Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi Ukm Sapu Glagah di Kabupaten Purbalingga

Melimpahnya tanaman glagah yang mencapai 10 ribu ton pertahun di Kabupaten Purbalingga memberikan dampak positif terhadap tumbuhnya berbagai industri kecil menengah kerajinan sapu glagah. (Foto: docplayer info)

Purbalingga  – Melimpahnya tanaman glagah yang mencapai 10 ribu ton pertahun di Kabupaten Purbalingga memberikan dampak positif terhadap tumbuhnya berbagai industri kecil menengah kerajinan sapu glagah.

Saat ini ada sekitar 50 unit usaha kerajinan sapu glagah yang berkembang di Purbalingga. Salah satu sentra kerajinan sapu glagah yang terkenal adalah Kecamatan Karangjambu khususnya desa Sigupit.

Desa Sigupit merupakan salah satu sentra kerajinan sapu glagah yang telah mampu menembus pasar internasional diantaranya adalah Korea dan Malaysia. Sedangkan untuk pasar lokal, kerajinan sapu tersebut di pasarkan di kota – kota sekitar Purbalingga bahkan sampai kota-kota yang ada di Jawa Barat seperti Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Cirebon dan lain lain.

Secara umum permasalahan pada UKM sapu glagah adalah kualitas dan kuantitas yang masih rendah karena penggunaan peralatan manual. Sehingga sulit untuk memenuhi pasar ekspor.

Proses alih teknologi dilakukan langsung kepada tenaga operator di lapangan sehingga target capaian bisa tercapai

Penggunaan mesin produksi harus berdasarkan standar prosedur operasional untuk kenyamanan dan keamanan, oleh karena itu perlu di buatkan SOP penggunaan mesin-mesin produksi. Pemanfaatan teknologi dalam proses produksi dapat meningkatkan produktivitas sampai 30%, dari sebelumnya yang masih menggunakan peralatan manual.

Manajemen pembukuan yang baik pada UKM akan meningkatkan efisiensi, karena mitra dapat memperhitungkan dari proses bahan baku sampai produk jadi secara detail.

Setelah dilakukan peningkatan produktivitas produk, UKM sangat membutuhkan dukungan pemasaran online.

Pengupayaan Peningkatan Produktivitas pada UMKM Melalui Teknologi

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha perorangan yang memiliki hasil penjualan tahunan diantara 300 juta hingga 50 milyar rupiah (Undang-Undang Republik Indonesia, 2008).

UMKM telah berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 57-60% dengan tingkat penyerapan tenaga kerja sekitar 97% dari keseluruhan tenaga kerja di Indonesia (Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Bank Indonesia, 2015).

Sumber keunggulan daya saing terkini adalah inovasi dan kreativitas. Keunggulan bersaing berbasis inovasi dan kreativitas harus lebih diutamakan karena mempunyai daya tahan dan jangka waktu lebih panjang (Darwanto, 2013).

Salah satu upaya peningkatan inovasi pada UMKM adalah penggunaan teknologi informasi. Ketersediaan informasi didalam dan diluar perusahaan sangatlah penting karena berkaitan dengan aspek manajerial dan pemasaran.

Aspek Teknis, sistem informasi UMKM dapat memberikan kemudahan bagi pihak manajemen dalam pengolahan data serta konsumen untuk mendapatkan informasi perihal produk-produk yang tersedia dengan memanfaatkan media internet.

Aspek Operasional, sumber daya manusia yang tersedia rata-rata memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer. Akan tetapi, untuk penerapan sistem informasi yang baru tentu diperlukan adanya pelatihan penggunaan sistem informasi. Sistem informasi yang baru akan dapat mengurangi kesalahan pengguna dalam proses pencatatan data, perhitungan biaya, dan ketidaksesuaian informasi produk.

Aspek Ekonomis, sistem informasi UMKM yang baru dapat mengurangi biaya pencatatan dan penyimpanan data. Melalui sistem berbasis website juga dapat diperoleh beberapa manfaat diantaranya jangkauan pemasaran produk sangat luas, meningkatkan citra usaha, kemudahan akses informasi, mengoptimalkan pelayanan terhadap konsumen, mempersingkat waktu dan biaya tanpa harus menghubungi manajemen secara langsung atau datang langsung ke tempat usaha.

Manfaat lain yang didapatkan adalah memperluas jangkauan pasar karena tidak dibatasi oleh geografis dan waktu sehingga dapat meningkatkan penjualan dan produksi yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap keuntungan yang didapat oleh perusahaan.