Bank Jateng Cabang Cilacap Serahkan Bantuan 70 Juta Guna Bantu Pencegahan Covid-19

Penyerahan dilakukan langsung oleh pimpinan Bank Jateng Cabang Cilacap Siti Nafisah, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf di halaman kantor Sekda usai berjemur bersama Kamis (02/04). (Foto: Pemkab Cilacap)

Cilacap – Semakin merebaknya Covid-19 (virus corona) yang tiap hari terus bertambah jumlah yang terpapar, bahkan hingga jum’at (03/4) telah menelan korban jiwa 181 orang meninggal di Indonesia akibat virus covid-19, menjadi keprihatinan semua pihak.

Seperti halnya Bank Jateng Cabang Cilacap ikut peduli untuk membantu pencegahan penyebaran virus covid-19 dengan memberikan bantuan sebesar 70 juta rupiah. Penyerahan dilakukan langsung oleh pimpinan Bank Jateng Cabang Cilacap Siti Nafisah, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf di halaman kantor Sekda usai berjemur bersama Kamis (02/04).

Pimpinan Bank Jateng Cabang Cilacap, Siti Nafisah pada kesempatan tersebut mengatakan , diharapkan bantuan tersebut bisa meringankan atau membantu operasional penanganan covid-19 di Cilacap dan berharap bisa segera pulih.

Sekda Cilacap Farid Ma’ruf selaku ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 Cilacap, mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah peduli dengan berpartisipasi memberikan bantuan termasuk Bank Jateng.

“Kami atas nama pemerintah daerah tentunya berterimakasih kepada semua pihak yang telah turut membantu, termasuk Bank Jateng Cilacap,” jelasnya.

Dikatakan, meskipun jumlah kasus covid-19 di Cilacap terus bertambah, namun penanganannya dilakukan secara maksimal. “Semoga saja nanti semakin membaik terus,” ungkapnya. Hadir menyaksikan penyerahan sumbangan para asisten Sekda dan para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Cialacap.

Peran Lembaga Perbankan dalam Lingkungan Sosial Masyarakat

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, yang selanjutnya disebut Bank Jateng, merupakan salah satu bank pembangunan daerah yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk memajukan sektor pertanian di daerah Jawa Tengah melalui program KKP-E.

Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) adalah kredit investasi dan atau modal kerja yang diberikan kepada petani, peternak, nelayan dan pembudidaya ikan, kelompok (tani, peternak, nelayan dan pembudidaya ikan) dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan Tanaman Bahan Baku Bahan Bakar Nabati.

Tujuan KKP-E adalah menyediakan kredit investasi atau modal kerja dengan suku bunga terjangakau bagi para petani, mengoptimalkan pemanfaatan dana kredit yang disediakan oleh perbankan untuk petani yang memerlukan pembiayaan usahanya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan guna peningkatan produksi sekaligus peningkatan pendapatan dan kesejahteraanya, dan mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional dan ketahanan energi lain melalui pengembangan tanaman bahan baku bahan bakar nabati.

Implementasi program KKP-E, sebagai salah satu strategi pemerintah untuk mendukung pembangunan di sektor pertanian, perlu dianalisis agar pelaksanaannya sesuai dengan yang telah direncanakan dan tepat sasaran sesuai tujuan dari program tersebut.

Bank Jateng menggolongkan KKP-E sebagai kredit modal kerja untuk pembiayaan pengembangan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, pengadaan pangan dan pengadaan atau peremajaan mesin pertanian (alsintan), dengan jangka waktu yang didasarkan pada siklus tanam atau siklus usaha dan analisis cash flow usaha yang bersangkutan dengan batasan maksimal 5 (lima) tahun.

Sumber dana KKP-E disediakan oleh Bank Jateng sehingga risiko kredit ditanggung sepenuhnya oleh Bank Jateng. Pemerintah berperan untuk menyediakan subsidi suku bunga yang diberikan kepada Bank Jateng setiap 3 bulan, melalui Departemen Keuangan kepada Bank Jateng selama jangka waktu pinjaman dari bank kepada debitur.

Bank Jateng berperan sebagai mitra pemerintah, yaitu membantu pemerintah dalam menyediakan dana, menyalurkan dan menatausahakan program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E).

Dalam menyalurkan KKP-E, Bank Jateng merupakan alat kebijakan moneter pemerintah yang bertugas mengedarkan uang dalam bentuk pemberian pinjaman (KKP-E) dan menarik uang pada saat pelunasan kredit, sekaligus sebagai intermediary, yaitu sebagai penghubung antara masyarakat yang memerlukan dana (petani, peternak dan nelayan) dengan pihak yang menawarkan dana (pemerintah) (Putrie, 2015).