UNPERBA Ikuti Juguran Kebangsaan

Daily Banyumas
Universitas Perwira Purbalingga ikuti Upacara Sumpah Pemuda dan Juguran Kebangsaan pada Senin (28/10)

Purbalingga- Bertempat di alun-alun Purbalingga, sebanyak 30 Mahasiswa UNPERBA mengikuti upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Senin (28/10). Upacara tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat struktural Pemkab Purbalingga, FORKOPIMDA, Ormas dan Organisasi Kepemudaan, dan perwakilan pelajar juga Mahasiswa di Kabupaten Purbalingga.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, S.E., B.Econ., M.M. dalam sambutannya menyatakan bahwa, pada era digital yang memungkinkan seluruh pemuda di Indonesia bahkan di dunia berkomunikasi secara realtime, harus dapat memanfaatkan teknologi tersebut sebagai media yg dapat meningkatkan potensi, bakat, dan kemampuan diri. Bupati juga menginginkan media digital ini harus dapat digunakan sebagai media pemersatu bangsa, dilansir dari laman resmi Universitas Perwira Purbalingga.

Setelah upacara selesai, Polres Purbalingga melakukan kegiatan Juguran Kebangsaan yang diselenggarakan di Pendopo Dipokusumo Purbalingga. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pelajar, mahasiswa dan juga organisasi pemuda yang mengikuti upacara. Kegiatan ini uga dihadiri oleh para pejabat Purbalingga termasuk Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Narasumber Juguran Kebangsaan merupakan Budayawan Purbalingga yaitu Agus Sukoco dan KH Nurkholis Masrur dari Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

“Indonesia tidak dibangun dengan kebencian tapi dibangun dengan rasa persatuan yang diikat dengan Bhineka Tunggal Ika. Pemuda Purbalingga harus segera bangkit untuk membangun Purbalingga dan membangun Indonesia. Oleh sebab itu, apakah adik-adik akan terus tertidur untuk melanjutkan mimpi atau terbangun untuk mewujudkan mimpi tersebut,” kata kapolres.

Acara ditutup dengan pemberian kuis berhadiah berupa lima buah sepeda khusus untuk peserta Juguran Kebangsaan. Pemberian hadiah dengan disuguhkan berupa pertanyaan seputar peringatan sumpah pemuda.

Nasionalisme dan Patriotisme

Menurut Novitasari (2013) nasionalisme merupakan paham untuk menumbuhkan sikap cinta tanah air yang berdasarkan persamaan sejarah kemudian bergabung menjadi satu untuk mempertahankan dan loyalitas kepada bangsa dan negara. Nasionalisme juga bisa digunakan sebagai alat pemersatu bangsa demi merebut kemerdekaan. Menurut Syarbaini (2010:65), paham nasionalisme atau paham kebangsaan adalah sebuah situasi kejiwaan dimana kesetiaan seseorang secara total diabadikan langsung kepada negara bangsa atas nama sebuah bangsa.

Sedangkan patriotisme mengandung arti bahwa sebuah cara untuk mempertahankan negara yang diwujudkan dalam bentuk kesediaan berjuang untuk menahan dan mengatasi serangan atau ancaman terhadap bangsa. Patriotisme muncul setelah terbentuknya bangsa yang dilandasi nasionalisme. Sikap patriotisme yang diwujudkan dalam semangat cinta tanah air dapat dilakukan dengan mengisi kelangsungan hidup negara dan bangsa, serta rela berkorban untuk membela dan mempertahankan negara dan bangsa.