Tim Penggerak PKK Banyumas Produksi Jamu

Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas memproduksi jamu tradisinonal untuk meninggkatkan daya tahan tubuh agar menjadi bugar dan tidak mudah terserang penyakit sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan yang optimal di Tengah Pandemi Covid-19, Rabu (04/06). (Foto: Pemkab Banyumas)

Banyumas – Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas memproduksi jamu tradisinonal untuk meninggkatkan daya tahan tubuh agar menjadi bugar dan tidak mudah terserang penyakit sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan yang optimal di Tengah Pandemi Covid-19, Rabu (04/06).

Ny. Erna Husein selaku ketua tim penggerak PKK Kabupaten Banyumas bersama dengan Tim Pokja III membuat jamu tradisional mulai dari menyiapkan bahan baku hingga proses pembuatan jamu. Kegiatan tersebut berlanggsung di rumah kediaman Bupati di Perumahan Graha Satria Gang Melati Nomor 3 Purwojerto, dengan cermat, pengurus PKK Kabupaten ini, meneliti dan meracik bahan jamu tradisional untuk diproses menjadi minuman jamu tradisional

Jamu tersebut dibuat selain untuk kesehatan, juga menambah imunitas tubuh dan penangkal penyakit salah satunya Virus Corona. Jenis jamu yang dibuat bermacam jenis, antara lain beras kencur, temu lawak, kunyit asem, jamu pahitan dan jamu lainnya.

“Jamu yang telah dibuat besama kader PKK ini, dibagikan gratis untuk warga di dua wilayah yakni Desa Sokawera Kecamatan Cilongok dan Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang tepatnya di Desa Sokawera RT 02 RW 02 yang mana terdapat satu orang postitif pasien Covid-19 yang tertular pemudik dari Jakarta,” ujar Erna.

Dengan kondisi tersebut Ketua PKK ini megajak untuk menggalakan kegiatan minum jamu dalam rangka untuk meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh untuk warga yang tengah menjalani mini lockdown.

“Karena Jamu sangat bermanfaat untuk imun tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh saya pun mengajak warga untuk minim jamu bersama,” tambahnya.

Proses pembuatan jamu yang dilakukan, juga sebagai tutorial, mengingat untuk pertemuan tatap muka dengan kader-kader di wilayah saat ini ditiadakan. Sehingga informasi, dan pelatihan dapat menggunakan media sosial yang ada, sehingga nantinya masyarakat bisa membuat jamu sendiri.

Esensi Dasar Munculnya Organisasi PKK di Indonesia

Keputusan pemerintah untuk merevitalisasi dan mengelompokkan organisasi perempuan di bawah departemen dalam federasi mengakibatkan lahirnya Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), yaitu organisasi yang mewadahi perempuan yang tidak berada di bawah departemen.

Organisasi ini bermula dari Pendidikan Kesejahteraan Keluarga yang berupaya melibatkan partisipasi dan merupakan program pendidikan perempuan. Selanjutnya organisasi ini berubah menjadi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga yang berupaya tidak hanya mendidik perempuan, melainkan membina dan membangun keluarga di bidang mental spiritul dan fisik material serta peningkatan mutu pangan, sandang, papan, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Bergulirnya reformasi dan disyahkannya GBHN 1999 oleh MPR serta adanya paradigma baru pembangunan dan semangat otonomi daerah, maka kepanjangan PKK berubah menjadi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, yaitu sebuah organisasi yang melibatkan partisipasi perempuan dan laki-laki dalam upaya mewujudkan keluarga sejahtera.

Kesejahteraan keluarga menjadi tujuan utama PKK. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang akan berpengaruh besar terhadap kinerja pembangunan dalam mendukung program- program pemerintah.

Dari keluarga yang sejahtera ini, maka tata kehidupan berbangsa dan bernegara akan dapat melahirkan ketentraman, keamanan, keharmonisan, dan kedamaian. Dengan demikian, kesejahteraan keluarga menjadi salah satu tolak ukur dan barometer dalam pembangunan dengan program-program pemerintah.

PKK menjadi gerakan untuk membantu dan mendukung programprogram pemerintah dengan mendata beberapa aspek yang diperlukan seperti data warga, ibu hamil, bayi, dan balita, kelahiran, kematian, sampai kegiatan masyarakat.

PKK juga harus menembus pemahaman agama yang kurang tepat, tentang pelarangan penggunaan alat kontrasepsi termasuk mereka harus memberikan penjelasan yang utuh tentang manfaat program KB kepada masyarakat yang rata-rata berpendidikan rendah, mereka membantu korban kekerasan perempuan dalam rumah tangga dan masyarakat.

PKK consern dalam membela kaum miskin yang kelaparan dengan cara membantu ekonomi kaum perempuan. Program kerja PKK berorientaasi pada praksis, artinya PKK bergerak pada aksi-aksi nyata memberdayakan dan memihak kaum perempuan, dan lebih dari itu, PKK mempunyai andil besar dalam mensukseskan lomba desa (Shalfiah, 2013).