Sumbangkan APD ke Pemkab Banyumas oleh Karyawan Bank Jateng

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Pemimpin Cabang Bank Jateng Koordinator Purwokerto Lis Arofah Ambarwati kepada Bupati Banyumas Ahcmad Huseindi di Pendopo Sipanji Purwokerto, Senin (6/4). (Foto: Pemkab Banyumas)

Purwokerto, Banyumas – Bank Jateng Koordinator Purwokerto menyerahkan bantuan peduli corona kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Pemimpin Cabang Bank Jateng Koordinator Purwokerto Lis Arofah Ambarwati kepada Bupati Banyumas Ahcmad Husein, Senin (6/4) di Pendopo Sipanji Purwokerto.

Pemimpin Cabang Bank Jateng Koordinator Purwokerto Lis Arofah Ambarwati mengatakan bantuan dari karyawan karyawati Bank Jateng Cabang Purwokerto dalam rangka ikut serta membantu petugas kesehatan yang ikut berjuang dalam penanganan corona. Bantuan berupa 100 baju hazmad, 5 liter hand sanitizer, Sarung tangan 10 box @ 100 set, masker kain 1000 buah dan susu ultra 200 ml sebanyak 30 box masing-masing box berisi 24 buah.

Selain itu mereka juga menyerakan 200 paket sembako yang diperuntukan khusus untuk petugas kebersihan yang berada di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas. Bantuan kepada petugas kebersihan ini, sebagai apresiasi kepada petugas kebersihan yang selama ini ikut membantu menjaga keindahan kota Purwokerto.

“Aksi sosial dilakukan, sebagai bentuk partisipasi dan rasa kemanusiaan dari karyawan karyawati Bank Jateng Purwokerto. Bantuan diserahkan untuk digunakan dalam penanganan Covid-19,” katanya.

Sementara itu Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Kabupaten Banyumas Wahyu Budi Saptono mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi pada jajaran Bank Jateng yang telah memberikan bantuan tersebut. Karena saat ini pihaknya tengah membutuhkan APD bagi petugas kesehatan.

“Rencananya, bantuan akan disalurkan melalui dinas kesehatan kemudian akan dilanjutkan kepada petugas medis di Puskemas di Kabupaten Banyumas maupun fasilitas lain, untuk dipergunakan dalam penanganan pasien dengan gejala Covid-19,” katanya.

Peran Lembaga Keuangan dalam Pemberdayaan Sektor Informal

Pemberdayaan usaha sektor informal tidak terlepas dari keperluan untuk memenuhi kebutuhan dana bagi pembiayaan usaha tersebut. Dalam hal ini, upaya pemberdayaan usaha sektor informal mengandung dua aspek penting, yaitu ketersediaan pembiayaan/ kredit berskala kecil serta kemudahan pemanfaatannya (aksesnya) oleh para pelaku usaha tersebut.

Tersedianya kredit yang memadai dapat menciptakan pembentukan modal bagi usaha rakyat sehingga dapat meningkatkan produksi, pendapatan dan menciptakan surplus yang dapat digunakan untuk membayar kembali kredit yang diperoleh dalam melakukan pemupukan modal.

Langkah yang dapat ditempuh dalam hal ini adalah membuka akses masyarakat kepada sumberdaya modal. Untuk itu diperlukan pendekatan yang berbeda dengan cara-cara perbankan konvensional.

Aksesibilitas terhadap sumberdaya modal diartikan sebagai keterjangkauan yang harus dimiliki dua sisi, pertama, ada pada saat diperlukan dan, kedua, berada dalam jangkauan untuk memanfaatkannya.

Lembaga keuangan yang diharapkan mampu menyediakan sumber pembiayaan usaha yang terjangkau oleh masyarakat miskin, yaitu lembaga keuangan mikro (LKM). Dengan banyaknya macam LKM formal dan informal yang telah ada, maka LKM dalam bentuk yang bagaimana yang sesuai dengan karaterisitik masyarakat muslim yang berada pada kelompok usaha mikro.

Banyaknya pelaku usaha mikro yang menjadikan usahanya sebagai sumber penghasilan, maka peran LKM sebagai sumber pendanaan usaha mikro, dituntut berperan aktif dalam menjalankan fungsinya. Selain itu dituntut juga, peran pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung (Wiwoho, 2014).