Pengunjung Pasar Tanjungsari dan Sidodadi Jalani Rapid Test

Binwil Cilacap Tengah bekerjasama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kecamatan Cilacap tengah menggelar rapid test di Pasar Tanjungsari dan Pasar Sidodadi,Jumat (22/5). (Foto: Pemkab Cilacap)

Cilacap – Meski pemerintah telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap berdiam diri di rumah, aktivitas di beberapa tempat umum masih cukup padat. Seperti halnya di beberapa pasar tradisional, aktivitas perdagangan masih berjalan seperti biasa.

Hal ini membuat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Binwil Kecamatan Cilacap Tengah bergerak cepat untuk memantau perkembangan. Jumat (22/5) Binwil Cilacap Tengah bekerjasama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kecamatan Cilacap tengah menggelar rapid test di Pasar Tanjungsari dan Pasar Sidodadi.

Kegiatan ini dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Cilacap, Dian Setyabudi, bersama sejumlah pejabat Setda Cilacap dan beberapa petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. Dari tiap pasar tersebut, petugas mengambil sampel dari 7 orang. Setelah diperiksa, tiap sampel menunjukkan hasil NR (non reaktif).

Pemeriksaan rapid test sengaja menyasar tempat keramaian seperti dua pasar tradisional tersebut. Sebab tempat semacam itu memiliki persebaran potensi Covid-19 yang cukup tinggi. Di sisi lain upaya memutus mata rantai penyebaran Covid 19 tergantung pada intensif atau tidaknya rapid test dan swab test, terutama di tempat keramaian.

Membangun Budaya Gotong Royong dalam Masyarakat

Gotong royong merupakan budaya yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia sebagai warisan budaya yang telah eksis secara turun-temurun. Gotong royong adalah bentuk kerja-sama kelompok masyarakat untuk mencapai suatu hasil positif dari tujuan yang ingin dicapai secara mufakat dan musyawarah bersama.

Gotong-royong muncul atas dorongan keinsyafan, kesadaran dan semangat untuk mengerjakan serta menanggung akibat dari suatu karya, terutama yang benar-benar, secara bersama-sama, serentak dan beramai-ramai, tanpa memikirkan dan mengutamakan keuntungan bagi dirinya sendiri, melainkan selalu untuk kebahagian bersama.

Dalam budaya gotong royong melekat nilai-nilai substansi modal sosial. Sebagai modal sosial, gotong royong dapat dijadikan rujukan dan pegangan dalam mencapai kemajuan suatu bangsa. Itu artinya bila masyarakat masih memegang teguh prinsip gotong royong sebagai modal sosial maka lebih mudah dalam mencapai kemajuan bersama.

Sebaliknya, bila nilai-nilai gotong royong yang terkandung dalam modal sosial tidak lagi menjadi pegangan dan rujukan dalam masyarakat dan komunitas bisa jadi akan mengalami kesulitan karena enerji sosial bisa terbuang sia-sia dan berpotensi menghalangi mencapai tujuan kemajuan bersama. Bahkan bisa memicu munculnya kekacauan sosial.

Maka sudah saatnya budaya gotong-royong kembali diperkuat dan dijadikan rujukan dan acuan dalam kehidupan berbangsa. Salah satu upaya yang dapat dipikirkan adalah memperkuat institusi sosial lokal yang selama ini masih bertumpu pada nilai-nilai (Effendi, 2013).