Faktor Pengaruh Keaktifan Kader Posyandu di Desa Pengadegan Banyumas

Posyandu merupakan klinik ibu dan anak untuk mempercepat penurunan angka kematian bayi, angka kelahiran bayi, dan angka kematian ibu. (Foto: mandala mekar)

Banyumas – Posyandu merupakan klinik ibu dan anak untuk mempercepat penurunan angka kematian bayi, angka kelahiran bayi, dan angka kematian ibu. Keberhasilan kegiatan posyandu tergantung pada peran aktif kader.

Data Dinas Kabupaten Banyumas tahun 2013 mengatakan bahwa persentase kader aktif di wilayah Puskesmas I Wangon merupakan yang paling rendah di Kabupaten Banyumas khususnya pada posyandu di Desa Pengadegan yaitu 36 kader (60%).

Keaktifan kader dalam kegiatan posyandu berhubungan dengan semua faktor yang diteliti yaitu pengetahuan kader, pekerjaan, motivasi kader, dan dikungan penyelenggaraan posyandu.

Kader yang tinggi persentase keaktifannya merupakan kader dengan tingkat pengetahuan seputar posyandu yang baik atau tinggi, tidak bekerja, memiliki motivasi yang tinggi dan mendapat banyak dukungan untuk proses penyelenggaraan posyandu.

Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan oleh beberapa pihak untuk membantu dalam meningkatkan keaktifan kader adalah dengan meningkatkan pula faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader.

Dapat dilakukkan dengan meningkatkan pengetahuan kader tentang posyandu melalui pemberian pembinaan kepada kader posyandu yang dilakukan oleh tenaga kesehatan wilayah puskesmas setempat dan refreshing kader secara berkesinambungan setiap 6 bulan sekali, dengan topik sekurang-kurangnya 5 program posyandu, yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, imunisasi, gizi, serta pencegahan dan penanggulangan diare.

Upaya lainnya yang dapat dilakukan selain tersebut diatas adalah dengan membuat suatu penghargaan yang diberikan oleh pemerintah daerah pada kader berprestasi dan aktif, misalnya dengan pemberian piagam penghargaan yang bertujuan meningkatkan motivasi kader dalam kegiatan posyandu.

Untuk pemantauan kondisi darikeaktifan kader dalam kegiatan posyandu sebaiknya ditinjau secara berkalaoleh penanggung jawab promosi kesehatan wilayah Puskesmas setempat pada setiap tahun sehingga apabila terdapat penurunan langsung dievaluasi penyebabnya dan dapat dibuat perencanaannya untuk mempebaiki kondisi tersebut oleh puskesmas dan berbagai pihak terkait lainnya dengan memperhatikan faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader posyandu (Profita, 2018).

Peran Posyandu Sebagai Pusat Informasi Kesehatan Ibu dan Anak

Posyandu sudah dikenal sejak lama sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan balita. Kini, Posyandu dituntut untuk mampu menyediakan informasi kesehatan secara lengkap dan mutahir sehingga menjadi sentra kegiatan kesehatan masyarakat.

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelanggraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi ( Departemen Kesehatan RI. 2006).

Tujuan didirikannya Posyandu adalah untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak balita, angka kelahiran agar terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Pos pelayanan terpadu (Posyandu) ini merupakan wadah titik temu antara pelayanan professional dari petugas kesehatan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya penurunan angka kematian bayi dan angka kelahiran.

Posyandu merupakan wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan.

Posyandu mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini. Yang dimaksud dengan nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini yaitu dapat meningkatkan mutu manusia di masa yang akan dating.

posyandu harus penjadi pusat informasi dengan dukungan sisten informasi yang handal. Sistem informasi Posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan data dan informasi tentang pelayanan terhadap proses tumbuh kembang anak dan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak yang meliputi cakupan program, pencapaian program, kontinuitas penimbangan, hasil penimbangan dan partisipasi masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola Posyandu.

Oleh karena itu, Sistem Informasi Posyandu (SIP) merupakan bagian penting dari pembinaan Posyandu secara keseluruhan. Pembinaan akan lebih terarah apabila di dasarkan pada informasi yang lengkap, akurat dan aktual (Saepudin., et all 2017).

Manfaat Sistem Informasi Posyandu yaitu sebagai bahan kader Posyandu untuk memahami permasalahan sehingga dapat mengembangkan kegiatan yang tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan sasaran dan sebagai bahan informasi yang tepat guna dan tepat waktu mengenai pengelolaan posyandu, agar berbagai pihak yang berperan dalam pengelolaan Posyandu dapat menggunakannya untuk membina posyandu demi kepentingan masyarakat.

Posyandu memiliki peranan penting dalam meningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui proses pelayanan kesehatan. Peran posyandu sebagai agen perubahan sosial berupa perubahan cara pandang masyarakat mengenai kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi penyakit sejak dini, dan masuh banyak keuntungan lain yang menimnulkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap kesehatan.