Bibit Unggul Sapi Kebumen Berpotensi Dijadikan Bibit Sapi Lokal

Populasi sapi potong di Kabupaten Kebumen sebanyak 89.429 ekor, sebesar 90 % merupakan sapi PO. (Foto: Youtube)

Kebumen – Sapi Peranakan Ongole (PO) merupakan hasil perkawinan antara sapi Jawa dengan sapi Ongole yang telah berkembang lama di Indonesia sehingga dijadikan sebagai salah satu cikal bakal sapi lokal Indonesia.

Di Jawa Tengah, sapi PO berkembang hampir di setiap kabupaten yang potensi ternaknya tinggi. Salah satu kantong ternak sapi PO adalah di Kabupaten Kebumen, sebesar 90 % dari populasi sapi merupakan sapi PO.

Kebumen merupakan salah satu sentra peternakan sapi potong lokal khususnya sapi dari bangsa PO di Jawa Tengah dan ditinjau dari kualitasnya mendekati kualitas aslinya. Disamping itu, sapi PO Kebumen memperoleh peringkat satu untuk kategori induk sapi potong PO pada kontes ternak nasional tahun 2010 (Distannak Kabupaten Kebumen, 2010).

Populasi sapi potong di Kabupaten Kebumen sebanyak 89.429 ekor, sebesar 90 % merupakan sapi PO (Bappeda Kabupaten Kebumen, 2011).

Peternak sapi PO di Kabupaten Kebumen masih mempertahankan kemurnian sapi PO, didukung oleh perkawinan alami dengan menggunakan pejantan sapi PO yang ada di desa tersebut.

Ukuran tubuh dan bobot badan calon induk maupun induk sapi PO Kebumen lebih tinggi dibanding ukuran tubuh sapi PO yang ditetapkan melalui SNI. Dari ukuran tubuh ini menunjukkan bahwa sapi PO Kebumen berpotensi sebagai sumber bibit sapi lokal di Indonesia.

Potensi Ternak Sapi dalam Mendorong Swasembada Pangan Hewani

Kinerja usaha sapi potong di Indonesia masih rendah sehingga diperlukan strategi untuk mempercepat melalui usaha pembibitan dan penggemukan. Melalui kegiatan usaha pembibitan dan penggemukkan akan terjadi penyebaran bibit unggul ternak sapi potong induk produktif, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak (Rusdiana dan Praharani, 2019).

Target ketersediaan kebutuhan pangan hewani asal daging sapi memerlukan upaya peningkatan produksi daging dengan kualitas baik yang tidak kalah dengan daging sapi impor. Upaya peningkatan populasi sapi potong melalui perbaikan bibit betina dan jantan produktif dapat dilakukan dengan cara perkawinan IB dan kawin alam.

Pentingnya peningkatan jumlah populasi sapi potong di daerah pengembangan peternakan karena kebutuhan pangan asal daging sapi setiap tahun meningkat. Pengembangan usaha sapi potong dengan cara pembibitan dan penggemukan diharapkan dapat menghasilkan induk betina produktif dan menghasilkan daging yang berkualitas baik.

Pemantapan ekspor dan lumbung pangan asal daging sapi di Indonesia akan dicapai pada tahun 2045. Pemerintah mengeluarkan kebijakan pengembangan sapi potong untuk peningkatan populasi sehingga share produksi daging sapi lokal dapat meningkat. Pendekatan ekonomis berupa pengendalian impor ternak dan daging sapi yang ketat. Perbaikan efisiensi pemasaran domestik, memberikan insentif yang memadai bagi peningkatan populasi, produksi dan kesejahteraan peternak. Kinerja daya saing usaha ternak sapi potong secara nasional dapat menunjukkan dengan teknologi pengembangan dan pola perdagangan yang seimbang.

Produksi daging sapi nasional pada tahun 2021 diproyeksikan akan tercapai, tentunya dapat diimbangi dengan kebutuhan pangan asal daging sapi. Penyediaan pakan untuk pertumbuhan ternak sapi potong merupakan faktor yang penting. Ternak sapi potong indukan dapat dimaksimalkan potensinya untuk dapat terus menghasilkan pedet melalui IB dan kawin alam.

Dibutuhkan kebijakan Pemerintah melalui program yang dapat meningkatkan nilai ekonomi peternak, bertambahnya populasi sapi potong serta penyediaan daging sapi bagi masyarakat. Pemerintah secara intertenporal dapat mendorong untuk perkembangan populasi sapi potong di tingkat peternak maupun ditingkat swasta.

Pemerintah berusaha membuat kebijakan yang bertujuan mengembangkan usaha sapi potong menuju swasembada pangan hewani asal daging sapi. Untuk mencapai pemenuhan kebutuhan pangan asal daging sapi, diperlukan kerjasama berbagai pihak.

Komitmen Pemerintah untuk mengejar kebutuhan pangan hewani asal daging sapi serta meningkatkan pendapatan peternak. Usaha pembibitan dan penggemukan sapi potong secara intensif dan efisien, layak secara ekonomi sehingga meningkatkan keuntungan bagi peternak Agar usaha ternak sapi potong pembibitan dan penggemukan di peternak dapat berjalan dengan baik pada pola intensif dan semi intensif, diperlukan kontribusi lembaga pemerintah.