SMAN 1 Purbalingga Diwisuda Secara Daring Sebanyak 387 Lulusan

Sebanyak 387 siswa Klas XII SMAN 1 Purbalingga tahun pelajaran 2019/2021 mengikuti prosesi wisuda dan pelepasan virtual atau secara daring (online), Kamis (28/5). (Foto: Pemkab Purbalingga)

Purbalingga – Sebanyak 387 siswa Klas XII SMAN 1 Purbalingga tahun pelajaran 2019/2021, Kamis (28/5) mengikuti prosesi wisuda dan pelepasan virtual atau secara daring (online). Prosesi unik dan di luar dari kebiasaan ini dilaksanakan untuk mematuhi protokol kesehatan pemerintah terkait pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir.

Dalam prosesi ini, SMA Negeri 1 Purbalingga memilih aplikasi zoom meeting dan live streaming youtube. Para siswa yang diwisuda dan dilepas mengenakan seragam khas SMAN 1 Purbalingga, atas putih dan bawah warna cream. Sedangkan orang tua yang mendampingi anak-anaknya di rumah masing-masing itu, mengenakan pakaian batik.

Acara tersebut live sejak pukul 09.30 WIB hingga 12.30 WIB. Dalam hal ini, dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan mengenai pencegahan Covid-19, sebanyak 25 orang hadir di Aula sekolah setempat. Mereka yang juga termasuk petugas yang mengoperasikan jaringan internet, mengenakan masker, jaga jarak, dan di depan pintu masuk disediakan tempat cuci tangan dengan sabun serta hand sanitizer.

Prosesi wisuda dipimpin Kepala SMAN 1 Purbalingga Drs. Kustomo, MM, dihadiri ketua komite Drs H Akmah Khotib, M.Pd bersama sekretaris komite Drs. Prasetiyo. Sebagai pemandu acara, Ruswanto, S.Pd dan Dewi Maryanti, S.Pd, M.Pd.

Juga hadir wali kelas XII, dan enam siswa peraih peringkat 1 hingga tiga untuk jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan peringkat 1 hingga 3 jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Para siswa yang meraih nilai ujian sekolah tertinggi itu didampingi orang tua masing-masing.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Siti Chusnul Muftiati, S.Pd mengemukakan, pada tahun pelajaran 2019/2020 ini, sebanyak 33 siswa Klas XII diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Mereka tersebar di ITB 3 siswa , IPB (2), UGM (2), Undip (10), UNS (8), dan Unsoed (7).

Pemanfaatan Proses Pendidikan di Era Digital

Perkembangan TIK yang memungkinkan publik (mahasiswa, dosen, peneliti, pengembang, dll.) bisa mengakses, mengunduh, menggandakan, dan memanfaatkan sumber belajar yang tak terbatas (Borderless Content) untuk kepentingan pembelajaran/penelitian.

Membuka batasan yang ketat bagi publik untuk memperoleh akses terhadap sumber belajar, dan perlunya saling berbagi sumber (Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, dalam hal ini salah satunya adalah pembelajaran berbantuan komputer. Melalui pembelajaran berbantuan komputer telah memberi peran yang baru kepada guru.

Untuk dapat mengembangkan model pembelajaran berbantuan komputer, maka guru harus bekerja sama dengan para ahli lain yang bertalian dengan komputer dalam memprogram pembelajaran itu memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang bahan pelajaran, tentang proses pembelajaran, tentang jiwa dan perkembangan peserta didik dan yang jelas juga harus tahu bagaimana berkomunikasi dengan komputer.

Guru juga harus mengenal kemampuan dan keterbatasan komputer dan harus mengetahui dalam hal mana ia harus berperan untuk membantu peserta didik. Selain semua itu harus menjadi kompetensi guru, pembelajaran berbantuan komputer tentu menuntut guru memiliki kompetensi dalam mengoperasionalkan komputer (Anshori, 2016).

Suparno dan Kamdi, (2010 :32–33), berpendapat bahwa kemampuan teknologi merupakan prasarat guru profesional karena penguasaan teknologi untuk mendukung kegiatan pembelajaran merupakan elemen penting profesionalitas guru.

Kecakapan teknologis guru sangat dibutuhkan saat ini, sekurang-kurangnya meliputi kecakapan dalam berbagai aplikasi komputer dan internet, mendesain pembelajaran, mengembangkan dan menggunakan multimedia pembelajaran.

Menurut Mulyasa : (2005:183) : Guru yang profesional dalam setiap pembelajaran, perlu mendayagunakan sumber belajar seoptimal mengkin, hal ini sangastlah penting, karena keefektifan pembelajaran ditentukan pula oleh kemauan dan kemampuan mendayagunakan sumber-sumber belajar.

Add Comment