Implementasi Regional Marketing di Kabupaten Purbalingga Tahun 2000-2014

Citra wilayah dalam pemasaran wilayah akan selalu selaras dengan sebuah nilai kepercayaan. Harapannya dengan citra wilayah yang positif mampu menarik minat bagi penanam modal demi meningkatkan daya saing wilayah. (Foto: Warta Ekonomi)

Purbalingga – Memasarkan wilayah merupakan salah satu cara untuk memajukan daerah yang membutuhkan konsistensi dan kerja keras kolektif antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Memajukan daerah tidak hanya mengandalkan APBD tetapi diperlukan upaya-upaya yang kreatif dan inovatif.

Citra wilayah dalam pemasaran wilayah akan selalu selaras dengan sebuah nilai kepercayaan. Harapannya dengan citra wilayah yang positif mampu menarik minat bagi penanam modal demi meningkatkan daya saing wilayah.

Sejalan dengan pemikiran diatas, Kabupaten Purbalingga mulai memahami pentingnya pemasaran wilayah (regional marketing). Terciptanya wilayah yang mandiri menjadi tujuan utama demi melepaskan diri dari ketergantungan APBD dan kekayaan sumberdaya alam.

Pemasaran wilayah (regional marketing) mulai dilakukan dengan pembenahan dan persiapan Purbalingga, dilihat dari rancangan Purbalingga yang sudah mengarah kepada penciptaan poros perekonomian baru.

Persepsi yang muncul dari pelaku usaha adalah penilaian terhadap usaha Pemerintah Kabupaten Purbalingga yang dirasakan oleh pengusaha selama perjalanan usahanya. Setiap pelaku usaha mempunyai pandangan yang berbeda terhadap Purbalingga sebagai Kabupaten Ramah Investasi.

Pelayanan tata ruang, pelayanan pengembangan usaha, bussiness gathering, pendampingan usaha kecil, penciptaan plasma PMA, dan pengalokasian lokasi usaha bagi pelaku usaha (pengusaha) merupakan langkah nyata yang sudah dibuktikan Pemkab untuk membuat nyaman pengusaha dan mewujudkan Kabupaten Purbalingga ramah investasi.

Ketersediaan infrastruktur masih terbatas disebabkan oleh status Purbalingga, peruntukan kawasan industri. Meski demikian, pelayanan administrasi daerah menjadi faktor yang paling mendapat sorotan dari pelaku usaha dan merupakan sistem yang paling siap untuk menarik investasi dan merintis terciptanya kawasan industri di Purbalingga (Wicaksono dan Riyanta, 2015).

Pentingnya Pembangunan Ekonomi Secara Optimal di Daerah-Daerah

Strategi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah adalah sangat mutlak diperlukan serta diterapkan dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi daerah yang bersangkutan.

Untuk itu peran pemerintah sangat penting untuk mendorong bahkan meningkatkan kapasitas pembangunan ekonomi suatu daerah dengan berdasarkan pada kondisi serta potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah.

Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses. Yaitu proses yang mencakup pembentukan institusi-institusi baru, pembangunan industri-industri alternatif, perbaikan kaasitas tenaga kerja yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik, identifikasi pasar-pasar baru , alih ilmu pengetahuan, dan pengembangan perusahaan-perusahaan baru.

Setiap upaya pembangunan ekonomi daerah mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah. Dalam upaya untu mencapai tujuan tesebut. Pemerintah daerah dan masyarakatnya harus secara berama-sama mengambil inisiatif pembangunan daerah.

Melalui pengembangan program perbaikan kondisi fisik/lokalitas daerah yang ditujukan untuk kepentingan pembangunan industri pembangunan industri dan perdagangan, pemerintah daerah akan berpengaruh positif bagi pembangunan dunia usaha daerah.

Secara khusus, tujuan strategi pembangunan fisik/lokalitas ini adalah untuk menciptakan identitas daerah/ kota, memperbaiki basis pesona (amenity base) atau kualitas hidup masyarakat, dan memperbaiki daya tarik pusat kota (civic center) dalam upaya untuk memperbaiki dunia usaha daerah.

Pengembangan dunia usaha merupakan komponen penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi daerah karena daya tarik, kreasi, atau daya tahan kegiatan dunia usaha merupakan cara terbaik untuk menciptakan perekonomian daerah yang sehat.

Sumberdaya manusia merupakan aspek yang paling penting dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karena peningkatan kualitas dan ketrampilan sumberdaya manusia adalah suatu kebutuhan yang wabij di penuhi.

Kegiatan pengembangan masyarakat ini merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mengembangkan suatu kelompok masyarakat tertentu di suatu daerah. Dalam bahasa populer sekarang ini sering juga dikenal dengan istilah kegiatan pemberdayaan (empowerment) masyarakat.

Kegiatan-kegiatan pembangunan daerah berkembang marak di indonesia belakangan ini karena ternyata kebijakan umum ekonomi yang ada tidak mampu memberikan manfaat bagi kelompokkelompok masyarakat tertentu  (Siwu, 2019).