Inventarisasi Jamur Makroskopis di Cagar Alam Nusakambangan Timur

Ordo Agriales perupakan Ordo yang memiliki jenis terbanyak setelah Ordo Polyporales dengan 3 spesies Maramius androcaseu, Lichenomphalia umbullifera, Tricholoma crassum, Ordo Agriales secara umum memiliki bentuk morfologi seperti payung dengan tekstur lunak. (Foto: alodokter)

Cilacap – Cagar Alam Nusa kambangan Timur memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang melimpah, salah satunya dari kingdom Fungi. Kelompok fungi yang di data adalah jamur makroskopis, jamur makroskopis tumbuh di media yang terdapatat humus yang tingi, seperti tanah berhumus, robohan pohon yang sudah lapuk dan sersah dedaunan.

Divisi Basidiomycota didapat 15 jenis yang terdiri atas 6 Ordo (Agriales, Tremellales, Homobasidiomyctes, Polyporales, Auriculariales, Boletales) dan 9 Famili dengan paling banyak di temukan dari Ordo Polyporales.

Ordo Agriales perupakan Ordo yang memiliki jenis terbanyak setelah Ordo Polyporales dengan 3 spesies Maramius androcaseu, Lichenomphalia umbullifera, Tricholoma crassum, Ordo Agriales secara umum memiliki bentuk morfologi seperti payung dengan tekstur lunak. Hidup pada tempat yang lembab sehingga sulit hidup pada daerah yang kering.

Divisi Ascomycota didapat 2 jenis dari ordo Peziales (Gyromitra infula dan Cookeina sulcipes). Dari data penelitian kali ini terlihat bahwa jenis dari divisi Basidiomycota lebih banyak dari pada Ascomycota.

Faktor lingkungan yang berbeda di setiap tempat serta lingkungan biotik dan abiotik berpengaruh terhadap kehidupan jamur. Suhu optimum untuk pertumbuhan jamur kisaran 20˚C-35˚C, serta kelembaban udara 70%-100%, dan kisaran intensitas cahaya antara 380-720 Lux. Intensitas cahaya sangat berpengaruh terhadap reproduksi jamur.

Jamur yang ditemukan di CA Timur Nusakambangan sebagian besar ditemukan (tumbuh) pada pohon mati dan sersah, untuk jamur yang tumbuh di tanah sangat jarang di temukan. Hal ini, di sebabkan kurang nya pohon yang menaungi tanah sehingga intensitas cahaya yang masuk semakin banyak dan mengakibatkan tanah mengering dan jamur sulit tumbuh.

Ditemukan 17 spesies jamur makroskopis dari 2 divisi 7 ordo dan 11 famili. Kelas basidiomycota ditemukan paling banyak dari Ordo Polyporales serta divisi Ascomycota ditemukan dari ordo Pezizales. Jamur banyak ditemukan pada pohon mati dan sersah di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) yang memiliki kelembaban tanah yang tinggi serta Intensitas cahaya yang rendah (Purwanto et al., 2017).

Potensi Pembudidayaan Jamur Dukung Ekonomi Keluarga

Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) memiliki nilai jual yang relatif tinggi. Halini karena kandungan senyawa yang bermanfaat pada jamur tiram membuat penggunaannya tidak hanya sebatas untuk bahan makanan bahkan telah meluas menjadi bahan baku obatobatan (Cahyana et at, 2004).

Sebuah perusahaan jamur tiramskala menengah ke atas dapat memproduksi jamur tiram rata rata 650 kg jamur tiram segar per hari, sedangkan perusahaan jamur tiram dalam skala menengah ke bawah mampu memproduksi rata rata 100-250 kg jamur tiram segar perharinya (Suria wiria, 2001).

Prospek melakukan bisnis jamur tiram di Indonesia sangat cerah, karena kondisi alam dan lingkungan Indonesiasangat cocok untuk budidayajamur. Selain itu permintaan pasar akan jamur tiram di Indonesia sangat tinggi sedangkan ketersediaan akan jamur tiram tersebut masih belum memenuhi, sebagai contoh, untuk daerah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Depok menurut manajer pemasaran sebuah perusahaan jamur tiram di desa Pandansari, kecamatan Ciawi tiap harinya memerlukan 40 ton jamur tiram segar, sedangkan perusahaannya hanyamampu memproduksi jamurtiram segar setiap harinya sebesar1 ton.

Langkah awal dalam memulai bisnis jamurtiram adalah memahami budidaya jamur tiram, selanjutnya fokus pada pembesaran saja, yaitu dengan membangun sebuah kumbung jamur, lalu menjadi petani plasma, bergabung dengan petani jamur tiram inti yang sudah menguasai proses pembibitan jamur yang baik kualitasnya, serta menguasai pemasarannya.

Langkah selanjutnya adalah meningkatkan pemasaran, sekaligus menguasai budidaya jamur tiram secara keseluruhan sambil mulai membangun diri sebagai petani jamur tiram inti dengan mengembangkan petani plasma jamur tiram setelah mampu menguasai budidaya jamur dan pemasarannya, bukan hanya pasar lokal, bahkan pasar internasional, karena jamurtiram sangat disukai di Jepang, Taiwan, Singapore, Timur Tengah, Amerika dan Australia.

Memulai bisnis jamur tiram dengan pembesaran 10,000 baglog miselium jamur tiram akan dihasilkan sebanyak 4 ton jamur tiram segar dalam satu periode pembesaran jamur tiram, yaitu sekitar 4 bulan dan akan memberikan keuntungan yang mampu menambah penghasilan setiap bulannya.

Pertama, Agribisnis jamur tiram memiliki prospek yang sangat cerah, karena produknya selalu mudah diserap di pasar lokal maupun pasar internasional. Kedua, Mengawali bisnis jamur tiram dapat ditempuh dengan menjadi petani plasma terlebih dahulu dan fokus pada usaha pembesaran (growing). Ketiga, Memulai usaha dengan 10.000 baglog lebih menguntungkan, dan fokus pada pembesaran.

Keempat, Dengan mengawali usaha jamur tiram skala 10,000 baglog, maka dalam waktu satu perioda panen, investasi sudah dapat dikembalikan, bahkan masih ada sisa. keuntungan, sehingga pada periode berikutnya, insyaAllah akan memperoleh keuntungan yang cukup besar (Yamin, 2009).