Anshor Cilongok Semprotkan Desinfektan Ke Masjid-Masjid

Penyemprotan disinfektan dilakukan secara swadaya dengan menggunakan tabung penyemprot ke masjid, madrasah diniyah dan pondok pesantren di Kecamatan Cilongok pada Minggu, (22/3). (Foto: Pemkab Banyumas)

Cilongok, Banyumas – Menindaklanjuti himbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran covid-19 di tempat umum, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Cilongok melakukan penyemprotan serentak di sejumlah tempat.

Penyemprotan disinfektan itu dilakukan secara swadaya dengan menggunakan tabung penyemprot ke masjid, madrasah diniyah dan pondok pesantren di Kecamatan Cilongok pada Minggu, (22/3) malam.

Koordinator kegiatan, Ishaqul Chasan menjelaskan aksi ini dikoordinir pada 20 desa di Kecamatan Cilongok secara serentak. Sebagai wujud partisipasi aktif dalam merespon penanggulangan wabah menular covid-19.

“Relawan Ansor berkeliling ke masjid, madrasah diniyah dan pondok pesantren. Tindakan yang dilakukan dengan menggulung karpet, mengepel lantai dan menyemprot disinfektan ke semua ruangan,” terang Ketua PAC Ansor Kecamatan Cilongok itu.

Ishaqul menambahkan, alat yang dipakai menggunakan sapu, pengepel lantai dan tabung penyemprot. Sementara bahan yang digunakan byclin, super sol dan cairan pembersih lantai lainnya.

“Aksi ini bagian dari kepedulian dan kewaspadaan tanggap covid-19. Minimal dapat mengantisipasi menjalarnya virus ke jamaah masjid dan santri madrasah diniyah,” harapnya.

Relawan Ansor, Ahmad Thobroni mengatakan siap untuk melakukan aksi selanjutnya. Mengingat ancaman virus ini terus mengintai setiap saat.

“Bangga menjadi bagian dari relawan untuk membantu sesama. Masalah virus ini menjadi tanggungjawab bersama untuk saling mengingatkan dan melindungi satu sama lain,” tegasnya.

Menurutnya, relawan telah bergerak secara serentak dibawah koordinator desa. Satu desa diikuti oleh 15 hingga 25 relawan yang tersebar dengan target masjid dan madrasah dalam satu desa tersebut.

“Kedepan tidak menutupkemungkinan akan terus dilakukan upaya penyemprotan sesuai dengan perkembangan situasi. Relawan akan bergerak kembali saat kondisi membutuhkan untuk dilakukan penyemprotan,” pungkas Kepala MI Ma’arif NU 1 Sudimara Cilongok itu.

Peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Lingkungan Masyarakat

Organisasi masyarakat (ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau dalam istilah lainnya sebagai Non-Governmental Organization (NGO) memegang peranan penting sebagai pilar demokrasi yang mewujudkan masyarakat sipil (civil society) yang kuat dan mampu memperjuangkan hak-hak rakyat dalam kehidupan bernegara. Ormas dan LSM merupakan organisasi yang didirikan oleh individu atau kelompok secara sukarela yang bertujuan untuk mendukung dan menopang aktivitas atau kepentingan publik tanpa bermaksud mengambil keuntungan finansial.

Ormas dan LSM merupakan organisasi legal di mata hukum yang bekerja tanpa adanya ketergantungan dari pemerintah, atau setidaknya pengaruh dari pemerintah tidak diberikan secara langsung. Pada kasus dimana Ormas dan LSM mendapatkan dana dari pemerintah, tetap tidak boleh ada keanggotaan LSM tersebut dari unsur pemerintah.

Ada beberapa jenis organisasi yang terbentuk antara lain LSM, yayasan sosial, organisasi keagamaan, organisasi Kepemudaan, dan organisasi yang didasarkan atas profesi.

Peran Ormas/LSM dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ormas/LSM tidak hanya menjadi penghubung dan pengimbang kekuatan rakyat berhadapan dengan negara, tetapi juga memberikan kontribusi positif sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dan upaya-upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks kehidupan sosial politik,

Ormas dan LSM yang ada di Indonesia turut andil dalam menjadi stabilitas ketertiban dan keamanan, dan diharapkan ke depannya akan tetap memainkan peran tersebut sehingga dapat menopang kesatuan bangsa dan NKRI.

Eksistensi dan krediblitas menjadi tantangan sendiri bagi Ormas dan LSM dalam memberikan bantuan untuk kesejahteraan masyarakat. Mereka selayaknya berjalan sesuai dengan karakteristik organisasi yang menjadi keunggulan mereka, yaitu berintegritas, independen, kompeten, profesional, fleksibel, dan memiliki jaringan organisasi yang luas.

Beberapa tantangan yang harus dihadapi Ormas dan LSM dapat dilalui dengan menguatkan dan meningkatkan sumber daya anggota untuk menciptakan efektifitas, menjaga organisasi tetap bersih dari tindak korupsi, dan peka pada setiap permasalahan yang ada di masyarakat (Ganjar, 2016).