Persiapan Pariwisata Banyumas Era New Normal

Dinas Pariwisata mulai melakukan berbagai persiapan  menyambut era “The New Normal” pariwisata pasca pandemi Covid-19 sebgai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyumas Jawa Tengah dalam menghadapi pandemi ini, Rabu (03/06). (Foto: nativeindonesia)

Banyumas – Dinas Pariwisata mulai melakukan berbagai persiapan  menyambut era “The New Normal” pariwisata pasca pandemi Covid-19 sebgai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyumas Jawa Tengah dalam menghadapi pandemi ini, Rabu (03/06).

Kepastian kapan destinasi wisata di Kabupaten Banyumas  resmi dibuka, hal tersebut masih menunggu hasil rekomendasi Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyumas.

“Di era new normal ini  semua wisatawan  sangat peduli dan menuntut standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan di destinasi wisata,” ujar Asis Kusumandani selaku kepala Dinas Pariwisata.

Asis juga mengatakan bahwa saat ini sedang menyiapkan pemenuhan standar dan fasilitas pendukung kesehatan tersebut, yang akan diberlakukan di semua industri pariwisata di Banyumas, termasuk destinasi yang ada, diantaranya Lokawisata Baturaden, perhotelan dan rumah makan.

“Sejumlah kegiatan persiapan yang kini sedang berlangsung dan akan dilaksanakan, antara lain pembersihan destinasi wisata, perbaikan fasilitas di destinasi wisata, penambahan fasilitas kebersihan, juga penyediaan fasilitas cuci tangan,” tambahnya.

Persiapan yang sedang dilakukan dari sisi pekerja, wisatawan, maupun lokasi yang merujuk pada standar  operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan Covid-19.

Pentingnya Manajemen yang Baik dalam Pengelolaan Pariwisata

Strategi Pengelolaan Pariwisata ialah perencanaan yang didasari oleh pertimbangan mengenai segala sesuatunya untuk mengambil keputusan yang tepat dalam rangka memenuhi kebutuhan suatu objek wisata dengan pengorganisasian yang menempatkan orang-orang menurut sesuai dengan kemampuan (Lincinwa, 2018).

Menempatkan orang pada bidangnya dan melakukan pelaksanaan yang telah direncanakan serta melakukan pengawasan terhadap apa telah berjalan, sesuai dengan yang direncanakan atau tidak dan melihat hasilnya untuk dilakukan evaluasi kembali dimasa yang akan datang untuk menjadi lebih baik dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Manajemen sebagai seni berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata mendatangkan hasil atau manfaat, sedangkan manajemen sebagai ilmu berfungsi menerangkan fenomena-fenomena (gejala-gejala), kejadian-kejadian, keadaan-keadaan, jadi memberikan penjelasan-penjelasan (Terry dalam Sobri, 2009). Dari definisi itulah Terry melihat fungsi manajemen menurut pendapatnya, yaitu :

  1. Perencanaan (Planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan.
  2. Pengorganisasian (Organizing) sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan.
  3. Penggerakkan (Actuating) yaitu untuk menggerakan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing serta menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan.
  4. Pengawasan (Controlling) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa dipakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang menyimpang dari rencana.

Strategi Pengembangan Pariwisata Guna Menjadi Tujuan Wisatawan

Pengembangan pariwisata di suatu tempat apakah akan berkembang menjadi daerah tujuan wisata atau tidak hal tersebut sangat bergantung kepada tiga faktor utama menurut Muljadi (2009), yaitu:

  1. Fasilitas (Amenities) adalah semua bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan untuk segala kebutuhan selama tinggal atau berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata, seperti hotel, motel, restoran, bar, café, shopping center, souvenir shop dan lain-lain yang merupakan kenyamanan yang didukung oleh berbagai kelengkapan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pariwisata.
  2. Aksesibilitas (Accesibility) adalah semua jenis sarana dan prasarana transportasi yang mendukung pergerakan wisatawan dari wilayah asal wisatawan ke destinasi pariwisata maupun pergerakan di dalam wilayah destinasi pariwisata.
  3. Atraksi (Attraction) atau daya tarik yang merupakan keunggulan yang di miliki suatu daerah yang dapat digunakan untuk menarik wisatawan untuk datang melakukan kegiatan wisata.