Potensi Pengembangan Pantai Suwuk Kebumen

alah satu potensi sumberdaya di kawasan pesisir yang dapat dijadikan obyek dan daya tarik wisata adalah Pantai Suwuk di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. (Foto: Pantainesia)

Kebumen – Salah satu potensi sumberdaya di kawasan pesisir yang dapat dijadikan obyek dan daya tarik wisata adalah Pantai Suwuk di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Obyek dan daya tarik wisata umumnya terdiri dari sumberdaya hayati dan non hayati. Nilai tambah netto dari jasa hiburan dan rekreasi di Kabupaten Kebumen pada Tahun 2011 adalah sebesar Rp. 6.534.530.000,00 (BPS Kabupaten Kebumen, 2013).

Destinasi wisata pada umumnya mempunyai daya tarik lingkungan wisata alam yang digunakan sebagai dasar dalam pengembangan pariwisata dalam meningkatkan minat wisatawan dalam mengunjunginya.

Kawasan OWA Pantai Suwuk Kabupaten Kebumen memiliki daya tarik potensial untuk dikembangkan. Berdasarkan observasi dan pengamatan potensi daya tarik wisata pantai Suwuk meliputi wisata alam dan buatan dengan 9 atraksi yaitu pemandangan alam (skor 1839); museum pesawat terbang (skor 1797); penyewaan perahu (skor 1671); kuliner (skor 1671); kebun binatang (skor 1653); penyewaan ATV (skor 1548); rekreasi berenang (skor 1473); berkuda (skor 1244) dan memancing (skor 1053).

OWA Pantai Suwuk Kebumen memiliki keanekaragaman yang tinggi yaitu berbagai jenis tumbuhan pantai seperti Nipah ( Nypa fruticans), Kelapa (Coccos nucifera), Cemara laut/pantai (Casuarina sp), Katang – katang (Ipomea pes caprae), Pandan (Pandanus sp), Widuri (Calotropis gigantea), Rumput gulung/Bungaruncing (Spinifex cereceus), Tapak Dara (Catharanthus roseus).

Pembangunan pariwisata memerlukan pemikiran yang matang dalam rangka pengembangan destinasi wisata. OWA Pantai Suwuk Kabupaten Kebumen saat ini merupakan salah satu obyek wisata Kabupaten Kebumen yang sedang dikembangkan oleh Dinas Pariwsata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen sebagai ikon Kabupaten Kebumen. Pengembangan OWA Pantai Suwuk Kabupaten Kebumen

Pengembangan Ekowisata Pada Daerah Pantai

Ekowisata pertama diperkenalkan oleh organisasi The Ecotourism Society (1990) adalah suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan serta kesejahteraan penduduk setempat. Namun dalam perkembangannya ternyata bentuk ekowisata ini berkembang karena banyak digemari oleh wisatawan.

Wisatawan ingin berkunjung ke area alami yang dapat menciptakan kegiatan bisnis. Kemudian, ekowisata didefinisikan sebagai bentuk baru dari perjalanan bertanggungjawab ke area alami dan berpetualang yang dapat menciptakan industri pariwisata. Sementara itu destinasi yang diminati wisatawan ecotour adalah daerah alami. Ekowisata tidak melakukan eksploitasi alam, tetapi hanya menggunakan jasa alam dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan, fisik, dan psikologis wisatawan.

Ekowisata bukan menjual destinasi tetapi menjual filosofi. Dari aspek inilah ekowisata tidak akan mengenal kejenuhan pasar. Pengembangan ekowisata di dalam kawasan pantai dapat menjamin keutuhan dan kelestarian ekosistem pantai, yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan ketersediaan sumber daya tersebut.

Pengentasan masalah yang ada di daerah teluk adalah pada pengembangan sosialisasi dan kegiatan fasilitasi kepada masyarakat kawasan teluk. Termasuk didalamnya pemilihan metode dan alat bantunya serta pada penguatan fungsi berbagai kelembagaan yang dapat melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat antara lain dengan berbagai kegiatan seperti, konservasi dan pengembangan usaha pariwisata berkelanjutan yang berbasiskan pada komunitas setempat, pembentukan forum masyarakat pesisir teluk secara terpadu dan berkelanjutan, bekerjasama dengan para stakeholders, dengan demikian kesejahteraan masyarakat setempat dapat meningkat (Supriyatno, 2014).

Fungsi yang sangat mendasar yang dapat dilakukan di kawasan teluk dan sekitarnya antara lain:

  1. Sebagai wahana konservasi sumber daya hayati pesisir dan lautan dalam rangka upaya perlindungan kawasan dan pelestarian sumber daya yang ada.
  2. Sebagai wahana penelitian (research) dan pemantauan (monitoring) sumber daya hayati, meliputi sarana dan pra sarana penelitian dan penyebarluasan informasi.
  3. Sebagai wahana partisipasi masyarakat dari segala lapisan, baik lokal maupun non-lokal dalam rangka pendidikan dan pembinaan yang berwawasan linkungan sehingga pembudayaan sadar dan cinta lingkungan dapat dicapai.
  4. Sebagai wahana pemanfaatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang meliputi kegiatan wisata alam dan usaha perikanan yang bersahabat dengan lingkungan. Pantai merupakan suatu tempat dimana pengunjung dapat bermain-main pasir atau ombak, dan tempat istirahat sambil menikmati pemandangan laut atau sambil menjemur badan. Hal yang perlu diperhatikan di lokasi ini adalah sampah, baik dari pengunjung atau pihak pengelola, yang merupakan sumber pencemaran yang potensial. Selain itu perlu dijaga keutuhan estetika, seperti pemandangan, kebersihan, dan sebagainya.