Bupati Banyumas Terus Upayakan Keselamatan Warganya

Bupati Banyumas Achmad Husein secara pribadi, terus menerus memimpin razia masker diberbagai tempat. (Foto: Pemkab Banyumas)

Banyumas – Bupati Banyumas Achmad Husein secara pribadi, terus menerus memimpin razia masker diberbagai tempat. Hampir setiap hari baik pagi maupun sore, Bupati terus menghimbau warganya untuk menggunakan masker. Menurut Bupati, saat ini masker menjadi sesuatu yang vital, yang tidak boleh ditinggalkan, hal tersebut adalah untuk memutus mata rantai virus Covid-19.

Pemkab Banyumas terus mencari cara agar warganya taat menggunakan masker. Meski berbagai cara ditempuh baik melalui KTP ditahan dan membuat surat pernyataan, maupun push up hingga sidang pengadilan, namun masih saja ditemukan warga yang bandel dan ngeyel tidak menggunakan masker.

Disetiap kesempatan Bupati menegur langsung warga Banyumas yang tidak menggunakan masker. Meski dirinya bersama jajajaranya secara terus melakukan sosialisasi dan razia masker namun masih saja ditemukan warga yang ndableg, bandel dan ngeyel, tidak memakai masker.

Bahkan dua hari terakhir, Bupati menurunkan Tim pemburu, dari Dinas Perhubungan, apabila ditemukan pengendara kendaraan bermotor, yang lari karena tidak menggunalan masker. Tim dengan kendaraan roda dua, langsung mengejar mereka yang tak menggunakan masker. Hal tersebut untuk memberi efek jera kepada mereka.

“Bukanya tidak tau protokol kesehatan, mereka cenderung orang yang ndableg dan ngeyel. Dibeberapa tempat masih ditemukan sekitar sepuluh persen,” katanya.

Bupati meminta agar semua bergotong royong untuk saling mengingatkan, agar semua patuh atas protokol yang ada, agar semua bisa segera berlalu.

Arti Penting Rasa Aman Bagi Masyarakat

Implementasi kebijakan otonomi daerah tersebut telah mendorong terjadinya perubahan, baik secara struktural, fungsional maupun kultural dalam tatanan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Pemerintah pada hakekatnya adalah pelayan kepada masyarakat. Ia tidaklah diadakan untuk melayani dirinya sendiri, tetapi untuk melayani masyarakat serta menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakatnya mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya demi mencapai tujuan bersama.

Sekarang ini, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan suatu kebutuhan dasar yang senantiasa diharapkan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas sehari- hari. Oleh karenanya, masyarakat sangat mendambakan adanya keyakinan akan aman dari segala bentuk perbuatan, tindakan dan intimidasi yang mengarah dan menimbulkan hal- hal yang akan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, yang dilakukan oleh perorangan dan atau pihak-pihak tertentu lainnya.

Adanya rasa aman dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat akan dapat menciptakan kehidupan yang harmonis di kalangan masyarakat dan yang tidak kalah pentingnya akan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.

Komunikasi dalam organisasi merupakan salah satu tanggung jawab pemimpin. Dalam organisasi yang strukturnya berkembang akan terdapat berbagai masalah komunikasi, hal ini bisa disebabkan karena perbedaan fungsi dan kepentingan bagi setiap orang.

Terciptanya koordinasi yang baik tentunya akan mempermudah terwujudnya ketentraman dan ketertiban dikalangan masyarakat yang juga merupakan tujuan dari organisasi. Koordinasi tidak terlepas dari adanya komunikasi yang baik, sehingga hal ini juga menjadi faktor yang turut mempengaruhi bagaimana peran kepala daerah dan kapolsek dalam mengadakan koordinasi kepada bagian yang dikoordinirnya. Komunikasi yang baik akan menghasilkan koordinasi yang baik.

Peran pemimpin sebagai komunikator dalam mengadakan koordinasi sangatlah penting, karena pemimpin yang akan menentukan arah untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan yang dimaksud adalah bagaimana kepala daerah dan kapolsek mempengaruhi individu melalui proses komunikasi untuk mencapai tujuan dari organisasi, yakni keamanan, ketentraman dan kesejahterahan.