Cinta Tanah Air Bagian dari Keimanan

Falsafah negara adalah dasar dan pilar utama dalam perumusan kebijakan apapun yang ada di republik ini. (Foto: instagram @masirsyad)

Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari, Rasanya pernyataan beliau sangat relevan hingga hari ini. Bahwa mencintai negeri hari ini dengan mendahulukan produk bangsa sendiri. Membela tanah air hari ini dengan menandatangani kebijakan yang mengutamakan bangsa sendiri. Dan melawan penjajah hari ini dengan cara mencerdaskan seluruh bangsa dan mempersiapkan sumber daya manusianya. .

Bagi saya, Pancasila tidak boleh hanya sekedar dirayakan dan dimeriahkan secara seremonial. Falsafah negara adalah dasar dan pilar utama dalam perumusan kebijakan apapun yang ada di republik ini. Hari lahir sejatinya dirayakan secara meriah oleh seluruh bangsanya ketika tujuan bernegara itu sudah semakin dekat dengan kehidupan sehari hari. .

Memang, hari ini masih banyak yang perlu kita sempurnakan dan perbaiki. Mulai dari diri sendiri (menjadi dermawan, mengutamakan kepentingan orang lain daripada diri sendiri, bangga dengan produk lokal) dan #SatuAjakDua dari keluarga terdekat kita. .

Hingga akhirnya, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah kebahagiaan dan kemenangan rakyat dalam bernegara. Pancasila itu ekonomi syariah, ekonomi syariah itu implementasi ajaran pancasila.

Menjunjung keadilan sosial, bertujuan mensejahterakan rakyat kecil, menghindari ketidakjelasan informasi, dan gotong royong kebaikan atau fastabiqul khoirat.

Selamat hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020, semoga Allah selalu bersama Indonesia!

olh : Irsyad Al Ghifari (Presidium FoSSEI Nasional 2018/2019.

Peranan Pancasila dalam Generasi Millennial dalam Menumbuhkan Nasionalisme

Pancasila yang sejak dahulu diciptakan sebagai dasar dan sudah sejak nenek moyang digunakan sebagai pandangan hidup sudah seharusnya dijadikan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat.

Semangat nasionalisme dan patrionsme di kalangan generasi muda mulai menurun. Hal ini bisa dilihat banyaknya generasi muda yang menganggap bahwa budaya barat lebih modern dibandingkan budaya sendiri. Generasi muda terutama dikalangan mahasiswa, pelajar banyak mengekor budaya barat dari pada budaya sendiri.

Rasa nasionalnisme yang harus ditumbuhkan dikalangan generasi muda bukan nasionalisme sempit akan tetapi nasionalisme yang menjunjung tinggi bangsa dan negara sendiri akan tetapi masih menghargai bangsa lain.

Pancasila berperan besar dalam menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotism di kalangan muda apapun langkah dan tindakan yang dilakukan harus selalu didasarkan nilai-nilai Pancasila.

Pancasila yang memiliki lima sila yang antara sila satu dengan yang lain saling menjiwai dan menunjukan satu kesatuan yang utuh, memiliki makna yang sangat dalam untuk menjadi landasan bersikap bertindak, dan bertingkah laku.

Diera global ini banyak sekali budaya-budaya yang masuk di negera Indonesia dan tidak bisa untuk mengelak dari masuknya budaya-budaya negara ini yang terpenting adalah bagaimana masyarakat Indonesia terutama generasi muda bisa menyaring budaya-budaya asing dan bisa mengambil budaya yang baik dan menyaring yang buruk dan tidak sesuai dengan nilai dan norma Pancasila.

Oleh karena itu bangsa Indonesia masih perlu meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Memupuk rasa nasionalisme generasi muda bisa dilakukan sejak dini, sehingga lambat laun seiring dengan usia diharapkan rasa nasionalisme tetap bertahan pada diri bangsa Indonesia. Sehingga anak muda bukan hanya up-to-date tentang sosial media tetapi juga berjiwa Pancasila (Maila, 2019).

Add Comment