Pengembangan BUMDes Kabupaten Banyumas Lahirkan BANK Desa

BUMDes Wlahar Wetan dibentuk berdasarkan Peraturan Desa Wlahar Wetan Nomor 19 Tahun 2015. BUMDes Karya Kusuma Mandiri memiliki unit kegiatan salah satunya yaitu Bank Desa Wlahar Wetan. (Foto: Bumdes Bersama)

Kalibagor, Banyumas – Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam pengembangan Bank Desa.

Jumlah penduduk Desa Wlahar yang memiliki hak menjadi nasabah bank (umur 20-54) adalah sebanyak 2.124. Masyarakat desa yang telah menjadi nasabah Bank Desa berjumlah 1.292. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 61% masyarakat desa telah berpartisipasi dalam pengembangan Bank Desa. Keberadaan Bank Desa dengan demikan cukup mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Bank Desa Wlahar Wetan berbentuk BKD merupakan aset desa yang terpisah pengelolaannya terpisahkan dari kekayaan desa yang lainnya di mana BKD telah mendapatkan izin usaha dari menteri keuangan dan kini telah berstatus BPR berdasarkan POJK No.10 Tahun 2016. Desa Wlahar Wetan merupakan salah satu desa yang memilik BKD di mana berdasarkan POJK No.10 Tahun 2016 BKD Wlahar Wetan kini bertransformasi menjadi PT.BPR-BKD yakni di mana BKD Wlahar Wetan kini berstatus BPR dengan bentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT).

Bank Desa Wlahar Wetan merupakan bentukan dari BUMDes holding sebagai induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan masyarakat desa baik dalam skala lokal desa maupun kawasan perdesaan di mana unit-unit usaha sebagaimana dimaksud dapat berdiri sendiri yang diatur dan dikelola secara sinergis oleh BUMDes agar tumbuh menjadi usaha bersama.

Persyaratan untuk menjadi nasabah bank desa dapat diperoleh dengan jelas dan terbuka, serta adanya kebijakan sistem jemput bola dari manajemen Bank Desa Wlahar Wetan yang memudahkan masyarakat untuk mengetahui tentang pelayanan Bank Desa tanpa perlu ke kantor. Sistem jemput bola ini dimaksudkan agar seluruh warga masyarakat dapat mengakses fasilitas perbankan. Setidaknya, sistem ini turut memberikan kontribusi pada peningkatan tingkat literasi masyarakat desa terhadap fasilitas perbankan yang dapat diakses.

Nasabah menjalankan apa yang menjadi kewajibannya yaitu memenuhi persyaratan dalam proses pelayanan Bank Desa Wlahar Wetan. Partisipasi masyarakat juga tercermin dari komitmen dalam menjalankan tanggungjawab selaku nasabah Bank Desa Wlahar Wetan. Sementara itu, komunikasi pengelola dengan masyarakat tidak sebatas pada saat memberi dan menerima pelayanan. Komunikasi senantiasa dijalin dengan baik antara pengelola dan masyarakat. Selain itu dari sistem jemput bola juga mengakibatkan tingginya partisipasi masyarakat dalam setiap program dari Bank Desa.

Manajemen Bank Desa Wlahar Wetan mengadakan sistem jemput bola, yang meski berada dalam keterbatasan jumlah sumber daya manusia, namun pengelola tetep mampu mengupayakan berjalannya proses ini dengan baik. Sistem ini menjadi sebuah model customer service yang berkeliling desa memberikan informasi dan layanan fasilitas perbankan kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya kemampuan teknis saja yang diperlukan dalam penyelenggaraan Bank Desa, namun juga kemampuan yang bersifat sosial.

Faktor Keberhasilan Implementasi Pengelolaan Pengembangan BUMDes

Keterkaitan antara pemerintah dan sektor bisnis semakin menjadi isu penting dalam kajian administrasi publik (Thompson dan Rizova, 2015; Botrić dan Božić, 2016). Keterkaitan dalam hal ini tidak saja dalam konteks tuntutan kontribusi pemerintah terhadap sektor bisnis, tetapi pemerintah sekarang ini justru dituntut untuk menjalankan suatu bisnis tertentu.

Setiap regulasi yang diterbitkan pemerintah perlu untuk terus mengarah pada pelayanan bagi kebutuhan segenap warga masyarakat (Kernaghan, 2000; De Boe, 2015). Keberadaan bank desa diarahkan untuk mampu memberikan pelayanan kebutuhan kredit kepada penduduk desa yang mempunyai usaha kecil baik sebagai pedagang, petani atau yang mempunyai penghasilan lain dengan maksud agar dapat mengembangkan usahanya dengan baik untuk keperluan produksi atau konsumsi.

Kebijakan dan regulasi, dimana dalam implementasi strategi memiliki posisi yang sangat penting. Untuk mengimplementasikan strategi, pengelola BUMDes membutuhkan regulasi yang sejalan dengan strategi yang telah ditetapkan.

Pemerintahan yang terbuka adalah inovasi penting untuk mendorong pemerintah yang dapat dipercaya dan inklusif (Grimmelikhuijsen dan Feeney, 2017). Untuk itu, keterlibatan seluruh unsur stakeholders utamanya masyarakat menjadi penting dalam proses pengambilan keputusan publik (Björgvinsson, Ehn dan Hillgren, 2010; Ljungholm, 2015).

BUMDes yang sudah menyusun strategi tanpa ada dukungan kebijakan menjadi sulit untuk mencapai hasil yang optimal. Kebijakan yang berorientasi pada implementasi strategi akan mendukung keberhasilan pengelolaan BUMDes. Regulasi yang disusun akan menjadi pedoman bagi BUMDes dalam menyusun program dan kegiatan yang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai.

Partisipasi masyarakat memegang peranan penting dalam implementasi strategi. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk memberikan sumbangan pemikiran terkait pengelolaan Bank Desa, pengambilan keputusan, dan juga keterlibatan dalam pengawasan. Implementasi strategi akan berjalan dengan baik apabila masyarakat ikut mendukung strategi dan juga menjadi bagian dari pelaksana strategi.

Untuk menunjang profesionalisme kerja pegawai dalam menjamin efektifitas manajemen dalam suatu oraganisasi diperlukan pula kompetensi manajerial sebagai bagian yang integral dari kompetensi pegawai itu sendiri (Shirazi, Mortazavi, dan Anisah Alias, 2009). Bersamaan dengan hal tersebut, turut pula dibutuhkan kompetensi yang bersifat sosial untuk menunjang efektivitas kerja dari seorang pegawai khususnya dalam organisasi pelayanan publik (Sharma, 2012).

Kemampuan pengelola juga memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan implementasi strategi. Pengelola yang memiliki kemampuan bisnis yang baik, akan menciptakan pengelolaan BUMDes atau dalam hal ini Bank Desa secara lebih kreatif dan profesional. Hal tersebut akan mendatangkan keuantungan bagi BUMDes.