Pembinaan Aparatur Pemerintah Daerah dan Aparatur Pemerintah Desa Kebasen

Strategi kebijakan pendidikan dan pelatihan aparatur pemerintah daerah pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan/keahlian dan kemahiran, Rabu (26/02). (Foto: Pemdes Kebasen)

Kebasen, Banyumas – Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas pada Rabu (26/02), melaksanakan Pembinaan Aparatur Pemerintah Daerah dan Aparatur Pemerintah Desa di Kecamatan Kebasen.

Dalam acara yang dihadiri oleh kurang lebih 170 orang, Agus Nur Hadie selaku Sekretaris Daerah menyampaikan hal-hal terkait kesiapan melaksanakan tugas di era milenial. Melihat potensi yang ada di Kecamatan Kebasen.

Agus berharap seluruh Aparatur Pemerintah Daerah dan Aparatur Pemerintah Desa di Kecamatan Kebasen mampu melaksanakan tugas berupa pelayanan publik.

“Dengan mencontoh burung rajawali yang gigih dan berani menghadapi segala rintangan dan mengingatkan kepada aparat untuk selalu berhati-hati, karena permasalahan datang bukan karena hal yang besar tetapi bisa juga datang dari hal yang kecil. Untuk itu kepada semua aparat untuk tetap semangat dan bersinergi di antara seluruh stakeholder yang ada di Kecamatan Kebasen,” ujar Agus.

Dalam penutup Agus juga menyampaikan terimakasih sudah diundang dalam acara Pembinaan Aparatur Pemerintah Daerah dan Aparatur Pemerintah Desa di Kecamatan Kebasen dan berharap setelah pembinaan ini Kebasen semakin baik.

Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Aparatur Pemerintah Daerah

Salah satu yang populer di media imformasi publik saat ini adalah menyangkut rendahnya kualitas sumber daya manusia di lembaga pemerintah juga dapat diindikasikan dari kinerja Pegawai Negeri Sipil.

Sejalan dengan itu kebijakan mengenai pengembangan sumberdaya aparatur Negara, menurut Rosidah (2008), melalui pendidikan dan pelatihan, aparatur diharapkan dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan keahlian, menelusuri jenjang karier serta untuk meningkatkan efektifitas, derajat professionalisme penyelenggaraan tugas yang nantinya dapat diterapkan dalam bekerja maupun dalam rangka pengembangan organisasi.

Pendidikan dan pelatihan akan memberikan bantuan pada masa yang akan datang dengan jalan pengembangan pola pikir dan bertindak, terampil berpengetahuan dan mempunyai sikap serta pengertian yang tepat untuk pelaksanaan pekerjaan.

Dalam memainkan peranan seorang penentu kebijakan pada saat ini adalah memasukkan kompetensi aparatur organisasi yang sesuai dengan peluang serta resiko yang diciptakan oleh perubahan lingkungan. Fungsi kebijakan stratejik yang terpenting adalah mengarahkan pemikiran dan tindakan seluruh lapisan masyarakat dalam negara dan bangsa menujuh kearah yang lebih baik (Sunusi, 2015).

Salah satu kebajikan pokok dari pendidikan dan pelatihan, adalah bertujan menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa, Pada sisi lain memantapkan sikap dan semangat pengabdian berorientasi pada pelayanan dan pengayoman dan pemberdayaan masyarakat, menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik.

Pendidikan dan pelatihan mempunyai tujuan sebagai berikut: Mengetahui tingkat pengetahuan, berupa keterampilan aparatur; untuk memperoleh informasi tentang pengembangan apa yang akan dilaksanakan; Apakah terjadi transpormasi yang diharapkan atau tidak, dengan apakah transformasi tersebut tercermin dalam pelaksanaan pekerjaan aparatur; dan tindak lanjut yang berkesinambungan, transformasi yang diharapkan dari suatu pengembangan memang terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Mutasi dan rotasi memberikan kepastian kepada aparatur untuk diperlakukan secara wajar,dan untuk menumbuhkan kesegaran kerja, gairah kerja, agar supaya produktifitas tercapai.