Wakil Bupati Kebumen Tinjau Pembangunan RS. PKU Gombong

Wakil Bupati H. Arif Sugianto SH didampingi Direktur Utama RS.PKU Muhamadiyah Gombong, dr. H. Ibnu Naser Arohimi MMR melakukan peninjauan langsung pembangunan Rusunawa RS. PKU Muhamadiyah Gombong, Rabu (15/4). (Foto: Pemkab Kebumen)

Kebumen – Wakil Bupati H. Arif Sugianto SH didampingi Direktur Utama RS.PKU Muhamadiyah Gombong, dr. H. Ibnu Naser Arohimi MMR melakukan peninjauan langsung pembangunan Rusunawa RS. PKU Muhamadiyah Gombong, Rabu (15/4). Rusunawa berkapasitas 100 kamar ini akan dijadikan tempat isolasi bagi pasien covid 19.

Disela peninjauan, Wakil Bupati mengatakan, Rusunawa tersebut awalnya untuk tempat istirahat para petugas medis, baik dokter maupun perawat. Namun kini diubah peruntukannya sebagai tempat isolasi bagi pasien covid 19. “Rusunawa ini memiliki 100 kamar dan dilengkapi fasilitas berstandar seperti rumah sakit isolasi di jakarta maupun daerah lainnya,” kata Wakil Bupati.

Menurut Wakil Bupati, Instalasi Rusunawa RS. PKU Muhamadiyah Gombong ini cukup bagus bahkan mungkin lebih bagus dari yang di Jakarta, baik ruang ICU, laboratorium, sirkulasi udara, perawatan, dan fasiltas lainnya. “Rusunawa ini benar-benar mampu memberi rasa aman dan nyaman buat paaien maupun petugas medis,” kata Wakil Bupati.

Pada kesempatan yang sama, dr. H. Ibnu N.A, MMR menjelaskan, Rusunawa ini dikemas menjadi rumah sakit darurat khusus buat pasien covid 19. Semua fasilitas didisainsesuai standarnya rumah sakit isolasi.

“Kami sudah ajukan ke Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah agar RS. PKU Gombong menjadi tempat pemeriksaan diagnostik covid 19. Karena fasilitas yang kami miliki cukup lengkap. Ada 9 tempat tidur ICU untuk merawat pasien secara paripurna,” ungkap dr. Ibnu.

Rencananya, Rusunawa RS. PKU Muhamadiyah Gombong ini sudah dioperasionslkan sebelum pertengahan bulan Ramadhan, dan akan diresmikan okeh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Pentingnya Rencana Pengembangan Tenaga Kesehatan

Rencana Pengembangan Tenaga Kesehatan Tahun 2011 – 2025 merupakan rencana jangka panjang dengan maksud memberikan arah dan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan dan pemberdayaan tenaga kesehatan secara komprehensif dan menyeluruh.

Tujuan pembangunan kesehatan hanya dapat dicapai apabila didukung oleh tersedianya tenaga kesehatan yang memadai baik jumlah, jenis maupun mutunya. Pengembangan tenaga kesehatan yang meliputi Perencanaan, pengadaan, pendayagunaan serta pembinaan dan pengawasan mutu adalah merupakan suatu rangkaian yang bertujuan untuk mendukung suksesnya pembangunan kesehatan secara nasional.

Penyusunan rencana pengembangan tenaga kesehatan tahun 2011 – 2025 merupakan rencana jangka panjang dengan maksud memberikan arah dan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan dan pemberdayaan tenaga kesehatan secara komprehensif dan menyeluruh. Dengan disusunnya rencana pengembangan tenaga kesehatan diharapkan dapat mewujudkan sinergisme dan upaya yang saling mendukung serta melengkapi antara pemerintah, masyarakat termasuk swasta yang memiliki kepentingan terhadap pengembangan tenaga kesehatan.

Dalam pelaksanaannya seluruh pemangku kepentingan perlu memegang teguh prinsip-prinsip sesuai dengan tugas dan fungsinya, tetapi juga harus realistis disesuaikan dengan kemampuan sumberdaya manusia, ketersediaan dana maupun sumberdaya lainnya, serta kondisi lingkungan.

Keberhasilan dari rencana pengembangan tenaga kesehatan sangat dipengaruhi oleh kompetensi dan komitment dari masing-masing pemangku kepentingan, karena hal ini merupakan suatu mata rantai sistem dimana apabila salah satu komponen pemangku kepentingan tidak melaksanakan tugas dan fungsinya akan berpengaruh terhadap sistem secara keseluruhan (Persi, 2011).