Wilayah Perbatasan Jadi Perhatian Khusus Tim Gugus Tugas Covid-19

Mobilitas dan aksesibilitas masyarakat di wilayah perbatasan menjadi perhatian khusus bagi Bupati Tatto Suwarto Pamuji. Hal ini dikemukakan saat Bupati bersama Forkopimda meninjau Pos Pantau Penjaringan di wilayah timur, Rabu (20/5). (Foto: Pemkab Cilacap)

Cilacap – Mobilitas dan aksesibilitas masyarakat di wilayah perbatasan menjadi perhatian khusus bagi Bupati Tatto Suwarto Pamuji. Hal ini dikemukakan saat Bupati bersama Forkopimda meninjau Pos Pantau Penjaringan di wilayah timur, Rabu (20/5).

Tururut serta Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya, Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat, Kasdim 0703/Cilacap Mayor Inf. Ahmad Rofik Alfian, serta Pjs. Pasops Lanal Cilacap Kapten Laut (S) Subandi.

Adapun Pos Pam yang dipantau hari ini, yaitu Pos Pam Terminal Type A Bangga Mbangun Desa, Pos Pam Sampang dan Pos Pam Jetis Nusawungu. Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, wilayah perbatasan menjadi perhatian khusus segenap Forkopimda jelang lebaran di tengah pandemi Covid 19.

Sebab tidak menutup kemungkinan ada masyarakat Cilacap yang pulang ke kampung halaman, meski pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik. Dikhawatirkan, yang bersangkutan merupakan carrier virus Korona yang berstatus sebagai orang tanpa gejala. Sehingga dapat menularkan ke keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.

“Bagi yang masuk ke wilayah Cilacap, selain wajib lapor juga wajib karantina selama 14 hari. Kita sudah siapkan tempatnya. Apabila sudah sehat, tidak ada masalah baru boleh kembali ke keluarganya. Tapi sebaiknya jangan mudik dulu. Sebab korona ini mau sampai kapan kita tidak tahu”, tegas Bupati.

Bupati menerangkan, berkat kerja keras seluruh pihak kasus Covid-19 di Kabupaten Cilacap sudah mulai menurun. Namun hal ini diharapkan tidak membuat masyarakat terlena. “Kita bekerja terus membantu masyarakat. Dapur umum dari Forkopimda ini juga untuk membantu masyarakat terdampak korona”, tambahnya.

Sementara itu Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya mengungkapkan, selain meninjau Pos Pam, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cilacap juga memberikan bantuan kepada petugas yang bekerja di lapangan. Pihaknya mengimbau masyarakat mematuhi larangan mudik.

“Sudah dilakukan kegiatan balik kanan untuk masyarakat yang akan mudik ke Cilacap. Bila tetap memaksa masuk, akan dilakukan prosedur sesuai SOP yaitu pemeriksaan kesehatan, pengisian formulir, wawancara, dan diantar menuju tempat karantina selama 14 hari kedepan guna mengetahui yang bersangkutan terpapar atau tidak”, tegas Kapolres.

Pentingnya Pengamanan dan Pembangunan Daerah Perbatasan Indonesia

Pengamanan perbatasan harus diarahkan untuk menstimulasi pengembangan dan mempercepat pembangunan wilayah perbatasan, dengan menselaraskan laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah perbatasan seperti daerah lainnya.

Dalam konteks tersebut, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan prioritas dan potensi daerah setempat sehingga selaras dengan pola pembangunan berwawasan nusantara.

Secara garis besar terdapat dua hal penting sebagai pondasi bagi pengamanan perbatasan, yakni pembangunan daerah perbatasan dengan pendekatan kesejahteraan guna meningkatkan kehidupan masyarakat setempat dan pendekatan keamanan agar terciptanya stabilitas politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan sehingga memungkinkan terwujudnya keserasian hidup berdampingan secara damai.

Penggunaan dua pendekatan tersebut menjadi landasan dari hakikat dan tujuan programprogram pembangunan di wilayah perbatasan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Selain itu, arah pembangunan wilayah perbatasan diprioritaskan untuk memacu pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya guna meningkatkan kesejahteraan, memper kuat prakarsa dan peran serta aktif masyarakat di wilayah perbatasan, serta pendayagunaan potensi daerah secara optimal dan terpadu sesuai semangat otonomi daerah tanpa mengurangi tanggung-jawab pada pengamanan perbatasan.

Karenanya, pembangunan wilayah perbatasan harus diarahkan untuk mengembangkan tata ruang wilayah perbatasan menjadi kawasan strategis dan potensial dalam rangka penataan tata ruang wilayah dengan memperhatikan pengamanan daerah perbatasan guna menjaga tetap tegaknya keutuhan dan kedaulatan negara (Muradi, 2015).