BPKAD Kebumen Gunakan Pakaian Adat pada Apel Pagi

BPKAD Kebumen laksanakan Apel Pagi dengan menggunakan Pakaian Adat Khas Kebumen. (Sumber BPKAD).

Kebumen – Bertempat di halaman Kantor BPKAD, para pegawai melaksanakan apel pagi mengenakan pakaian adat Khas Kabupaten Kebumen. Penggunaan pakaian adat tersebut telah disepakati setiap tanggal 21 sesuai dengan ketentuan Peraturan Bupati Kebumen Nomor 35 Tahun 2017 tentang Penggunaan Pakaian Adat Khas Kebumen. Sebagaimana diketahui Apel pagi merupakan sebuah tindak lanjut dari upaya penegakan disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kegiatan apel pagi dilaksanakan pukul 07.30 WIB yang diikuti oleh seluruh pegawai. Setiap senin pembina apel diambil langsung oleh Kepala BPKAD, kemudian Selasa sampai Jum’at diambil Sekretaris dan Para Kepala Bidang secara bergiliran. Pelaksanaan apel pagi dilaksanakan secara sederhana dan mengutamakan kedisipilinan kerja Pegawai, dilansir dari laman resmi BPKAD Kebumen.

Pada kesempatan tersebut Kepala BPKAD Kabupaten Kebumen Drs. Aden Andri Susilo, M.Si. selaku Pembina Apel pagi, menyampaikan terima kasih kepada semua ASN yang sudah mentaati aturan mengenakan pakaian Adat Khas Kabupaten Kebumen sebagaimana yang sudah diatur dalam Perbup Nomor 35 Tahun 2017.

Apel pagi merupakan kewajiban bagi semua ASN karena dengan adanya apel pagi banyak manfaat yang bisa diperoleh bersama, bukan sekedar pembiasaan disiplin pegawai, tapi sebagai sarana untuk penyampaian informasi penting, serta arahan dari pimpinan.

Disamping itu dengan mengikuti kegiatan apel pagi ini rasa kekeluargaan dan kebersamaan dapat tercipta. Setelah melakukan apel pagi diakhiri dengan bersalam-salaman sebagi bentuk keakraban, kekompakan dan menghilangkan rasa ketidaknyamanan yang mungkin terjadi dalam tugas.

Pakaian Adat Khas Kebumen

Menurut Bupati Kebumen K.H Yazid Mahfud, karakteristik busana adat Kebumen walau dipengaruhi oleh budaya Mataram Yogyakarta, tetap memiliki ciri khusus yang disematkan. Pada dasarnya, busana adat khas Kebumen mengusung konsep ‘kembali ke alam’ dengan potensi pertanian agraris dilambangkan dengan motif sekar jagad, Ki Bumi. Selain itu juga dilambangkan dengan warna beskap cokelat tanah kehijauan atau ijo tembelek lancung, kelapa, kopra dan gula dilambangkan dengan stagen warna hitam bagi wanita dan sabuk kopel bagi pria.

“Penggunaan pakaian adat yang merupakan ciri khas kebudayaan masyarakat Kabupaten Kebumen ini kemudian diatur dalam Peraturan Bupati Kebumen Nomor 35 Tahun 2017 tentang Pakaian Adat Khas Kebumen,” kata Yazid, dikutip dari Detik News.

Secara detail, busana untuk pria terdiri atas surjan lengan panjang dengan kerah berdiri bermotif lurik kecil cokelat tanah kehijauan. Untuk celana panjang, terlihat komprang dan berwarna hitam dengan lancingan bebed panjen kain batik kebumen motif jagatan latar putih. Pada bagian penutup kepala berbentuk segitiga dengan warna dasar merah kecoklatan dibingkai batik motif modang. Pada penutup kepala atau meretan juga melekat gambar lawet berwarna hitam yang merupakan ikon Kebumen di setiap ujungnya dengan gambar lebih besar pada ujung segitiga dan cucuk atau paruh lawet menghadap ke depan. Alas kaki yang digunakan pun berupa sandal bandol (ban bodol) warna hitam yang merupakan sandal khas dari Kebumen.

Sedangkan busana adat untuk wanita berupa kebaya kartini lengan panjang warna cokelat kehijauan yang dipadukan dengan bawahan kain batik Kebumen motif jagatan latar putih dengan wiron Mataraman. Untuk alas kaki yang dikenakan berupa sandal selop terbuka warna hitam. Tata rambut sendiri berbentuk sanggul dan bagi yang berhijab mengenakan kerudung warna krem, dilansir dari Detik News.