Bantuan Sosial Tunai Tahap II Bagi Warga Karangtalun

Penyerahan serentak Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap II bagi warga Desa Karangtalun Lor Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas yang terdampak COVID-19, Minggu (7/6). (Foto: Pemkab Banyumas)

Banyumas – Penyerahan serentak Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap II bagi warga Desa Karangtalun Lor Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas yang terdampak COVID-19, Minggu (7/6).

Jumlah penerima BST Pusat bsgi warga Desa Karangtalun Lor sebanyak 178 KK, dengan rincian 140 KK melalui Kantor Pos dan 38 KK ditransfer lewat Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Setiap penerima berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp 600.000 perbulan sebanyak 3x terhitung dari Bulan April, Mei dan Juni.

Anggaran ini bersumber dari Pemerintah Pusat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti membeli beras dan kebutuhan bahan pokok lainnya.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar serta sudah memenuhi standar protokol kesehatan penanganan COVID-19. Diantaranya penerima wajib memakai masker, pengecekan suhu tubuh, melakukan social distancing/jaga jarak dan tersedianya tempat cuci tangan pakai sabun/penggunaan handsanitizer.

Ketentuan dalam pengambilan BST di Balai Desa Karangtalun Lor antara lain :

  1. Penerima wajib menggunakan masker dan menunjukkan Surat Undangan, KTP dan KK Asli disertai Fotocopy.
  2. Penerima yang tidak bisa hadir bisa diwakilkan oleh salah satu keluarga yang masih dalam satu KK.
  3. Penerima yang tidak bisa hadir dan tidak ada anggota keluarga yang mewakilkan, maka akan dilayani di loket Kantor Pos terdekat atau petugas Kantor Pos yang akan mendatangi rumah penerima

Kegiatan ini diawasi langsung oleh perwakilan Forkompimca Kecamatan Purwojati, Babinkamtibmas, dan Babinsa untuk menjaga tertibnya kegiatan dan memastikan bahwa penyaluran bantuan berlangsung secara tepat.

Pentingnya Proses Pengawasan Guna Dalam Proses Lapangan

Stoner, Freeman, dan Gilbert (2000) menjelaskan bahwa pengawasan adalah upaya sistematis dalam menetapkan standar kinerja dan berbagai tujuan yang direncanakan, mendesain sistem informasi umpan balik, membandingkan antar kinerja yang dicapai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan apakah terdapat penyimpangan dan tingkat signifikansi dari penyimpangan tersebut, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh sumber daya perusahaan dipergunakan secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Tujuan dari fungsi pengawasan yaitu :

  1. Adaptasi Lingkungan. Tujuan pertama dari fungsi pengawasan adalah agar perusahaan dapat terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan perusahaan, baik lingkungan yang bersifat internal maupun lingkungan eksternal.
  2. Meminimumkan Kegagalan. Ketika perusahaan melakukan kegiatan produksi misalnya, perusahaan berharap agar kegagalan seminimal mungkin.
  3. Meminimumkan Biaya. Fungsi pengawasan melalui penetapan standar tertentu dalam meminimumkan kegagalan dalam produksi misalnya, akan dapat meminimumkan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.
  4. Antisipasi Kompleksitas Organisasi. Tujuan terakhir dari fungsi pengawasan adalah agar perusahaan dapat mengantisipasi berbagai kegiatan organisasi yang kompleks.

Langkah-langkah dari proses pengawasan sehingga kaitan antara apa yang dikerjakan dengan perencanaan dapat terlaksana dengan baik adalah sebagai berikut: langkah pertama adalah penetapan standar sebaiknya dilakukan pada saat perencanaan dilakukan.

Setelah ditetapkan penetapan standar maka dilakukan penilaian kinerja untuk membandingkan kinerja yang dicapai dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan semula dan penilaian kinerja ini dilakukan secara terus-menerus.

Setelah ditetapkan bahwa yang akan dinilai tahap ketiga akan melakukan perbandingan dari apa yang telah diperoleh dengan standar yang telah ditetapkan. Apabila kinerja berada di bawah standar berarti mendapatkan masalah, oleh karena itu kemudian perlu melakukan pengendalian yaitu dengan mencari jawaban mengapa masalah tersebut terjadi disinilah melakukan berbagai tindakan untuk mengoreksi masalah tersebut (Bate’e dan Gea, 2018).