Kesadaran Ekologis Kampung Laut Jaga Kelestarian Lingkungan

Secara umum tingkat kesadaran ekologis masyarakat di Kampung Laut Cilacap dikategorikan sedang dan tinggi. (Foto: Cilacapan)

Kampung Laut, Cilacap – Secara umum tingkat kesadaran ekologis masyarakat di Kampung Laut Cilacap dikategorikan sedang dan tinggi. Kategori kesadaran ekologis digolongkan dalam tiga kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi.

Berikut distribusinya dalam tiga kategori tersebut. Tingkat kesadaran ekologis masyarakat Kampung Laut berada dalam kategori sedang (61,84%) dan tinggi (30,26%).Hal tersebut tersebut menjelaskan bahwa secara umum masyarakat memiliki kesadaran yang baik dalam merawat dan melestarikan lingkungan.

Kesadaran ekologis adalah lahirnya kesadaran baru bahwa lingkungan hidup penting untuk kehidupan manusia sampai pada adanya perubahan positif yang signifikan dalam memandang dan memperlakukan alam semesta.

Kesadaran ekologis itu ditandai dengan adanya tiga hal yaitu (1) kepekaan terhadap lingkungan dimana manusia semakin peduli untuk menjaga kelestarian lingkungan; (2) tanggungjawab untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama, dan (3) kerjasama dengan pihak-pihak lain untuk bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan hidup.

Kesadaran ekologis masyarakat perlu ditingkatkan dengan memberikan motivasi kepada masyarakat. Motivasi didefinisikan sebagai dorongan atau faktor penggerak yang bisa menimbulkan rasa semangat serta mampu mengubah tingkah laku manusia atau individu untuk menuju pada hal yang lebih baik untuk dirinya sendiri.

Kesadaran ekologis masyarakat Kampung Laut perlu ditingkatkan terutama dalam hal kerjasama pada pembangunan masyarakat melalui berbagai program yang melibatkan semua pihak yang peduli pada usaha-usaha untuk meminimalkan dampak dari penyempitan dan pendangkalan Segara Anakan.

Usaha untuk meningkatkan kesadaran ekologi masyarakat di Kampung Laut ditempuh dengan cara meningkatkan motivasi masyarakat melestarikan kawasan Segara Anakan melalui pelatihan-pelatihan agar memunculkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup yang lebih baik di masa depan.

Pentignya Manusia dalam Menjaga Lingkungan Alam

Melestarikan lingkungan hidup adalah usaha manusia yang harus segera dilakukan agar kelangsungan hidupnya dapat terjaga dengan baik. Sekecil apapun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni (Taufiq, 2914).

Perlu dilakukan upaya-upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga tata kelola lingkungan berkelanjutan akan terwujud. Pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijakan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.

Dalam pengelolaan lingkungan harus dilakukan terhadap masalah yang paling pokok, Soerjani, (1987 : 15) : “dalam pengelolaan lingkungan ini melihat suatu permasalahan menurut konteks pokoknya dan dikembangkan menurut keperluannya dengan melihat konteks persoalan berikutnya”.

Manusia yang tinggal di suatu wilayah ada yang bersikap responsif terhadap masalah lingkungan hidup, tetapi ada pula yang bersikap masa bodoh. Sikap masa bodoh terhadap masalah pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah dan kelebihan penduduk menjadi tantangan dan musuh bersama.

Sikap masa bodoh tidak peduli terhadap masalah lingkungan harus diubah dan diarahkan kepada sikap yang ikhlas dan rela membina, menjaga dan memelihara lingkungan hidup. Sudah seharusnya bahwa manusia dengan rasa sadar dan penuh rasa tanggung jawab untuk membina, menjaga dan memelihara lingkungan sebagai habitat demi terselenggaranya kehidupan yang serasi.

Sikap manusia yang memandang bahwa alam adalah obyek yang harus dikuras habis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya harus diubah bahwa alam ini harus dirawat, ditata dan dilestarikan sehingga akan menimbulkan suatu etika yang bertanggung jawab terhadap keberadaan lingkungan.

Daldjoeni (1986:137) bahwa perubahan pandangan dan sikap hidup manusia terhadap alam yang tidak lagi memandang alam semata-mata sebagai obyek, dalam arti sumber yang dikuras habis-habisan untuk memenuhi kebutuhan manusia, melainkan menyayangi alam, dalam rangka menyegani hidup manusia sebetulnya sudah menyentuh segi etika lingkungan. Etika lingkungan dapat dikatakan merupakan kebijakan moral di dalam manusia bergaul dengan alam sekitarnya dan cara manusia mencampurtangani ekosistem.