Sidak ke Pertokoan dan Pasar oleh Forkompincam Sampang

Cilacap – Keresahan masyarakat terhadap pemudik dinilai kian menurun. Pasalnya sejumlah pemudik yang

Proses karantina ini, lanjut Ahmad juga berhasil membuka mindset masyarakat untuk panik namun lebih mengutamakan kewaspadaan, (20/5). (Foto: Pemkab: Cilacap)

berasal dari berbagai daerah pandemi, dan menuju kampung halamannya di Kabupaten Cilacap, kini sudah tertangani dengan prosedur kesehatan berupa karantina selama 14 hari ditempat yang sudah disediakan pihak Pemkab.

Saat ditemui Tim liputan Kominfo Rabu(20/5) Camat Sampang – Ahmad Khaerudin di sela-sela sidak di pasar Sampang mengatakan, saat ini di tempat karantina khusus pemudik, di SMP N 1 Sampang ada sebanyak 30 orang.

Diakuinya puluhan pemudik ini sejauh ini cukup kooperatif dengan protap kesehatan yang telah ditetapkan. Mulai dari mengikuti rutinitas olah raga ringan selama karantina, melakukan pengecekan kesehatan secara berkala, mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi maupun sejumlah protokol kesehatan lainnya.

Proses karantina ini, lanjut Ahmad juga berhasil membuka mindset masyarakat untuk panik namun lebih mengutamakan kewaspadaan. Dijelaskan, protap karantina pada pemudik ini mempunyai dua sisi manfaat. Seperti dapat merubah stigma negatif masyarakat terhadap kedatangan pemudik yang sudah dikarantina, maupun disisi lain sebagai salah satu efek jera terhadap pemudik itu sendiri.

Terkait perkembangannya, hingga saat ini pemudik yang dikarantinakan di Sampang dinyatakan belum ada yang dinyatakan positif Covid 19.

Namun demikian, tambah Khaerudin, pihaknya bersama forkompincam ini tetap akan melakukan sejumlah pemantauan dari perkembangan setiap pemudik yang ada. Baik yang ada ditempat karantina khusus maupun yang sudah dirumahkan.

Oleh karenanya pihaknya menghimbau kepada setiap masyarakat Sampang, yang hendak mudik maupun sudah mundik untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun Kecamatan. Hal ini dinilai sebagai salah satu cara mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid 19 di Sampang khususnya dari Kluster Pemudik.

Upaya Preventif Pencegahan Covid 19 Melalui Pola Hidup Sehat

Beberapa langkah efektif dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Selain social distancing dan isolasi mandiri, penerapan PHBS juga mampu meminimalisir kemungkinan terpapar virus.

Perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan yakni dengan membiasakan diri mencuci tangan, setiap sebelum dan sesudah beraktivitas. Mencuci tangan dilakukan pada air mengalir dan dengan menggunakan sabun. Selain itu juga dapat dilakukan dengan pembersih tangan berbasis alkohol, yang berperan sebagai disinfektan.

Permukaan benda dan pakaian perlu dibersihkan secara rutin untuk mencegah penularan melalui droplet yang masih menempel. Permukaan benda dibersihkan menggunakan disinfektan atau cairan pembersih agar virus tidak berkembang. Upaya-upaya PHBS tersebut tentu harus disertai dengan asupan gizi seimbang agar daya tahan tubuh meningkat.

Apabila sedang sakit, sebaiknya menerapkan etika batuk dan bersin, yakni menjauhi keramaian, serta menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku. Setelahnya, tisu dibuang ke tempat sampah tertutup. Masker sebaiknya digunakan oleh orang yang sedang sakit, untuk menghindari penyebaran droplet pada orang yang sehat.

Dalam masa ini, menghindari keramaian adalah upaya preventif yang paling efektif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Upaya social distancing, isolasi mandiri, dan penerapan PHBS dapat dilakukan oleh siapapun.

Diiringi dengan asupan gizi seimbang dan aktif beraktivitas (olahraga), upaya mitigasi yang dilakukan akan membawa dampak positif. Diharapkan, dengan menggalakkan kampanye #diamdirumah dan membiasakan diri mencuci tangan, masyarakat Indonesia akan terhindar dari COVID-19.

Kementerian PUPR melalui program yang dijalankan, senantiasa mendukung pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal tersebut dilakukan agar masyarakat bisa mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan. Selain itu, dengan menerapkan PHBS masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup (PLPBM, 2020).