Rakor Online Lintas Sektoral Menghadapi Idul Fitri 1441 H/ 2020 M

Vicon Rakor Lintas Sektoral Menghadapi Idul Fitri 1441 H/ 2020 M, Kamis (14/5). (Foto: Pemkab Cilacap)

Cilacap – Perayaan Idul Fitri 1441 Hijriyah tahun 2020 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini perayaan Idul Fitri ditengah pandemi Virus Corona yang mengaharuskan kita untuk menjaga jarak (social distancing) dalam upaya memutus rantai penyebaran Virus Corona.

Hal tersebut dikemukakan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji saat Video Converence (Vicon) Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka menghadapi Idul Fitri 1441 H/2020 M dengan para Camat se kabupaten Cilacap di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati, Kamis (14/5).

Lebih lanjut bupati menekankan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan implementasi di lapangan terkait dengan persiapan dalam menghadapi Idul Fitri 1441 H sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman dan khidmat walaupun dalam situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid19).

Pertama, ditengah pandemi virus corona kita harus mampu menyelesaikan atau meminimalisir setiap permasalahan yang muncul sehingga tercipta suasana yang aman dan kondusif. Kedua, berkenaan dengan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat, mengingat hal ini menyangkut kebutuhan masyarakat banyak, harus menjadi prioritas dan perhatian utama. Ketiga, berkenaan dengan penanganan dan pencegaanCovid 19 seperti diketahui bersama, bahwa mudik ke kampung halaman telah menjadi tradisi masyarakat setiap menghadapi Idul Fitri, namun dihimbau agar pada Hari Raya Idul Fitri kali ini, masyarakat Cilacap di luar daerah tidak mudik.

Namun apabila dengan sangat terpaksa harus mudik ke Cilacap, diminta agar mematuhi protokol kesehatan, dan melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Untuk itu peran serta Gugus Tugas dibantu Tokoh Masyarakat sangat dibutuhkan, dilibatkan dan diaktifkan dalam menangani penyebaran Covid 19 pada masa Idul Fitri 1441 H kali ini” tegas Bupati.

Lebih penting lagi bagaimana kita harus terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat tentang pentingnya memperhatikan anjuran Pemerintah dalam mencegah Covid 19 pada perayaan Idul Fitri 1441 H.

Rakor dipimpin Sekda Cilacap Farid Ma’ruf dihadiri Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, Ketua DPRD Taufik Nurhidayat, Anggota Forkopimda, Kepala OPD dan diikuti Camat se Kabupaten Cilacap malalui Video Converence.

Fiqih Dan Prinsip Ibadah Dalam Islam

Syari’at islam menjelaskan bahwa ibadah mempunyai dua unsur, yaitu ketundukan dan kecintaan yang paling dalam kepada Allah SWT. Unsur yang tertinggi adalah ketundukan, sedangkan kecintaan merupakan implementsi dari ibadah tersebut.

Disamping itu ibadah juga mengandung unsur kehinaan, yaitu kehinaan yang paling rendah di hadapan Allah SWT. Pada mulanya ibadah merupakan “hubungan” hati dengan yang dicintai, menuangkan isi hati, kemudian tenggelam dan merasakan keasyikan, akhirnya sampai kepada puncak kecintaan kepada Allah SWT.

Dengan agama, hidup manusia menjadi bermakna. Makna agama terletak pada fungsinya sebagai kontrol moral manusia. Melalui ajaran–ajarannya, agama menyuruh manusia agar selalu dalam keadaan sadar dan menguasai diri. Keadaan sadar dan menguasai diri pada manusia itulah yang merupakan hakikat agama, atau hakikat ibadah. Melalui ibadah (pengabdian) kepada Allah, hidup manusia terkontrol.

Di mana pun dan dalam keadaan apa pun, manusia dituntut untuk selalu dalam keadaan sadar sebagai hamba Allah dan mampu menguasai dirinya, sehingga segala sikap, ucapan, dan tindakannya selalu dalam kontrol Ilahi. Karena Allah maha mengetahui tentang kejadian manusia, maka agar manusia terjaga hidupnya, bertaqwa, diberi kewajiban ibadah, tegasnya manusia diberi kewajiban ibadah agar menusia itu mencapai taqwa.

FiqihIbadah adalah pemahaman terhadap yang berkaitan dengan peribadahan manusia kepada Allah SWT. Ibadah adalah segala bentuk hukum, baik yang dapat dipahami maknanya (ma‟qulat al-ma‟na) seperti hukum yang menyangkut dengan muamalah pada umumnya, maupun yang tidak dapat dipahami maknanya (ghair ma‟qulat ma‟na).

Dari dua pengertian tersebut jika digabungkan, maka Fiqih Ibadah adalah ilmu yang menerangkan tentang dasar-dasar hukum-hukum syar‟i khususnya dalam ibadah khas seperti meliputi thaharah, shalat, zakat, shaum, hajji, kurban, aqiqah dan sebagainya yang kesemuanya itu ditujukan sebagai rasa bentuk ketundukan dan harapan untuk mecapai ridla Allah SWT.

Islam menegakkan ibadah atas beberapa sendi yang dapat membersihkan jiwa dan usaha melaksanakan dengan sewajarnya dan dengan semestinya, dan tetap memelihara inti sari ibadah dan Setiap ibadah memiliki hikmah (Zulkifli).