Redesain Pasar Gede Cilacap Dorong Minat Para Pembeli

Pasar Gede Cilacap dengan kondisi fisik bangunan yang rusak dan sistem penataan zonasi pedagang yang kacau menjadi penyebab berkurangnya minat pembeli di Pasar Gede. (Foto: youtube)

Cilacap – Seiring berkembangnya zaman, pasar tradisional tidak lagi menjadi pilihan utama sebagai tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Munculnya pasar modern lebih diminati pembeli karena tempatnya yang bersih dan tertata sehingga membuat kegiatan berbelanja menjadi lebih nyaman.

Hal ini menjadikan pasar tradisional kalah bersaing dan mulai sepi pembeli dikarenakan kondisi pasar tradisional yang identik dengan kumuh dan tidak tertata.

Pasar Gede Cilacap dengan kondisi fisik bangunan yang rusak dan sistem penataan zonasi pedagang yang kacau menjadi penyebab berkurangnya minat pembeli di Pasar Gede. Pasar Gede Cilacap sebagai tempat bagi pedagang mikro dan menengah berperan sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar bagi Kota Cilacap.

Penerapan redesain bertujuan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Pasar Gede, sehingga, dapat bersaing dengan keberadaan pasar modern. Konsep desain yang diterapkan yaitu Modern Higienis, dengan 3 komoditi perdagangan utama yaitu kuliner, dagangan kering, dan dagangan basah.

Walaupun mengusung konsep pasar modern, namun secara prinsip berjualan kegiatan perdagangan masih menerapkan sistem dari pasar tradisonal yaitu berupa tawar menawar.

Dalam mendesain pasar Gede Cilacap, perlu memperhatikan 3 aspek yaitu:

  1. Zona dan peletakkan kios pedagang
  2. Sirkulasi manusia dan kendaraan
  3. Bukaan cahaya dan udara di dalam bangunan

Dengan memperhatikan ketiga aspek tersebut, maka permasalahan yang paling sering terjadi pada pasar tradisional yaitu masalah kumuh dan tidak tertata dapat dihindari pada pembangunan pasar yang baru.

Pentingnya Redesain Tata Kelola Pasar Tradisional

Perkembangan pasar modern yang pesat sangat berdampak terhadap keberadaan pasar tradisional. Pasar modern dikelola secara profesional dengan fasilitas yang serba lengkap. Hampir semua produk yang dijual di pasar tradisional dapat ditemukan di pasar modern.Akibat kehadiran pasar modern, pasar tradisional merasakan penurunan pendapatan (Genah & Kindangen, 2013).

Meskipun demikian, kehadiran pasar modern bukan merupakan penyebab utama tersisihnya pasar tradisional. Hampir seluruh pasar tradisional yang ada masih bergelut dengan permasalahan klasik seputar pengelolaan dan manajemen pasar yang buruk, sarana dan prasarana yang sangat minim, ketidaknyamanan berbelanja (kumuh, semrawut, becek, kotor) serta pedagang yang semakin menjamur sehingga menambah sesak pegerakan dalam pasar.

Ditambah lagi pergeseran budaya dari sebagian masyarakat terutama yang memiliki perekonomian lebih maju, lebih memilih berbelanja di pasar modern yang lebih bersih dan nyaman dibandingkan dengan pasar tradisional.

Tidak hanya itu, kelemahan desain arsitektural dari pasar tradisional juga sangat berdampak pada keberadaan pasar tradisional. Keadaan ini secara tidak langsung menguntungkan pasar modern.Pasar tradisional dianggap tidak mampu bersaing atau berdiri setara dengan pasar modern.

Redesain pasar tradisional memerlukan perhatian khusus dalam penerapannya.Perancangan ini bisa lebih dikembangkan lagi supaya diperoleh hasil akhir yang lebih maksimal. Ada beberapa hal yang disarankan oleh penulis dalam pengembangan objek ini yaitu:

  1. Sistem pengelolaaan harus terus dijaga agar tidak timbul kembali permasalahan yang sama seperti sebelumnya.
  2. Tetap mempertahankan pola yang sederhana yang menjadi ciri khas dari pasar tradisional sehingga dapat terus memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang.