Kondisi Remaja yang Ada Di Banyumas

Kualitas SDM dapat dikaitkan dengan perkembangan siklus hidup manusia sejak dalam kandungan sampai memasuki usia lanjut. (Foto: infodesanews)

Kualitas SDM usia dewasa tidak dapat dipisahkan dengan kualitas hidup pada usia muda. Kualitas hidup manusia muda tersebut tentunya akan berpengaruh pada kualitas sumber dayamanusia di kemudian hari.

Kualitas SDM dapat dikaitkan dengan perkembangan siklus hidup manusia sejak dalam kandungan sampai memasuki usia lanjut.

Di Banyumas sendiri memiliki perbedaan baik siswa maupun keluarga sekolah negeri dan swasta. Perbedaan secara signifikan tersebut mencakup nilai ujian akhir nasional, kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EI), lingkungan sekolah, kondisi sekolah, aktivitas siswa, harapan siswa terhadap guru, lama pendidikan ayah, lama pendidikan ibu, pendapatan, kualitas remaja, prestasi akademis remaja.

Adapun yang tidak menunjukkan adanya perbedaan adalah pemanfaaan waktu, lingkungan keluarga, pengeluaran pendidikan, dan nilai mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial.

Indeks kualitas remaja menunjukkan kategori tinggi (7,7,0%), sedang (71,3%), rendah (20,7%), dan sangat rendah (0,3%).

Kualitas remaja dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan sekolah. Sementara itu, prestasi akademis remaja dipengaruhi oleh kualitas remaja pemanfaatan waktu, kondisi sekolah, aktivitas siswa, pengeluaran pendidikan, lama pendidikan ibu, dan harapan siswa terhadap guru.

Potensi Pendidikan Guna Bangun Remaja Berkarakter

Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang di rencanakan untuk mempengaruhi seseorang, kelompok atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan.

Pendidikan membangun karakter secara implisit mengandung arti membangun sifat atau perilaku yang didasari dengan dimensi moral yang baik, bukan yang negatif atau buruk.

Adapun tujuan utama pendidikan kependudukan ialah mengupayakan perubahan sikap serta perilaku, reproduksi dan peyebaran penduduk secara rasional dan bertanggungjawab.

Melalui pendidikan kependudukan bagi remaja bangsa Indonesia diharapkan selalu memiliki karakteristik yang selalu bersemangat, cerdas berpikir, sehat jasmani, produktif, memiliki intelektual yang tinggi serta memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur, dan semua itu harus di jiwai oleh iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan berdasar kepada idiologi bangsa.

Partisipasi pemuda pemudi bangsa Indonesia sangat di harapkan guna untuk mengupayakan pembangunan bangsa yang lebih baik dan sebagai sumber insani bagi pembangunan. Baik buruknya suatu Negara di lihat dari kulitas para pemudanya, sebab generasi muda adalah penerus dan pewaris Bangsa dan Negara (Syaripuddin, 2018).