Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen

Gugus tugas bersama seluruh komponen yang ada di masyarakat, terus melakukan upaya percepatan penanganan covid-19 di kebumen. Untuk itu, agar upaya-upaya tersebut berhasil sangat tergantung pada keikutsertaan kita. (Foto: Pemkab Kebumen)

Kebumen – Orang Dengan Pemantauan (ODP) Hingga hari ini ODP tercatat 2.196 orang, 1.433 orang diantaranya telah selesai pemantauan

Pasien Dengan Pengawasan (PDP) PDP tercatat 73 orang. 22 orang diantaranya telah selesai pengawasan. PDP dengan hasil lab negatif 28.

Hingga saat ini tercatat 3 orang positif, 1 diantaranya dalam perawatan dan 2 meninggal dunia. Hari ini ada penambahan 1 (satu) kasus positif Corona virus a.n pasien K, Perempuan, 48 tahun, positif (Rujukan lab dari RSUD Prembun)

Gugus tugas bersama seluruh komponen yang ada di masyarakat, terus melakukan upaya percepatan penanganan covid-19 di kebumen. Untuk itu, agar upaya-upaya tersebut berhasil sangat tergantung pada keikutsertaan kita.

Hingga hari ini upaya-upaya yang akan, sedang dan telah dilaksanakan Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten kebumen meliputi (1) melanjutkan gerakan penyemprotan disinfektan mandiri untuk tempat-tempat umum, hingga tingkat desa, (2) berbagai pendekatan sosialisasi yang lebih masif ke masyarakat termasuk melibatkan tokoh agama, TNI dan Polri.

Hari ini TNI dan Polri menyatakan tedadnya akan mengawal pemakaman korban covid-19, serta melarang masyarakat menolak jenazah tenaga kesehatan yang merawat covid-19, karena mereka adalah pahlawan. Sosialisasi penanganan covid-19 juga dilakukan pada masyarakat di sekitar pemakaman Muktisari (3) pemeriksaan terpadu dan skrining kesehatan bagi pemudik atau pelintas di 6 titik perbatasan kabupaten kebumen (check-point), dengan mengukur suhu tubuh, pemeriksaan fisik, hingga memakaikan gelang pemudik sesuai warnanya.

Diberi gelang warna biru, jika suhu tubuhnya di bawah 38 derajat Celcius. Hari ini telah diperiksa 85 kendaraan, dengan penumpang turun 134 orang. Dari pelaksanaan pemeriksaan skrining, 24 ODP dengan dipakaikan gelang biru 4. Petugas terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Dinkes, BPBD, Linmas, Komunitas radio ORARI/RAPI (4) Menyusun berbagai kebijakan APBD untuk mengantisipasi dan menangani covid-19.

Beberapa hari ini dilakukan video conference dengan berbagai kementerian dan lembaga pusat, desk refocussing anggaran dan penyiapan anggaran bantuan bagi masyarakat yang terdampak covid-19, rapat evaluasi tim Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten kebumen. Pemkab Kebumen telah siap mengalokasikan anggaran untuk penanganan covid-19 untuk masyarakat yang terdampak, baik dari dana yang bersumber dari Pusat, Provinsi, Pemkab maupun Desa.

Hari ini Wakil Bupati Kebumen selaku Wakil Ketua I Gugus Tugas meninju kesiapan Rusunawa RS PKU Muhammadiyah Gombong yang disiapkan sebagai salah satu RS Darurat (5) Pembagian logistik “sembako” oleh tim gugus dan organisasi kemasyarakatan. Hari ini tim Gugus Tugas menerima bantuan 1500 masker kain dari Balai Latihan Kerja (BLK) Kebumen (6) Patroli terpadu Satpol PP dengan TNI dan Polri. Pada kelompok-kelompok tertentu, Polri juga melakukan patroli dialogis.

Peran Partisipasi Masyarakat dalam Penanganan Wabah

Dalam masa sulit ini, ingatlah setiap kita memiliki peran penting. Bersama-sama kita bisa melindungi diri dan melindungi sesama dan selamat dari wabah COVID-19. Kita bisa atasi wabah lebih cepat dengan aksi yang tepat. Melalui situs resmi covid 19 mengedukasi agar warga tidak panik melalui cara-cara seperti

  1. Ketahui informasi yang benar dan jangan terperangkap dalam hoaks dan informasi yang menyesatkan.
  2. Tetap di rumah dan pahami cara mengurangi risiko COVID-19 dan hal yang perlu dilakukan jika orang tersayangi terkena COVID-19.

Kepada seluruh masyarakat Kebumen, senantiasa dihimbau agar (1) sering mencuci tangan pakai sabun di air mengalir (2) tetap tinggal di rumah, dengan menjaga jarak aman ketika berkomunikasi (3) tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul dengan orang banyak (4) Jika harus keluar rumah, untuk mengenakan masker (5) tetap bahagia dan senantiasa berdoa kepada Allah (6) Di pagi hari agar membuka pintu dan jendela serta tidak menggunakan AC ruangan, agar di dalam ruangan ada pergantian udara dan tidak lembab (7) Bagi pemudik untuk lapor RT/RW setempat dan melakukan karantina diri, karena berisiko membawa Covid-19 meskipun tidak sakit.

Perlunya Gotong Royong dalam Menangani Bencana Masyarakat

Gotong royong merupakan adalah salah satu budaya khas Indonesia yang sarat akan nilai luhur, sehingga sangat perlu untuk dijaga dan dipertahankan. Didalamnya terdapat nilai yang luhur, sehingga harus tetap ada, dan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Dalam mempertahankan eksistensinya tentutidaklah mudah dan menjadi tanggung jawab semua masyarakat dan pemerintah. Gotong-royong akan memudar apabila rasa kebersamaan mulai menurun dan setiap pekerjaan atau kegiatan tidak lagi terdapat bantuan sukarela, bahkan telah dinilai dengan materi atau uang.

Gotong royong di Indonesia yang menunjukkan adanya suatu kebersamaan, tentunya tidak dapat dipisahkan dari kondisi bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman agama.

Gotong royong yang ditanamkan sejak dulu adalah nilai yang luhur dan bertujuan menjadikan kehidupan masyarakat berlangsung secara teratur, alamiah, dan damai. Terjadinya arus globalisasi, tentunya telah banyak mempengaruhi kehidupan manusia. Sehingga gotong royong sekarang ini dapat mengalami perubahan karena warga cenderung berfikir lebih modern (Anggorowati dan Sarmini, 2015).

Dengan begitu gotong royong memiliki nilai yang sangat penting untuk tetap dijaga dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut karena bisa dijadikan sebagai sarana penguatan kerukunan dan kerjasama dalam masyarakat.

Sehingga melalui gotong royong akan dapat mempererat hubungan masyarakat. Pola interaksi yang ada dalam masyarakat yang memiliki perbedaan suku dan agama tentunya memiliki perbedaan dengan masyarakat lain. Untuk itu perlunya menjaga gotong royong untuk menjaga kerukunan bersama sehingga dapat menjadikan kebudayaan kebersamaan tetap terjaga.