Tahun 2020, Bansos Program Sembako Ditingkatkan

Kementerian Sosial (Kemensos) mulai awal tahun 2020 telah mengubah Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ditransformasikan menjadi program sembako. (Foto: Pemkab Cilacap)

Cilacap – Kementerian Sosial (Kemensos) mulai awal tahun 2020 telah mengubah Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ditransformasikan menjadi program sembako. Selain  mengalami perubahan nomenklatur, pemerintah telah meningkatkan nilai bantuan dan memperluas jenis komoditas yang dapat dibeli Keluarga Penerima Manfaat atau KPM melalui program sembako.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Cilacap, Taryo menjelaskan, penambahan komoditas yang dimaksud adalah selain beras dan telur yang berjumlah 110 ribu untuk setiap KPM per bulannya. Program sembako ini dinaikkan sebesar 40 ribu rupiah. Sehingga totalnya menjadi 150 ribu untuk setiap KPM perbulannya.

Kendati demikian, ditegaskan bantuan program sembako tidak boleh digunakan oleh KPM untuk pembelian minyak, tepung terigu, gula pasir, MP-ASI pabrikan, makanan kaleng, mie instan dan bahan pangan lainnya serta pembelian pulsa dan rokok.

“Tambahan 40 ribu itu dalam rangka untuk tambahan jenis barang yg diperoleh oleh KPM, baik yg mengandung protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral. Silahkan kpm memilih jenis barang tersebut, sesuai dengan dana yg ada,” kata Taryo.

Lebih lanjut, dengan adanya transformasi tersebut diharapkan prinsip 6T dapat tercapai. Mencakup tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi. Sehingga Dinsos Cilacap berkomitmen untuk terus memantau pelaksanaan program tersebut agar berjalan lancar dan sukses.

“Kalau ada KPM yang memperoleh barang tidak bagus ya kembalikan saja ke agen atau e-warong. Demikian juga agen atau e-warong kalau mendapat barang yang kualitasnya tidak bagus ya kembalikan juga ke suplayernya untuk diganti.  Kalau ada persoalan dilapangan sampaikan saja ke langsung kami atau lewat TKSK dilapangan, nanti kami segera ambil langkah-langkah yg tepat untuk menyelesainkanya,” tegas Taryo.

Taryo menambahkan,  hingga Januari lalu jumlah KPM dari program sembako di Cilacap, ada sekitar 138 ribu lebih. Sementara untuk agen e-Warong, saat ini jumlahnya telah mencapai lebih dari 600 agen yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan.

“Dengan adanya program sembako diharapkan nantinya dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat Cilacap, khususnya dalam hal pengentasan stunting,” pungkasnya.

Inovasi Website dalam Pengelolaan Dana Hibah dan Baksos

Langkah pertama dalam mewujudkan inovasi teknologi dalam penyaluran bansos adalah dengan membangun komitmen kepada seluruh instansi pengelola hibah dana bansos untuk melakukan perbaikan pengelolaan hibah dan bansos melalui inovasi ini.

Langkah selanjutnya menyusun peraturan walikota terkait pengelolaan hibah dan bansos untuk mendukung perbaikan dan inovasi pengelolaan hibah dan bansos tersebut. Selama proses penyusunan peraturan tersebut, dilakukan juga persiapan website yang mumpuni. Peraturan dan website selanjutnya disosialisasikan kepada seluruh pihak dan stakeholder terkait hibah dan bansos, termasuk wartawan dan masyarakat.

Tujuan dan manfaat dibentuknya inovasi website ini adalah menciptakan transparansi pengelolaan dan hibah dan bansos, meningkatkan peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, meningkatkan keefektifan kinerja dalam pengelolaan dana hibah dan bansos, meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana hibah dan banos; dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Kota/Daerah.

Tujuan selanjutnya yang diharapkan melalui inovasi ini adalah meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana hibah dan bansos. Inovasi website ini menyajikan salah satu menu yang berisi tentang persetujuan proposal dengan jumlah dana yang disetujui. Hal ini merupakan salah satu tujuan dalam inovasi ini dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana hibah dan bansos.

Melalui website ini, masyarakat maupun pengusul proposal hibah dan bansos dapat melihat jumlah dana yang diusulkan dan jumlah dana yang disetujui. Khususnya untuk penerima dana hibah dan bansos dapat melihat apakah semua dana yang diusulkan ditsetujui atau tidak. Sehingga mereka dapat melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan kegiatannya.

Penerima dana hibah dan bansos dapat memantau jumlah dana yang disetujui pada website dengan jumlah dana yang diterima. Sebelum adanya website, penerima dana hibah dan bansos tidak dapat mengetahui jumlah dana yang disetujui sehingga tidak dapat mengecek apakah sesuai dengan jumlah dana yang diterima atau tidak. Tetapi saat ini mereka dapat melakukan pengecekan atas dana hibah dan bansos yang mereka terima.

Tujuan inovasi website adalah menciptakan transparansi pengelolaan dana hibah dan bansos (Haryanto, 2015). Inovasi ini membuat pengelolaan dana bantuan dari yang semula bersifat tertutup atau tidak transparan menjadi bersifat terbuka atau transparan. Transparansi ini diharapkan dapat mencegah dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan sebelumnya.