Bantuan Rapid Test dan Gajinya Untuk Tangani COVID-19 oleh Wabup Kebumen

Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyerahkan bantuan rapid test sejumlah 400 unit kepada Dinas Kesehatan Kebumen, Jumat ( 3/4). (Foto: Pemkab ebumen)

Kebumen – Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyerahkan bantuan rapid test sejumlah 400 unit kepada Dinas Kesehatan Kebumen, Jumat ( 3/4).

Tidak hanya itu, Wabup juga memberikan gajinya selama satu tahun sekitar Rp 325 juta untuk penangan COVID-19 di Kabupaten Kebumen dan untuk diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya.

Bantuan diserahkan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dr Dwi Budi Satrio di pendopo rumah dinas Wakil Bupati.

Dijelaskan Arif Sugiyanto, keprihatinan terhadap kasus COVID-19 membuatnya tergerak untuk menyerahkan gajinya untuk penanganan kasus corona di Kebumen.

“Saya menyerahkan gaji saya selama menjabat sebagai Wakil Bupati selama satu tahun, totalnya kurang lebih 325 juta rupiah untuk penanganan COVID-19, saya akan serahkan BAZNAS dan lainnya, termasuk untuk masyarakat yang terdampak,”

Arif juga menyampaikan keprihatinannya karena begitu banyak warga terdampak dari pandemi COVID-19. Baik secara mental maupun ekonomi. Ia menyatakan akan berusaha semampunya untuk bisa membantu untuk mengatasi hal ini. Salah satunya dengan memberikan bantuan berupa sembako untuk warga kurang mampu.

“Masyarakat harus dikuatkan tidak hanya dari sisi mental maupun imunitas tubuh agar terhindar darii COVID-19, hal lain yang juga sangat penting adalah penguatan ekonomi,” tegas Aris Sugiyanto.

Untuk bantuan alat rapid test, Wakil Bupati menyerahkan sepenuhnya pada Dinas Kesehatan untuk bisa dipergunakan dengan baik. Utamanya untuk mereka di garda depan yang menangani PDP. Wakil Bupati senelumnya juga telah melakukan pengecekan dengan menggunakan rapid test dan masih menunggu hasilnya.

Upaya Menumbuhkan Jiwa Patriotisme dan Rela Berkorban

Pembelaan negara atau bela negara adalah tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia (Widjianto & Marzuki, 2018).

Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara, dan kerelaan untuk berkorban guna menghadapi setiap ancaman baik luar maupun dalam negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, keutuhan wilayah, yurisdiksi nasional, nilainilai Pancasila, dan UUD 1945.

Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan syaratsyarat tentang pembelaan diatur dengan undangundang. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Dimensi dalam bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras.

Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Generasi muda adalah generasi harapan bangsa karena di pundak mereka cita-cita bangsa di gantungkan sebagai regenerasi dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Peran pemuda (baca: generasi muda) dalam suatu negara sangat penting karena pemuda adalah:

  1. Agen of change: pemuda bertugas untuk mengadakan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, perubahan kemanusiaan.
  2. Agen of development: pemuda bertugas untuk melancarkan dan melaksanakan pembangunan dalam segala bidang baik pembnagunan fisik maupun non fisik.

Untuk itulah sangat perlu bagi generasi muda khususnya ditanamkan nilai-nilai patriotis dan nasionalis sesuai yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 agar mereka tidak mudah terpengaruh arus tranformasi budaya yang takterbendung kehadirannya di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia, dan dengan begitu peran mereka dapat terlaksana dengan baik (Aristin, 2018).