Kebumen Lakukan Penyusunan Regulasi Stunting

Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen lakukan Penyusunan Regulasi Stunting, di Ruang Jatijajar Hotel Candisari Karanganyar pada Rabu (12/2/2020). (Sumber: Website Kabupaten Kebumen).

Karanganyar, Kebumen – Dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM berkualitas, yaitu stunting dan jaminan kesehatan nasional.

Terkait hal tersebut, Dinkes Kabupaten Kebumen melakukan penyusunan regulasi stunting di Ruang Jatijajar Hotel Candisari Karanganyar pada Rabu (12/2/2020). Menurut dr. A Budi Satrio selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen menyatakan bahwa regulasi sangat diperlukan untuk bisa berfokus pada kasus stunting, dilansir dari laman resmi Kabupaten Kebumen.

Budi Satrio juga menjelaskan, tingginya kasus stunting di Kebumen menempati peringkat pertama di Jawa Tengah adalah satu fakta yang cukup mencengangkan. Untuk itu perlu adanya regulasi yang memayungi Rencana Aksi Daerah (RAD) guna penurunan kasus stunting. Budi Satrio juga menjelaskan, keberhasilan dalam mengatasi stunting tidak akan berhasil jika hanya satu OPD yang memberi konsentrasi, dalam hal ini Dinas Kesehatan. Rencana Aksi Daerah ini adalah salah satu gerakan yang membutuhkan dukungan langsung dari beberapa OPD, seperti BAPPEDA, Dinas Sosial PPKB, Disperindag, Dinas Pendidikan, Dislutkan dan Diskominfo.

Budi Satrio menambahkan, kasus stunting yang erat kaitannya dengan masalah kemiskinan. “Hal-hal tersebut akan menjadi fokus perhatian kita bersama untuk dapat segera diupayakan solusinya,” kata Budi Satrio.

Pentingnya Pencegahan Stunting

Stunting merupakan salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. Stunting diukur sebagai status gizi dengan memperhatikan tinggi atau panjang badan, umur, dan jenis kelamin balita. Kebiasaan tidak mengukur tinggi atau panjang badan balita di masyarakat menyebabkan kejadian stunting sulit disadari (Sutarto, Diana & Reni 2018)

Menurut Sutarto, Diana & Reni dalam Jurnal yang berjudul Stunting, Faktor Resiko dan Pencegahannya tahun 2018, pencegahan stunting dapat dilakukan antara lain dengan cara (1) Pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil. (2) ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan setelah umur 6 bulan diberi makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya. (3) Memantau pertumbuhan balita di posyandu. (4) Meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.