Uji Kejujuran Siswa Banyumas dalam Menghadapi Ujian dari Rumah

Beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Banyumas melakukan ujian untuk Penilaian Akhir Tahun. Ujian yang dilakukan di rumah ini tentunya membutuhkan kejujuran siswa maupun orang tua dalam pengerjaannya, Kamis(04/06). (Foto: mediaindonesia)

Purwokerto – Beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Banyumas melakukan ujian untuk Penilaian Akhir Tahun. Ujian yang dilakukan di rumah ini tentunya membutuhkan kejujuran siswa maupun orang tua dalam pengerjaannya.

Robinn, salah satu orang tua siswa yang anaknya sedang menjalani ujian di rumah menuturkan, ada pembatasan waktu selama mengerjakan soal-soal ujian dan sebelumnya juga diawali dengan doa bersama yang dipimpin salah satu siswa secara bergantian.

Robin menjelaskan bahwa urutan ujiannya seperti ujian di sekolah, ada pembacaan doa, kemudian soal dibagikan melalui grup kelas pada jam tertentu, yang bersamaan dengan dimulainya waktu pengerjaan soal. Rata-rata per mata pelajaran waktu mengerjakannya sekitar 2 jam.

“Pelaksanaan ujian di rumah dibutuhkan kejujuran, baik dari orang tua maupun siswa. Orang tua harus mempunyai komitmen untuk tidak mengajari anaknya, sebaliknya justru mengawasi dan mengingatkan,” ujarnya, Kamis (04/06).

Para siswa juga harus berkomitmen untuk tidak membuka buku pelajaran selama ujian berlangsung. Karena pengawasan hanya dari pihak orang tua, maka dibutuhkan kejujuran dalam keluarga.

“Sebelum mulai mengerjalan soal-soal, para siswa diberitahu tentang tata tertib pelaksanaan ujian, antara lain tidak diperbolehkan membuka buku pelajaran ataupun buku catatan dan jika menyetor jawaban melebihi batas waktu yang ditentukan, maka akan ada pengurangan nilai,” ujar Siti Nurjanah selaku salah satu guru di SMP Boarding School Putra Harapan Purwokerto.

Jawaban ujiannya sendiri disetor dengan cara difoto dan dikirimkan kepada masing-masing guru mata pelajaran. Anak-anak harus dibiasakan untuk bersikap jujur, meskipun dikerjakan di rumah, seharusnya tetap menjungjung tinggi nilai-nilai kejujuran.

Pentingnya Melatih Kejujuran Bagi Siswa Sekolah

Pada dasarnya, pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang (Hakim, 2017).

Pentingnya pendidikan karakter, secara implisit tertera dalam cita-cita pembangunan nasional dan ditegaskan dalam rencana pembangunan jangka panjang (RPJPN) tahun 2005-2015, di mana pendidikan karakter ditempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembanguna n nasional (Kemendiknas, 2011).

Emosda (2011) mengemukakan bahwa tujuan utama sebuah pendidikan adalah membentuk kejujuran, sebab kejujuran adalah modal dasar dalam kehidupan bersama dan kunci menuju keberhasilan. Melalui kejujuran kita dapat mempelajari, memahami, dan mengerti tentang keseimbangankeharmonisan. Jujur terhadap peran pribadi, jujur terhadap hak dan tanggung jawab, jujur terhadap tatanan yang ada, jujur dalam berfikir, bersikap, dan bertindak.

Penanaman nilai-nilai kejujuran menuntut tata kehidupan sosial yang merealisasikan nilai-nilai tersebut. Keteladanan yang baik dari orang tua dan guru, akan mengantarkan anak didik untuk mendapatkan modelling yang tepat untuk dijadikan cermin kepribadian dalam kehidupan mereka.

Tanpa menyertakan keteladanan (dalam hal ini kejujuran) pada pribadi orang tua dan guru, boleh jadi anak didikakan kehilangan public figure yang bisa membawa mereka menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter (Messi dan Harapan, 2017).