Pemerintah Kabupaten Purbalingga Semakin Peduli Terhadap Pendidikan

Bupati Tiwi menjelaskan mengenai Program Indonesia Pintar di Desa Sidanegara, Kaligondang pada (9/3) (Sumber: Website Purbalingga). 

Kaligondang, Purbalingga – Bupati Tiwi menyampaikan mengenai faktor ekonomi yang menyebabkan anak-anak putus sekolah saat ini tidak usah dikhawatirkan lagi, karena pemerintah sudah semakin melek serta memberikan perhatian yang luar biasa di bidang pendidikan. Hal tersebut disampaikan usai menyerahkan Buku Tabungan Program Indonesia Pintar (PIP) di Balai Desa Sidanegara, Kaligondang pada Senin (9/3).

“Sekarang anak lulus SMP bisa melanjutkan sekolah gratis ke SMA/SMK negeri  yang ada di Jawa Tengah. Demikian untuk melanjutkan ke perguruan tinggi juga banyak bantuan yang digelontorkan pemerintah pusat,” katanya, dilansir dari laman resmi Kabupaten Purbalingga.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga memiliki program biaya pendidikan untuk Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS) agar anak putus sekolah bisa kembali bersekolah. Sementara dana PIP ini merupakan bantuan dana dari pemerintah pusat.

“Saya berharap dengan bantuan PIP ini bisa semakin memotivasi anak-anak panjengan untuk terus bisa bersekolah. Saya berpesan kepada para orang tua wali murid agar tidak pernah gentar untuk dapat terus mendampingi putra putrinya dalam mengenyam pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.

Selain itu, untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan, Pemkab Purbalingga akan bekerjasama dengan Universitas Perwira Purbalingga (Unperba) untuk menyediakan fasilitas kuliah gratis di Unperba bagi anak-anak Purbalingga berprestasi perwakilan dari tiap kecamatan. Dimana setelah lulus nantinya bisa bekerja mendapatkan ikatan dinas dengan Pemkab Purbalingga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga menyerahkan sebanyak 183 buku tabungan PIP kepada wali murid SMP Negeri 2 Kaligondang. Beliau juga menyampaikan, tahun 2020 ini, siswa SMP di Purbalingga mendapatkan alokasi 1156 penerima PIP.

PIP merupakan pemberian bantuan tunai pendidikan dari pemerintah pusat kepada anak usia sekolah yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera, dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH). PIP juga memprioritaskan bagi anak usia sekolah yang termasuk yatim piatu, penyandang disabilitas, serta korban bencana/musibah. PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah.

“Besaran bantuan yang diberikan, untuk kelas VII sebesar Rp 375.000 dan kelas VIII – IX sebesar Rp 750.000 per siswa per tahun,” katanya.

Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan

Hasibuan (2017) menjelaskan bahwa kebijakan daerah di era otonomi daerah sangat menentukan kualitas pendidikan. Kebijakan daerah merupakan aturan, arahan, ketentuan dan pedoman dalam penyelenggaraan pemerintah daerah yang dituangkan dalam peraturan daerah, keputusan kepala daerah dan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan keputusan pimpiman Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Kebijakan pemerintah daerah juga harus berlandaskan hukum, produk-produknya dimuat dalam kemasan hukum. Ada sebuah teori yang merencanakan mengenai peraturan perundang-undangan, teori tersebut yakni Gelding Theory. Teori ini mengajarkan bahwa peraturan perundang-undangan mempunyai landasan berlaku yang baik maka harus dipenuhi tiga macam landasan, yaitu landasan berlaku secara yuridis, landasan berlaku secara soiologis, dan landasan berlaku secara filosofis.

Hasibuan juga menjelaskan mengenai tanggung jawab pendanaan pendidikan yang ditegaskan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 46 ayat (1) pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Hal ini dapat diatur dan dihimpun melalui berbagai sumber yaitu APBN, APBD, SPP, hibah, wakaf, zakat, pembayaran nazar, pinjaman, sumbangan, keringanan dan penghapusan pajak untuk pendidikan (dalam Jurnal yang berjudul Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Provinsi Sumatera Utara).