Pengrajin Tahu Berikan Bantuan 4000 Tahu

Bantuan berupa 4000 tahu diperuntukan kepada keluarga yang sedang menjalani isolasi dan tempat karantina desa. (Foto: Pemkab Banyumas)

Banyumas – Bantuan berupa 4000 tahu diperuntukan kepada keluarga yang sedang menjalani isolasi dan tempat karantina desa. Kelompok pengrajin tahu Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas membantu warga terdampak covid 19 dengan memberikan tahu olahanya. Penyerahan dilakukan melalui Bupati Banyumas dan Ketua Tim Penggerak PKK Banyumas kemarin.

Bupati Banyumas merasa terharu atas bantuan yang diberikan oleh para pengrajin tahu  atas simpati dan sumbangsinya, karena kondisi pengrajin tahu bukanlah orang yang berlebihan, bukan orang yang kaya raya, biasa saja yang hidup sewajarnya, namun ditengah kesusahan ini masih bisa berbagi dengan orang lain.

“Ini luar biasa, ini pasti karena panggilan hati, punya perasaan dan empati kepada orang lain yang lebih susah. Saya mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan dibalas berlipat ganda oleh Allah Yang Maha Kuasa,” katanya

Perwakilan pengrajin tahu, Purwanto mengatakan bahwa bantuan sudah pernah diberikan untuk peserta karantina di GOR Satria beberapa waktu lalu. Namun karena pihaknya, sering melihat Ketua Tim Penggerak PKK sering berkunjung dan memberi bantuan kepada warga Banyumas yang terdampak, pihaknya menyerahkan kepada Bapak Bupati dan Ibu untuk didistribusikan.

“Ini kami bersama teman pengrajin, bantuan ini merupakan yang kedua, bantuan berupa 4000 tahu. Meski kami juga terdampak, adanya covid-19, namun kami tetap berempati kepada warga yang terdampak,” katanya

Ketua Tim Penggerak PKK Ny Erna Husein langsung mendistribusikan bantuan tahun kepada warga di Desa Sokawera Kecamatan Cilongok dan Tipar Kecamatan Ajibarang serta beberapa karantina desa yang masih aktif.

“Kami langsung mendistribusikan ke Desa Sokawera dimana ada salah satu RT yang warganya dikarantina, Alhamdulillah ada bantuan dari beberapa lembaga, kami berteima kasih, semoga warga tetap tenang,” katanya.

Suport Pemerintah Terhadap Perkembangan UMKM

Pengembangan ekonomi daerah didasarkan atas kondisi riil daerah dan masyarakat dengan melihat setiap potensi yang ada. Secara praktis, upaya ini dilakukan dengan mengembangkan potensi ekonomi rakyat, yaitu dengan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang ada, sehingga masyarakat dan lingkungannya mampu secara partisipatif menghasilkan dan menumbuhkan nilai tambah ekonomis.

Tujuan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah yaitu (1) mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang dan berkeadilan; (2) menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan usaha mikro, kecil dan menengah menjadi usaha yang tangguh dan mandiri; (3) meningkatkan peran usaha mikro kecil dan menengah dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.

UMKM dalam perkembangannya masih menghadapi berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu, pembinaan pada UMKM perlu terus dilakukan, terutama pembinaan dari sisi internal.

Dua faktor yang bersifat internal adalah pertama, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), etos kerja, jiwa kewirausahaan dan naluri bisnis. Kedua, aspek manajemen yang meliputi kemampuan planning, organizing, actuating dan controling.

Ditambahnya intensitas pelaksanaan pelatihan yang khusus mengajarkan tentang materi kewirausahaan secara intensif dan rutin. Sehingga kegiatan yang dilakukan akan dapat membantu untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan para pelaku usaha UMKM.

Pemerintah kabupaten sebaiknya mengadakan kegiatan event-event promosi yang lebih unik dan berbeda, seperti mengadakan pameran tiap akhir pekan yang dilengkapi dengan hiburan-hiburan dan pemberian potongan harga agar masyarakat lebih tertarik untuk membeli produk UMKM (Hasbiyyah, 2018).