alat disinfektan dari Polresta dan FORD kepada perwakilan masyarakat kelurahan Pasir kidul.

Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Program Kampung Siaga

Konsep partisipasi dalam administrasi publik merupakan sesuatu yang sangat penting dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi. Ketika memasukkan nilai-nilai reinventing government yaitu prinsip “community owned government : empowering rather than serving” yang menunjukkan betapa pentingnya partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan.

Kedudukan partisipasi masyarakat kemudian diperkuat dengan berkembangnya perspektif new public service. Dimana jadi diri warga negara tidak hanya dipandang sebagai persoalan kepentingan semata (self interest) namun juga melibatkan nilai, kepercayaan, dan kepedulian terhadap orang lain (Osborne dan Gaebler : 2005).

Dalam perspektif ini warga negara diposisikan sebagai pemilik pemerintahan (owner of government) yang mampu bertindak secara bersama-sama mencapai sesuatu yang lebih baik. Kepentingan publik tidak lagi dipandang sebagai kepentingan pribadi, melainkan sebagai hasil dialog dan keterlibatan publik dalam mencari nilai bersama dan kepentingan bersama (Denhardt & Denhardt, 2013).

Partisipasi masyarakat adalah keikutsertaaan masyarakat secara sukarela yang didasari oleh determinan dan kesadaran diri masyarakat itu sendiri dalam program pembangunan.

Ada lima cara untuk melibatkan keikutsertaan masyarakat yaitu:

  1. Survei dan konsultasi lokal untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan.
  2. Memanfaatkan petugas lapangan, agar sambil melakukan tugasnya sebagai agen pembaharu juga menyerap berbagai informasi yang dibutuhkan dalam perencanaan.
  3. Perencanaan yang bersifat desentralisasi agar lebih memberikan peluang yang semakin besar kepada masyarakat untuk berpartisipasi.
  4. Perencanaan melalui pemerintah lokal.
  5. Menggunakan strategi pembangunan komunitas (community development) (Conyer dalam Soetomo, 2008).

Partisipasi masyarakat adalah satu komponen yang sangat penting dalam melaksanakan pembangunan di kampung, karena dengan pelibatan partisipasi masyarakat yang murni akan berdampak pada kemanfaatan hasil pembangunan terhadap masyarakat kampung tersebut (Irawan, 2019).

Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program kampung siaga aktif adalah berasal dari kesadaran diri sendiri, yaitu dengan turut sertanya mereka dalam mendukunng kegiatan-kegiatan sosial masyarakat dan menyukseskan program bersama, serta mengikuti peraturan yang ada.

Add Comment