Desa Ambalresmi Selenggarakan Pelatihan Dapur Umum Untuk Penanggulangan Bencana

Desa Ambalresmi selenggarakan Pelatihan Dapur Umum di balai Desa Ambalresmi pada Jumat (22/11) (Sumber: BPBD Kebumen)

Ambal, Kebumen – DESTANA Poerbonegoro, Desa Ambalresmi menyelenggarakan pelatihan dan  pengelolaan dapur umum untuk penanggulangan bencana bagi masyarakat pada Jumat (22/11). Bertempat di balai Desa Ambalresmi, acara tersebut dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen.

Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk melatih masyarakat khususnya Desa Ambaresmi agar bisa lebih tangkas, tanggap, dan tangguh jika terjadi bencana karena bencana bisa datang kapan saja, dilansir dari laman resmi BPBD Kebumen.

Pelatihan ini dihadiri oleh Kalak BPBD Kebumen Drs. Eko Widianto, Camat Ambal Drs. Edy Purwoko, dan di ikuti oleh masyarakat Desa Ambalresmi, DESTANA Desa Ambalresmi, dan siswa-siswi dari SMP Negeri 1 Ambal, Kebumen.

Selain itu, adanya kegiatan pelatihan dapur umum ini yakni untuk melayani kebutuhan makan para penderita/ korban bencana, untuk itu ketika terjadi bencana masyarakat bisa lebih tanggap, “pungkas Rey Herawati, Tim BPBD Kebumen”.

Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan penanaman pohon Cemara Udang berlokasi di pantai Ambal, Kabupaten Kebumen yang di ikuti oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Ambal, dan masyarakat Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen.

Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana

Kesiapsiagaan merupakan upaya yang dilakukan sebelum terjadinya bencana alam dalam merespon situasi pada saat bencana maupun setelah bencana. Upaya ini sangat diperlukan masyarakat untuk mengurangi dampak bencana alam, termasuk korban jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan (Deny, 2008).

Beberapa upaya kesiapsiagaan yang dilakukan pada saat bencana mulai teridentifikasikan, yaitu; (a) pengaktifan pos-pos siaga bencana dengan segenap unsur pendukung, (b) pelatihan siaga/simulasi/gladi/teknis bagi setiap sektor penanggulangan bencana (SAR, sosial, kesehatan, prasarana dan pekerjaan umum), (c) inventarisasi sumber daya pendukung kedaruratan, (d) penyiapan dukungan dan mobilisasi sumber daya/ logistik, (e) penyiapan sistem informasi dan komunikasi yang cepat dan terpadu untuk mendukung tugas kebencanaan, (f) penyiapan dan pemasangan instrumen sistem early warning, (g) penyusunan contingency plan, dan (h) mobilisasi sumber daya (personil dan prasarana/sarana peralatan) (Febriana, Didik & Yusya dalam LIPI, 2006).

Beberapa bencana yang terjadi menggambarkan pentingnya kapasitas semua sektor di bidang kesiapsiagaan bencana. Seperti yang dilakukan oleh Desa Ambalresmi Kabupaten Kebumen yang mengadakan pelatihan dapur umum untuk mengantisipasi bencana alam. Sehingga, Desa Ambalsari akan lebih siap dalam menghadapi bencana nantinya.