Bantuan APD untuk RS Panti Nugroho dari FOPPSI Purbalingga

Bantuan diserahkan oleh ketua FOPPSI Purbalingga Farida Margianti kepada Aryanti Dwi Purwesti, AMK selaku perawat pencegah dan pengendali infeksi RSUD Panti Nugroho, di RSUD setempat, Jumat (3/4/). (Foto: Pemkab Purbalingga)

Purbalingga – Untuk membantu mengatasi penyebaran virus corona atau Covid-19 yang sedang merebak, Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Daerah Kabupaten Purbalingga memberikan bantuan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panti Nugroho, Purbalingga. Bantuan diserahkan oleh ketua FOPPSI Purbalingga Farida Margianti kepada Aryanti Dwi Purwesti, AMK selaku perawat pencegah dan pengendali infeksi RSUD Panti Nugroho, di RSUD setempat, Jumat (3/4/).

Bantuan yang diberikan itu berupa Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker lima box, baju APD lima buah, sepatu bot lima pasang, hand sanitizer cair lima liter, hand sanitizer gel 50 botol, sabun cair lima liter dan vitamin 43 box, serta kacamata satu boks.

Bantuan ditujukan untuk tenaga kesehatan (nakes) yang merupakan garda terdepan dalam memerangi pandemi virus Corona yang sedang merebak di mana-mana, termasuk di Purbalingga.

“Bantuan ini merupakan hasil penggalangan donasi dari para operator sekolah baik dari jenjang SD maupun SMP serta dari donatur lainnya. Kemudian kami belanjakan untuk membeli kelengkapan yang diperlukan oleh tenaga kesehatan di RSUD Panti Nugroho, yang merupakan salah satu rumah sakit di Purbalingga yang ikut menangani pasien yang terinfeksi virus corona,” Jelas Farida Margianti yang didampingi pengurus FOPPSI lainnya, Agus Tri Rusianto, Nokman Riyanto dan Susanti .

Farida Margianti mengemukakan, bantuan ini jangan dilihat dari jumlahnya. Namun ini sebagai kepedulian dari FOPPSI terhadap kesehatan dan keselamatan tenaga kesehatan yang sedang bertugas melayani masyarakat di tengan pandemi Covid-19 saat ini. “Mudah-mudahan langkah ini dapat menginspirasi organisasi lain maupun masyarakat luas untuk turut bergerak membantu pejuang garda terdepan ini,” harap Farida.

Aryanti Dwi Purwesti mengucapkan terima kasih kepada FOPPSI atas kepeduliannya, dan akan memanfaatkan bantuan APD itu secara maksimal guna dipakai mengatasi penyebaran virus corona, khususnya dalam menangani pasien di RSUD Panti Nugroho, Purbalingga.

Peran Lembaga Swadaya Masyarakat dalam Lingkungan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat adalah proses dan tujuan. di Indonesia selama ini nampak jelas bahwa perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam upaya pembangunan selalu merefleksikan kebijakan politik digariskan dari atas ke bawah oleh rezim penguasa (Ronasifah dkk, 2019)

Pemberdayaan penting untuk mengurangi kegagalan pembangunan. Kondisi masyarakat memang heterogen. Kebutuhan, masalah, dan potensi yang ada di masyarakat sangat beragam, begitu pula lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya masyarakat juga berbeda, hal seperti ini menjadi tantangan sendiri bagi agen pemberdayaan.

Peran adalah bentuk perilaku seseorang untuk melaksanakan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain dan juga diri sendiri. Tujuan dari peran tentu harus ada dorongan dari diri sendiri dan juga orang lain sebagai faktor utama melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah sebuah wadah yang dapat digunakan untuk mengajukan aspirasi masyarakat dalam suatu permasalahan. Dimana LSM mempunyai peran untuk membantu masyarakat desa, bahkan pemerintah desa. Dalam ruang lingkup masyarakat, LSM dapat membantu dalam hal-hal sosial dan hukum, sedangkan dalam ruang lingkup pemeritah desa, LSM dapat berperan membantu tata desa dan pembangunan, meskipun tidak secara keseluruhan (Webadmin, 2014).

Peranan LSM dalam proses pembangunan selama ini adalah: a). menyelenggarakan berbagai kegiatan inovatif yang bila berhasil dapat direplikasi oleh pemerintah dan organisasi lain melalui program yang lebih luas; b). melakukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat; c). menyelenggarakan berbagai forum dialog tentang kebijakan serta berfungsi sebagai katalis bagi berbagai aktor pembangunan.