Kampung Etnik Desa Legok, Destinasi Wisata Keluarga dengan Kearifan Lokal

Wisata Kampung Etnik Kebumen yang menawan. (Sumber: Kebumen Maen)

Pejagoan – Kebumen memiliki destinasi wisata keluarga menawan yang bernama Kampung Etnik. Terletak di Desa Legok RT 01/06 Pejagoan, Kebumen. Hanya butuh waktu 5 menit apabila memulai perjalanan dari Alun-alun Kebumen menuju Kampung Etnik.

“Objek wisata itu bermula dari pemikiran Kebumen harus memiliki sebuah konsep wisata yang khas dengan kearifan lokal,” ujar Prihartono selaku Pemilik Kampoeng Etnik Kebumen.

Untuk mewujudkan konsep wisata kearifan lokal, pihaknya berinisiatif melakukan audiensi dengan Bupati Kebumen dan jajaran dinas terkait.

Ciri khas dari Kampung Etnik menyajikan view bungalow yang memukau dengan dikelilingi taman, kolam, dan persawahan yang asri. Selain itu, yang menarik di destinasi wisata tersebut ada bangunan joglo yang disebut sebagai Lumbung Iwak Banyu Karo Segoro. Yang mana terdapat aquarium beraneka ragam ikan, baik air tawar maupun laut. Selain itu terdapat foto-foto Presiden RI dan Bupati Kebumen dari masa ke masa.

Wisata Kampung Etnik pun ramah bagi anak-anak. Mereka menyediakan sepeda air dan outbond. Untuk pengunjung beragama Islam pun disediakan tempat ibadah yang representatif berupa masjid berbentuk miniatur ka’bah.

Kampung Etnik mendapat dukungan dari jajaran Pemkab Kebumen, pihaknya kemudian membangun objek wisata yang bisa dinikmati oleh seluruh kalangan dari yang tua hingga anak-anak. Tentunya dengan berbagai nilai kearifan lokal, edukasi, dan budaya.

Pembangunan Pariwisata dalam Perspektif Kearifan Lokal

Pembangunan pariwisata yaitu sebuah kerangka atau model yang dapat dipergunakan oleh pemerintah daerah untuk dapat menggali dan mengembangkan industri pariwisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Salah satu daya tarik yang dimiliki diantaranya kearifan lokal. Kearifan lokal atau budaya yang ada hendaknya memiliki nilai lebih tanpa harus mengurangi atau menambah nilai dari budaya tersebut (Siti, 2016).

Kearifan lokal dan keunggulan lokal menurut Siti dalam Suryono (2010:14) merupakan kebijaksanaan manusia yang berdasarkan filosofi nilai, etika, cara serta perilaku yang telah berlaku sejak dahulu. Bentuk – bentuk kearifan lokal yang ada di dalam masyarakat ialah nilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum, adat, serta aturan–aturan khusus yang berlaku di masyarakat dengan fungsi yang bermacam pula. Beberapa fungsi kearifan lokal tersebut antara lain: (1) Bentuk konservasi dan pelestarian sumberdaya alam (2) Pengembangan sumberdaya manusia (3) Pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan (4) Petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan (5) Bermakna sosial. (6) Bermakna etika dan moral, dan (7) Bermakna politik atau hubungan kekuasaan (Siti, Pembangunan Pariwisata Dalam Perspektif Kearifan Lokal tahun 2016).