Karangkemiri Tertibkan Masyarakat Tidak Menggunakan Masker

Penertiban penggunaan masker dalam rangka pencegahan Covid-19 berlokasi di pertigaan Desa Karangkemiri depan SMP Ma’arif NU Pekuncen oleh pemerintah desa bersama satgas desa penanggulangan Covid-19, Sabtu (6/6). (Foto: Pemkab Banyumas)

Karangkemiri, Banyumas – Penertiban penggunaan masker dalam rangka pencegahan Covid-19 berlokasi di pertigaan Desa Karangkemiri depan SMP Ma’arif NU Pekuncen oleh pemerintah desa bersama satgas desa penanggulangan Covid-19.

Kegiatan ini bertujuan agar tidak terjadi penularan Covid-19 terhadap warga secara masif. Juga sebagai reminder bagi masyarakat untuk selalu  memberikan proteksi  terhadap dirinya sendiri melalui penggunaan masker, Sabtu (6/6).

Penggunaan masker bertujuan agar tidak terjadi perluasan dalam penularan Covid-9 juga agar wabah tersebut tidak masuk dalam kampung tersebut.

Dari kegiatan tersebut tercatat ada 19 orang warga yang melakukan pelanggaran dengan tidak menggunakan masker pada saat bepergian atau keluar rumah.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan aman. Kegiatan ini juga dikawal oleh POLRI dan TNI sehingga menimbulkan efek kepatuhan bagi masyarakat untuk menaati peraturan yang berlaku.

Makna Gotong Royong Bagi Masyarkat

Hidup ditengah-tengah masyarakat mengharuskan untuk saling mengharagai dan saling membantu untuk urusan bersama maupun urusan pribadi agar meminimalisir kesulitan, oleh karena itu diperlukan spirit gotong royong ditengah masyarakat.

Makna yang terkandung dalam setiap kegiatan gotong royong tergantung dari kegiatan yang dilaksanakan, nilai-nilai yang ada seperti kebersamaan yang kuat menjadi salah satu makna yang besar dalam kehidupan masyarakat.

Secara umum, nilai yang sering ditemukan dalam kegiatan gotong royong adalah adanya nilai kebersamaan dalam masyarakat yang penuh dengan kesadaran melaksanakan atau mengikuti kegiatan gotong royong tersebut. Kebersamaan tersebut terdiri dari nilai kesedihan dan nilai kebahagiaan serta nilai toleransi dalam masyarakat.

Nilai gotong royong tidak hanya dapat dimaknai begitu saja, namun dapat dikaitkan dengan solidaritas yang ada dalam masyarakat, gotong royong dan solidaritas akan saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Kekuatan solidaritas dengan adanya gotong royong tentu perlu dipertahankan, dalam upaya mempertahankan hal tersebut maka dibutuhkan upaya dan usaha masyarakat.

Berbagai upaya dan usaha dapat dilakukan oleh masyarakat secara umum, juga dibantu oleh tugas dan fungsinya dalam masyarakat sehingga dapat memberikan upaya-upaya yang baik untuk pelaksanaan gotong royong, dan mempertahankan kekuatan solidaritas yang ada dalam masyarakat (Rolitia, 2017).

Add Comment