Petani Milenial Cilacap dapat Bimtek dari Polbangtan YoMa

Para petani millenial mengikuti Bimtek Peningkatan Kualitas Petani Indonesia, Selasa (18/2). (Foto: Pemab Cilacap)

Karangpucung – Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Petani Indonesia, yang digelar Politeknik Pengembangan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karangpucung, Selasa (18/2).

Para petani milenial di Kabupaten Cilacap diimbau terus meningkatkan kemampuan. Tidak hanya mengenal tata cara budidaya tanaman yang baik, mereka juga harus mengenal strategi kewirausahaan dan pemasaran online, untuk mendukung cita cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Ketua Bimtek Polbangtan Yoma, Budi Wijayanto menjelaskan sejumlah materi yang disampaikan pada peserta meliputi arah kebijakan pembangunan SDM pertanian, kewirausahaan, dinamika dan penguatan kelompok, pemasaran online.

“Termasuk digitalisasi pertanian, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian produksi tanaman pangan. Harapanya tak hanya menjadi petani yang biasa-biasa saja sekadar menanam tanaman. Tapi harus memiliki kemampuan kewirausahaan dan pemasaran online,” kata Budi.

Sementara itu, Fungsional Penyuluh Pertanian Kabupaten Cilacap, Pajarno mengatakan jika BPP Karangpucung dan BPP lainnya di Cilacap sudah mulai melakukan kegiatan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

“Peran Kostratani salah satunya menjadi pusat pembelajaran, dan Pertanian Cilacap merupakan Kostratani wilayah koordinasi Polbangtan YoMa,” ujarnya.

Tindak lanjut dari bimbingan teknis, lanjutnya, adalah pembentukan kelompok usaha bersama untuk melakukan usaha tani modern yang berdaya saing dan berkelanjutan. Dengan begitu diharapkan akan berdampak pada peningkatan kapasitas petani milenial menjadi berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis.

Kepala Seksi Metode dan Informasi Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Fery Puspito Aji menyampaikan beberapa upaya telah dilakukan untuk mendorong petani muda untuk berkarya di sektor pertanian. Seperti lapak petani, pengembangan desa agrowisata dan digitalisasi sektor pertanian.

“Generasi muda petani merupakan kunci dan modernisasi adalah solusi untuk menarik generasi muda untuk terlibat dalam bisnis pertanian. Petani muda bisa sukses dengan keberanian memulai, melaksanakan ide yang out of the box dan aktif melibatkan masyarakat sekitar,” kata Fery.

Pelatihan Teknologi kepada Petani dapat Tingkatakan Komoditas Pangan

Petani Indonesia harus tanggap terhadap laju perkembangan teknologi. Semua teknologi bisa dipelajari tak terkecuali dipelajari oleh kaum petani Indonesia. Pemanfaatan perkembangan teknologi tersebut untuk mendukung sistem usaha pertanian.

Selain untuk mencari informasi tentang budidaya pertanian, juga bisa sebagai sarana berkomunikasi dengan petani lain ataupun stakeholder yang berada jauh untuk melakukan fungsi pemasaran produk pertanian.

Model pemberdayaan bidang TIK oleh komunitas TIK kepada masyarakat petani dapat dielaborasi sebagai berikut: komunitas TIK melakukan kerjasama dengan pemerintah (pusat dan daerah), akademisi (kalangan pelajar), masyarakat khususnya petani dan dengan komunitas lainnya dalam melakukan kegiatannya maupun kegiatan dalam melakukan pemberdayaan TIK kepada masyarakat petani.

Selain melakukan kegiatan secara umum seperti: pendampingan bidang TIK, kolaborasi, knowledge sharing, pelatihan, publikasi, dan pengembangan TIK, komunitas TIK juga melakukan kegiatan-kegiatan seputar pemberdayaan TIK kepada masyarakat petani.

Pelatihan teknologi kepada petani dapat dengan melakukan kegiatan pertemuan, dan pendampingan (workshop) bidang TIK terhadap masyarakat petani maupun kelompok tani secara langsung khususnya dalam pemanfaatan dan penggunaan TIK di kalangan petani, serta pelatihan pengelolaan website kepada pengelola website desa. Mengembangkan layanan berbasis TIK untuk bidang pertanian. Sosialisasi manfaat TIK dalam mengembangkan pertanian. Mendorong produktivitas hasil tani, melakukan penyebaran informasi dan mempromosikan potensi desa dan hasil-hasil pertanian. Kerjasama dengan pihak desa dalam melakukan pendampingan bidang TIK (Praditya, 2016).

Perbaikan dari sisi internal komunitas, antara lain: dari sisi finansial dan program kegiatan (waktu), yaitu: memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak dalam menyelenggarakan kegiatan, misalnya dengan pemerintah daerah, akademisi atau dengan swasta dalam mengatasi permasalahan biaya operasional kegiatan maupun keterbatasan waktu anggota komunitas.

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) Komunitas, yaitu: meningkatkan pelatihan-pelatihan kepada anggota komunitas TIK untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dan memperkuat konsolidasi dan regenerasi anggota komunitas TIK.

Sedangkan untuk perbaikan dari sisi eksternal komunitas, antara lain: dari sisi infrastruktur dan sarana prasarana, yaitu: perbaikan infrastruktur internet TIK maupun pemanfaatan jaringan broadband di wilayah perdesaan dalam mengatasi kondisi geografis lokasi permukiman yang berjauhan, dan meningkatkan sarana dan prasarana untuk kegiatan komunitas-komunitas di perdesaan.

Dari sisi SDM masyarakat petani, yaitu: meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya informasi dan bagaimana cara mengaksesnya, peningkatan literasi TIK dan internet kepada masyarakat petani, melakukan pemberdayaan berbasis komunitas dalam melakukan kegiatan pemberdayaan TIK kepada masyarakat petani untuk meningkatkan kepercayaan dari masyarakat.

Dari sisi kerjasama dan dukungan pemerintah, yaitu: meningkatkan dukungan dari pemerintah, misalnya dalam bentuk finansial, dan memberikan bantuan untuk legalitas komunitas, misalnya dalam pembentukan badan hukum.