Dinperindag Renovasi Pasar Banyumas Mulai Juli  2020

Dimana kemungkinan pelaksanaan pembangunan akan mulai digarap September mendatang, Sarikin menambahkan, untuk pemidahan pedagang secara prosedural akan pihaknya mulai garap bulan Juli. (Foto: Radarbanyumas)

Purwokerto – Pembangunan pasar mengakibatkan pemindahan pedagang pasar Banyumas yang akan mulai digarap bulan Juli 2020.

Selama proses pembangunan pasar lokasi pemindahan sementara pedagang tersebut direncanakan di Desa Sudagaran, tepatnya sebelah Selatan SMA Negeri Banyumas. Lokasi diperkirakan dapat menampung 400 pedagang Pasar Banyumas.

Sarikin, Kepala Bidang Pasar Dinperindag Banyumas menjelaskan bahwa semua proses administrasi telah selesai semua tinggal nunggu lelang, dan lelang ini yang melaksanakan ialah Satker PUPR Wilayah Jawa Tengah. Jadi untuk pemindahan pedagang tinggal nunggu lelang, begitu lelang ok, kita langsung garap pemindahan pedagang dan bidang sementaranya kita buat.

“Dimana kemungkinan pelaksanaan pembangunan akan mulai digarap September mendatang, Sarikin menambahkan, untuk pemidahan pedagang secara prosedural akan pihaknya mulai garap bulan Juli,” tambahnya.

Agustus itu pemindahan pedagang, prosesnya paling tidak bulan Juli, karena untuk pemindahan pedagang ini paling tidak kita butuh waktu sekitaran dua puluh hari untuk pembuatan bedang sementaranya dan pemindahannya dengan jumlah pedagang sekitaran tigaratus atau hampir 400.

Sementara itu, dengan anggaran keseluruhan pembangunan sekitar Rp 20 Miliar, pembangunan Pasar Banyumas akan dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak atau multi years contract.

“Untuk anggaran tidak ada perubahan, cuma pembangunan dilaksanakan dua tahun atau multi years, karena akibat dari pandemi ini juga, ” kata Sarikin, Kabid Pasar Banyumas, Kamis (4/6).

Pembangunan akan dilaksanakan selama dua tahun, pembangunan Pasar Banyumas, tambah Sarikin, pada tahun 2020 ini pembangunan akan dilaksanakan hanya sebatas dasar bangunan saja dan dimungkinkan digarap mulai September mendatang.

Peran Pasar dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Otonomi daerah merupakan titik fokus yang penting dalam rangka memperbaiki kesejahteraan masyarakat. Sektor ekonomi, baik sektor formal maupun sektor informal merupakan aspek penting yang dapat menunjang kemajuan suatu daerah dan bahkan suatu bangsa.

Maju atau tidaknya suatu daerah ditentukan oleh kamauan dan kemampuan daerah itu sendiri. Upaya pemerintah daerah dalam rangka pencapaian kesejahteraan masyarakat adalah dengan membangun fasilitas-fasilitas umum seperti pasar tradisional.

Pasar menjadi salah satu sarana ekonomi yang menjadi tolok ukur dalam peningkatan pendapatan ekonomi suatu daerah.

Seiring dengan perkembangan zaman, Pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi antara penjual dan pembeli melainkan Pasar telah menjadi sarana penggerak roda perekonomian dalam skala besar.

Pengelolaan pasar tradisional adalah penataan pasar tradisional yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pasar tradisional.

Ruang lingkup pengelolaan pasar tradisional meliputi: a.Ketertiban dan keamanan pasar; b.Kebersihan dan kenyamanan; c. Persampahan; d.Parkir; e.Penyediaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana pasar; f.Perizinan serta penataan pedagang dan PKL; g.Penetapan dan pemungutan retribusi; h.Laporan dan pertanggungjawaban; i.Sanksi (Fitriyati, 2017).

Add Comment